Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (bryophyta)

Barang kali Anda sedang buka smartphone dan menghabiskan paket kuota internet hanya untuk mencari apa saja ciri dari Tumbuhan Lumut atau bryophyta, Anda sudah berada di tempat yang benar. Ada banyak hal yang bisa menggambarkan tumbuhan Lumut yang ditulis disini, simak penjelasan lengkapnya di bawah. Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan. Anggota kingdom plantae memiliki ciri-ciri umum yang sama.

Semua organisme tumbuhan bersifat eukariotik multiseluler dan sel-selnya terspesialisasi membentuk jaringan dan organ. Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang terbuat dari selulosa. Tumbuhan juga memiliki klorofil, sehingga mampu melakukan fotosintesis untuk memenuhi kebutuhan makanannya. Karena dapat memenuhi kebutuhan makanannya secara mandiri, maka tumbuhan disebut organisme autotrof. Tumbuhan menyimpan cadangan makanannya dalam bentuk tepung atau pati. Hampir semua jenis tumbuhan adalam tumbuhan darat (teresterial). Namun, ada juga tumbuhan yang hidup di air (akuatik). Para ahli membagi dunia tumbuhan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh (nonvaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler). Maka akan dibahas untuk kelompok tumbuhan tak berpembuluh yakni tumbuhan lumut (Bryophyta).

Tumbuhan Lumut atau bryophyta adalah kelompok terbesar dari tanaman darat, yang berjumlah sekitar 25.000 spesies yang berbeda ditemukan di seluruh dunia. Sebagian besar Tumbuhan Lumut ditemukan di daerah yang lembab dan basah dengan iklim cukup hangat sampai dingin. Bryophyta dapat menahan beku di salju tanpa kerusakan.

Ciri-ciri Bryophyta (lumut) antara lain merupakan tumbuhan dengan bentuk tubuh peralihan antara talus dengan kormus, tidak memiliki pembuluh angkut, mengalami metagenesis, generasi gametofit lebih dominan, menghasilkan spora, hanya mengalami pertumbuhan memanjang, tumbuh terutama di tempat yang lembap dan teduh.

Ciri-Ciri umum Tumbuhan Lumut

1. Habitat: di tempat lembap, di lantai dasar hutan, di pohon, tembok, sumur, dan permukaan batu bata.
2. merupakan peralihan antara Thallophyta dan Cormophyta
3. Rhizoid (akar semu), fungsinya untuk melekat pada substrat dan mengangkut air dan zat-z at hara ke seluruh bagian tubuh.
4. Koloni lumut : seperti beledu dan lembaran
5. Tidak memiliki sistem pembuluh pengangkut
6. R. vegetatif : pembentukan gemma, penyebaran spora, dan fragmentasi.
7. R. generatif : peleburan dua gamet.
8. Mengalami metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara fase vegetatif (fase sporofit) dan fase generatif (fase gametofit). Fase gametofit hidupnya lebih lama dari fase sporofit. Sporofit hidupnya menumpang pada gametofit.
9. Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan fase gametofit

Bentuk dan Ukuran Tubuh Lumut

Tubuh lumut ada yang berbentuk lembaran, misalnya lumut hati (Hepaticopsida) ada pula yang berbentuk seperti tumbuhan kecil dan tegak, misalnya lumut daun (Bryopsida). Lumut yang berukuran kecil umumnya memiliki tinggi sekitar 1 – 2 cm, sedangkan lumut yang berukuran besar tingginya sekitar 20 cm.

Lumut berbentuk tumbuhan kecil yang berdiri tegak dan memiliki bagian-bagian tubuh yang mirip akar, batang, dan daun. Akar sederhana pada lumut disebut rizoid. Fungsi rizoid adalah untuk menyerap air dan garam mineral, serta untuk melekat pada habitatnya. Daun lumut sangat tipis (hanya terdiri atas selapis sel) dan tulang daun terdiri atas beberapa lapis sel.

Pada ujung barang terdapat titik tumbuh yang mengakibatkan lumut tumbuh memanjang. Lumut hanya mengalami pertumbuhan memanjang dan tidak mengalami pertumbuhan membesar.

