Bagaimana Kehidupan Politik Pada Dinasti Syailendra?

Seperti yang telah diketahui bahwa tanah air memiliki banyak sekali coretan sejarah termasuk dalam kehidupan berbagai dinasti kerajaan yang berkuasa. Salah satunya adalah dinasti Syailendra yang juga berkuasa di tanah air. Oleh karena itu sebagai putra putri penerus bangsa, diharapkan Anda juga mengatahui bagaimana sejarah dari berbagai kerajaan yang pernah ada di tanah air salah satunya adalah pada dinasti Syailendra.

Kehidupan Politik Dinasti Syailendra

Pada abad ke 8 Masehi, Dinasti Syailendra mulai mendesak Dinasti Sanjaya pada saat Dinasti Sanjaya dipimpin oleh Rakai Panangkaran. Meskipun dalam keadaan terdesak akan tetapi kedudukan raja-raja Dinasti Sanjaya tetap diakui dengan terhormat. Hanya saja memang raja-raja harus tunduk dengan raja-raja Syailendra sebagai penguasa tertinggi di kerajaan Mataram.

Pada saat itu terdapat beberapa raja yang berkuasa di dinasti Syailendra. Hal ini dibuktikan dengan berbagai prasasti yang ditemukan dan menceritakan berbagai masa pemerintahan setiap raja. Dari prasasti Bhanu menceritakan bahwa raja pertama dinasti Syailendra adalah Raja Banu yang juga merupakan pendiri dari dinasti Syeilendra.

Kemudian dari prasasti Wisnu menceritakan bahwa pada masa pemerintahannya tepatnya pada 778 M dibangunlah Candi Borobudur. Pada prasasti Indra diceritakan bahwa raja selanjutnya adalah Raja Indra. Dimana pada masa pemerintahannya, beliau menjalankan politik ekspansi dimana perluasan yang dilakukan oleh Raja Indra ialah ke daerah sekitar Selat Malaka.

Beliau juga semakin memperkuat kehidupan politik dinasti Syailendra dengan kerajaan lain yaitu Kerajaan Sriwijaya dengan melakukan pernikahan politik. Dimana pada saat itu Raja Indra menikahkan putranya Samarotungga dengan putri dari Kerajaan Sriwijaya. Raja Indra juga diketahui membuat prasasti Klurak yang dibuat pada tahun 782 M diletakkan di daerah Prambanan.

Kemudian dari Prasasi Samaratungga menceritakan bagaimana masa kekuasaan raja selanjutnya yaitu Samaratungga. Dimana pada masa pemerintahannya, masyarakat begitu menghayati nilai agama Budha dan kemudian meneruskan pembangunan candi Borobudur. Akan tetapi sebelum pembangunan candi selesai, beliau telah lebih dahulu meninggal dunia dan kemudian digantikan dengan Balaputra Dewa yang merupakan anak dari selir Raja Samaratungga.

Loading...
Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *