10 Komponen Siklus Hidrologi

| Diperbaharui: 31 March, 2016

Dari saat awal air pertama kali muncul, sudah dalam keadaab konstan dalam hal kuantitas dan terus bergerak. Sedikit yang telah ditambahkan atau hilang selama bertahun-tahun.

Advertisement

Molekul air yang sama telah ditransfer dari waktu ke waktu, dari lautan dan permukaan tanah ke atmosfer oleh penguapan, dijatuhkan di tanah sebagai hujan, dan ditransfer kembali ke laut oleh sungai dan air tanah. Sirkulasi tak berujung ini dikenal sebagai “siklus hidrologi”. Gambar di bawah menunjukkan siklus hidrologi di mana air naik ke atmosfer dan jatuh ke bumi sebagai hujan di mana memasuki perairan atau merembes ke dalam tabel air dan air tanah dan akhirnya dibawa kembali ke atmosfer oleh transpirasi dan evaporasi untuk memulai siklus lagi. Komponen Siklus Hidrologi adalah sebagai berikut:

Evaporasi (presipitasi)

Air di permukaan bumi, baik di daratan maupun di laut dipanasi oleh sinar matahari kemudian berubah menjadi uap air yang tidak terlihat di atmosfir. Uap air juga dikeluarkan dari daun-daun tanaman melalui sebuah proses yang dinamakan transpirasi.

Transpirasi

Merupakan proses pelepasan uap air yang berasal dari tumbuh – tumbuhan melalui bagian daun, terutama stomata atau mulut daun.

Advertisement

Evapotranspirasi

Merupakan gabungan antara proses evaporasi dan transpirasi.

Kondensasi

Uap air naik ke lapisan atmosfer yang lebih tinggi akan mengalami pendinginan, sehingga terjadi perubahan wujud melalui kondensasi menjadi embun, titik-titik air, salju dan es. Kumpulan embun, titik-titik air, salju dan es merupakan bahan pembentuk kabut dan awan.

siklus air

siklus air

Presipitasi (Hujan)

Presipitasi atau Curah Hujan ketika titik-titik air, salju dan es di awan ukurannya semakin besar
dan menjadi berat, mereka akan menjadi hujan. Presipitasi pada pembentukan hujan, salju, dan hujan batu (hail) berasal dan kumpulan awan. Awan-awan tersebut bergerak mengelilingi dunia, yang diatur oleh arus udara. Sebagai contoh, ketika awan-awan tersebut bergerak menuju pegunungan, awan-awan tersebut menjadi dingin, dan kemudian segera menjadi jenuh air yang kemudian air tersebut jatuh sebagai hujan, salju, dan hujan batu (hail), tergantung pada suhu udara sekitarnya.

Adveksi

Merupakan proses pengangkutan air dengan gerakan horizontal seperti perjalanan panas maupun uap air dari satu lokasi ke lokasi yang lain oleh gerakan udara mendatar.

Infiltrasi (Perkolasi)

Air hujan yang jatuh ke permukaan bumi khususnya daratan, kemudian meresap ke dalam tanah dengan cara mengalir secara infiltrasi atau perkolasi melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan, sehingga mencapai muka air tanah (water table) yang kemudian menjadi air bawah tanah.

Surface run off

Air dapat bergerak akibat aksi kapiler atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan. Air permukaan, baik yang mengalir maupun yang tergenang (danau, waduk, rawa), dan sebagian air bawah permukaan akan terkumpul dan mengalir membentuk sungai dan berakhir ke laut.

Infiltrasi

Perembesan atau pergerakan air ke dalam tanah melalui pori – pori tanah.

Intersepsi

Hujan turun di hutan yang lebat, tetapi air tidak sampai ke tanah, akibat intersepsi, air hujan tertahan oleh daun-daunan dan batang pohon.

Advertisement

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *