Ciri-ciri Ekosistem Hutan

Ekosistem hutan adalah komunitas yang dibentuk oleh tumbuhan dan hewan dari wilayah tertentu yang berinteraksi dengan ciri kimia dan fisik lingkungan tempat mereka tinggal. Ekosistem hutan hujan Amazon adalah contoh ekosistem hutan. Ekosistem ini adalah rumah bagi beragam spesies tumbuhan dan hewan, termasuk produsen, konsumen dan pengurai. Organisme ini saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup.

Produsen

Tanaman hijau merupakan produsen ekosistem ini. Ada empat lapisan tanaman di ekosistem ini. Lapisan yang muncul mencakup pohon besar yang menjulang 165 kaki atau lebih yang berjarak terpisah. Pohon kanopi berjarak dekat dan tingginya sekitar 65 sampai 165 kaki. Mereka menyediakan buah, nektar dan biji untuk banyak makhluk. Tanaman ini memiliki tanaman yang sangat sedikit karena hanya mendapat sedikit sinar matahari. Hampir tidak ada yang tumbuh di lantai hutan karena tidak mendapat sinar matahari.

Konsumen Primer

Ini adalah herbivora yang bergantung pada tanaman hijau untuk makanan. Beberapa makhluk ini makan rumput dan daun. Capybara, hewan pengerat semi air, tinggal di lantai hutan dan tumbuh subur di rerumputan dan tanaman air. Konsumen utama lainnya yang tinggal di kanopi, seperti monyet, memakan buah, kacang, daun dan bunga.

Konsumen Sekunder

Konsumen sekunder adalah makhluk yang memakan herbivora. Ini termasuk beberapa monyet seperti singa emas tamarin, yang memakan buah serta serangga dan kodok. Semut anteater yang hidup di lantai hutan dan tamanduas (semut kecil yang ada di pohon) memakan semut dan rayap.

Loading...

Predator berkembang di semua lapisan hutan hujan Amazon. Ocelots dan jaguar berburu mamalia, reptil dan burung di lantai hutan dan lapisan bawah kanopi utama hutan. Elang dan ular hijau memangsa burung, kadal dan mamalia untuk makanan.

Dekomposer

Dekomposer memecah tanaman dan hewan mati, mengembalikan nutrisi ke tanah agar bisa dimanfaatkan oleh produsen. Selain bakteri, semut dan rayap merupakan pengurai penting ekosistem ini. Kaki seribu dan cacing tanah juga membantu memecah materi mati. Iklim yang hangat dan lembab di kawasan ini kondusif bagi dekomposer untuk bekerja dengan cepat. Bangkai mati dipecah dalam waktu enam minggu.

Interdependensi dan Simbiosis

Organisme ekosistem ini saling bergantung satu sama lain untuk bertahan hidup. Contoh dalam hal ini adalah hubungan antara semut Azteca dan pohon cecropia. Semut, yang tumbuh subur di batang pohon berongga, bergantung pada cairan khusus yang dihasilkan oleh pepohonan untuk makanan. Sebagai gantinya, semut mengusir serangga yang bisa membahayakan ceropi dan membunuh tanaman merambat yang bisa mencekik pohon-pohon ini.

Contoh hubungan simbiosis adalah hubungan antara semut dan ulat. Semut memakan cairab manis yang dihasilkan oleh bintik-bintik di punggung ulat bulu. Sebagai gantinya, mereka melindungi ulat dari serangan.

Secara umum Ciri-ciri Ekosistem Hutan sebagai berikut:

1) Pada lantai hutan dihuni jenis tumbuhan bawah seperti jenis-jenis bambu, palem kecil, rotan dan paku-pakuan atau bahkan hampir tanpa tumbuhan bawah.

2) Memiliki tingkat kelembaban yang selalu tinggi, biasanya 80% atau lebih.

3) Struktur hutan hujan tropis terdiri dari tajuk yang berlapis-lapis, karena slalu ditumbuhi pohon-pohon yang tinggi, berdaun lebat dan sangat rapat.

4) Sinar matahari tidak dapat menembus dasar hutan, sehingga udara di sekitarnya sangat lembab.

5) Terdapat pada daerah dengan curah hujan tinggi.

Loading...