Tubuh lumut tidak memiliki pembuluh angkut floem maupun xilem. Jaringan pengangkut berupa jaringan empulur. Air diserap oleh rizoid dengan cara imbibisi, kemudian diedarkãn ke seluruh bagian tubuh melalui proses difusi. Sel-sel tubuh lumut memiliki plastida yang mengandung klorofil a dan b, serta memiliki dinding sel tetapi tidak diperkuat oleh lignin seperti tumbuhan darat lainnya.

struktur tubuh lumut
struktur tubuh lumut

Struktur dan Fungsi Tubuh Lumut Bentuk Gametofit

Gametofit adalah bentuk tumbuhan lumut yang tampak berwarna hijau, berbentuk lembaran (seperti tumbuhan kecil), dan membentuk alat kelamin (gametangium) yang menghasilkan gamet (sel kelamin). Sel kelamin jantan (spermatozoid) dihasilkan oleh alat kelamin jantan yang disebut anteridium, sedangkan sel kelamin betina (ovum) dihasilkan oleh alat kelamin betina yang disebut arkegonium. Lumut yang memiliki anteridium sekaligus arkegonium disebut monoesis (berumah satu) atau homotalus.

Lumut yang hanya memiliki salah satu jenis alat kelamin (anteridium atau arkegonium saja) disebut diesis (berumah dua) atau heterotalus. Gametofit yang merniliki anteridium disebut gametofit jantan, sedangkan gametofit yang memiliki arkegonium disebut gametofit betina. Pada gametofit betina akan tumbuh sporofit.

Struktur dan Fungsi Tubuh Lumut Bentuk Sporofit

Sporofit adalah bentuk tumbuhan lumut yang menghasilkan spora. Sporofit ada yang berwarna kecokelatan, kekuningan, kemerahan, atau keunguan. Sporofit menumpang di atas gametofit, bertangkai, dan berbentuk seperti terompet atau kapsul. Sporofit mendapatkan air, garam mineral, dan zat makanan dari gametofit. Sporofit berukuran lebih kecil daripada gametofit dengan masa hidup lebih pendek.

Sporofit membentuk sporogonium yang merniliki bagian-bagian vaginula (selaput pangkal tangkai), seta (tangkai), dan sporangium (kotak spora). Sporagium berbentuk kapsul yang dilindungi oleh kaliptra, misalnya terdapat pada lumut daun. Sporangium tersusun dari bagian-bagian apofisis, teka (theca), dan operkulum (penutup). Bila operkulum terlepas maka tampak gigi peristom yang berfungsi melemparkan spora pada saat udara kering sehingga spora tersebar. Spora terlindungi oleh sporopollenin. Spora lumut memiliki bentuk dan ukuran yang sama sehingga disebut homospora atau isospora.

gametofit dan sporofit tumbuhan lumut
gametofit dan sporofit tumbuhan lumut

 

Ciri-ciri Hepaticopsida (lumut hati)

Ciri-Ciri :

  • Bentuk: lembaran
  • Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati
  • Reproduksi vegetatif: pembentukan gemma dan fragmentasi. Gemma dihasilkan dari bagian dorsal talus. Pada setiap gemma terdapat sekumpulan titik tumbuh. Gemma dewasa terpencar/terlepas dari talusnya karena tetesan air atau sentuhan serangga kecil. Jika gemma jatuh di tempat cocok, akan tumbuh menjadi talus (individu baru).
  • Reproduksi generatif : membentuk gamet. Dari talus yang berbentuk seperti lembaran daun, organ anteridium dan arkegonium muncul mencuat ke atas. peleburan spermatozoid + ovum – zigot – talus atau lumut baru
  • Contoh: Marchantia polymorpha, Marchantia geminata
  • arkegonium seperti payung yang memiliki lekuk-lekuk pada tepinya
  • anteridium seperti payung yang tepinya rata.

