4 Komponen Perilaku Moral menurut Lynn W. Swaner

Penalaran moral adalah proses di mana seorang individu mencoba untuk menentukan perbedaan antara apa yang benar dan apa yang salah dalam situasi pribadi dengan menggunakan logika. Untuk membuat penilaian semacam itu, yang pertama harus tahu apa tindakan yang dimaksudkan untuk mencapai dan apa konsekuensi yang mungkin akan terjadi pada orang lain.

Orang menggunakan penalaran moral dalam upaya untuk melakukan hal yang benar. Orang-orang sering dihadapkan dengan pilihan moral, seperti apakah berbohong untuk menghindari menyakiti perasaan seseorang, atau apakah akan mengambil tindakan yang akan menguntungkan beberapa saat merugikan orang lain. Penilaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan tujuan dan kemungkinan konsekuensi dari suatu tindakan. Penalaran moral adalah pertimbangan faktor-faktor yang relevan untuk membuat jenis penilaian.

Komponen-komponen Perilaku Moral menurut  Lynn W. Swaner,

Menurut konsultan Lynn W. Swaner, perilaku moral memiliki empat komponen:

  • Kepekaan moral, yaitu kemampuan untuk melihat dilema etika, termasuk bagaimana tindakan kita akan mempengaruhi orang lain.
  • Moral, yaitu kemampuan untuk berpikir dengan benar tentang apa yang seharusnya harus dilakukan dalam situasi tertentu.
  • Motivasi moral, yang merupakan komitmen pribadi untuk tindakan moral, menerima tanggung jawab atas hasilnya.
  • Karakter moral, yang merupakan ketekunan meskipun kelelahan atau godaan untuk mengambil jalan keluar yang mudah.

Kemampuan untuk memikirkan isu-isu moral dan dilema, kemudian, membutuhkan kesadaran seperangkat nilai-nilai moral dan etika; kapasitas untuk berpikir secara objektif dan rasional tentang apa yang mungkin menjadi masalah emosional; kesediaan untuk mengambil sikap untuk apa yang benar, bahkan dalam menghadapi oposisi; dan ketabahan dan ketahanan untuk menjaga etika dan moral standar seseorang.

Menyadari perilaku yang baik, menjadi agen moral yang efektif, dan membawa nilai-nilai ke dalam pekerjaan seseorang, semua memerlukan keterampilan selain kecenderungan moral. Studi telah menemukan empat set keterampilan yang memainkan peran penting dalam latihan keahlian moral, yakni:

Loading...

Imajinasi Moral: Kemampuan untuk melihat situasi melalui mata orang lain. Imajinasi moral yang mencapai keseimbangan menjadi hilang dalam perspektif orang lain dan gagal untuk meninggalkan perspektif sendiri. Adam Smith mengistilahkan keseimbangan ini sebagai “proporsionalitas,” yang bisa kita capai dalam empati.

Kreativitas Moral: kreativitas moral berkaitan erat dengan imajinasi moral, tetapi berpusat pada kemampuan untuk membingkai situasi dengan cara yang berbeda.

Kewajaran: kewajaran keterbukaan terhadap pandangan orang lain dengan komitmen terhadap nilai-nilai moral dan tujuan penting lainnya. Artinya, orang yang wajar terbuka, tapi tidak sejauh mana ia bersedia untuk mempercayainya dan atau gagal untuk menjaga komitmen mendasar.

Ketekunan: Ketekunan adalah kemampuan untuk memutuskan rencana aksi moral dan kemudian untuk beradaptasi dengan setiap hambatan yang timbul dalam rangka untuk terus bekerja menuju tujuan itu.

Loading...