Ciri-ciri Anthoceropsida (lumut tanduk)

  • ditemukan di sepanjang pinggir sungai,   danau atau selokan
  • Struktur tubuhnya hampir serupa dengan lumut hati.
  • Gametofit berupa talus yang sederhana, yaitu berbentuk cakram  dengan tepi bertoreh, dosiventral, tidak ada rusuk tengah dan tidak ada percabangan menggarpu, tumbuh melekat pada tanah dengan perantara rizoid.
  • Gametofitnya berupa talus yang lebar dan tipis dengan tepi yang berlekuk.
  • Rizoid berada pada bagian ventral.
  • Pangkal sporofit dibentuk dengan selubung dari jaringan gametofit.
  • Berdasarkan analisis asam nukleat, ternyata lumut ini masih berkerabat paling dekat dengan tanaman berpembuluh dibanding kelas lain pada tumbuhan lumut.
  • Struktur  anatomi talus (gametofit) homogen, tiap sel mengandung satu kloroplas dengan satu pirenoid yang besar.
  • Pada sisi ventral dari talus terdapat stoma dengan dua sel penutup yang berbentuk ginjal.
  • Stoma tersebut hampir selalu terisi dengan lendir, dan melalui stoma tersebut dapat masuk koloni ganggang biru Nostoc.
  • Lumut tanduk ada yang homotalik dan ada yang heterotalik.
  • Spogoronium terdiri atas kaki dan kapsul (tidak ada seta), dinding sporogonium termasuk epidermis terdiri atas sel-sel yang mengandung kloroplas dan sel-sel epidermis yang mempunyai stomata.
  • Kapsul spora berbentuk seperti tanduk, jika masak dapat pecah dengan arah membujur  seperti buah polongan.
  • Sepanjang poros bujurnya terdapat jaringan yang terdiri atas sel-sel steril dinamakan kolumela.
  • Arkespora selain membentuk spora juga membentuk sel-sel steril yang dinamakan pseudoelatera.
  • Habitatnya didaerah yang mempunyai kelembapan yang tinggi.
  • Contoh : Anthoceros sporophytes  

Bryopsida (lumut sejati = lumut daun).

  • ditemukan di daerah yang lembap dan teduh
  • memiliki batang semu yang tegak dengan lembaran daun yang tersusun spiral®seperti rumput. Ada juga yang seperti hamparan karpet atau beledu.
  • Lumut sejati memiliki kutikula dan stomata sehingga dapat mencegah hilangnya air dari dalam selnya. Jika datang musim kering secara terus-menerus dan berlangsung lama, lumut sejati akan mengalami dormansi layu, berwarna coklat, dan seolah-olah mati. Tetapi setelah turun hujan, lumut sejati menjadi hijau dan aktivitas metabolismenya kembali aktif.
  • Reproduksi vegetatif :fragmentasi, bagian dari tumbuhan menghasilkan tunas atau kuncup – lumut baru.
  • Gametofit tumbuh tegak atau merayap
  • Berkembang dari protonema
  • Mempunyai daun, batang dan rhizoid multiseluler
  • Daun hanya terdiri dari satu lapis sel dengan rusuk tengah, tersusun spiral atau melingkari batang.
  • Arkegonium membentuk kalipra yang menempel diatas kapsul
  • Kapsul bagian bawah fotosintetik dan mempunyai stomata
  • Kapsul mempunyai kolumela, pecah dengan gigi-gigi peristom, tidak dijumpai adanya elater.
  • Tangkai (seta) bertambah panjang secara perlahan selama perkembangan kapsul. Kuat dan biasanya berwarna.

 

Manfaat Lumut bagi Kehidupan Manusia

Beberapa jenis tumbuhan lumut bermanfaat bagi manusia, antara lain Marchantia polymorpha sebagai obat hepatitis dan Sphagnum untuk bahan pembalut dan bahan bakar. Meskipun ukuran tubuhnya kecil, namun lumut mampu tumbuh dan menutupi areal yang luas sehingga berfungsi untuk menahan erosi, menyerap air, dan menyediakan sumber air pada saat musim kemarau. Lumut melakukan fotosintesis sehingga berperan menyediakan oksigen untuk lingkungannya. Lumut dapat tumbuh di habitat di mana tumbuhan lain tidak dapat tumbuh, maka lumut termasuk vegetasi perintis setelah lichen (lumut kerak).

  • Dapat menahan erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air sehingga dapat menyediakan air pada musim kemarau.
  • Marchantia sp sebagai obat hepatitis/ radang hati.
  • Sphagnum untuk bahan pembalut.

12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *