Klasifikasi Echinodermata

Karakteristik
1. Umumnya bilateral simetris pada waktu larva dan radial simetris setelah dewasa; tubuhnya terdiri atas lima bagian atau keping; memiliki tiga lapisan sel (triploblastik enterocoelom); umumnya organ tubuh bersilia; tidak ada kepala; otak, dan segmen.
2. Permukaan tubuh dengan lima daerah radial simetris; atau ambulacra tempat ke
luarnya tonjolan kaki.
3. Tubuh ditutupi oleh epidermis yang padat dan disebelah atasnya terdapat endskeleton terbuat dari kapur sebagai hasil sekresi mesodermis dan biasanya memiliki pola tertentu; sering dengan duri yang tajam atau tumpul.
4. Alat pencernaan sederhana umumnya komplit, pada beberapa hewan tidak komplit
(Ophiuroidea).
5. Sistem peredaran darah radiat, coelom dibatasi oleh peritoneum bersilia. dan cairan-
nya berisi amoebocyte yang dapat bergerak bebas; memiliki sistem saluran air dan
kaki tabung yang berfungsi untuk pergerakan.
6. Respirasi dengan dermal branchia, kaki tabung, tentakel, kantung insang,dan
respiratory tree.
7. Ekskresi dengan amoebocyte.
8. Jenis kelamin terpisah; berumah dua, pembuahan eksternal; larva mikroskopis,
bersilia, transparan, biasanya berenang bebas dan mengalami perubahan bentuk. Pada beberapa species dapat melakukan reproduksi vegetatif dengan membelah diri.

Terdapat sekitar 6000 spesies Echinodermata yang teridentifikasi yang dikelompokkan menjadi lima kelas, yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Crinoidea, dan Holothuroidea.

a. Asteroidea

Asteroidea dikenal sebagai bintang laut karena memiliki bentuk tubuh seperti bintang pentamer dengan lima buah lengan. Ada pula yang memiliki lengan berjumlah kelipatan lima. Pada umumnya, tubuh Asteroidea berdiameter 10 – 20 cm. Asteroidea terkecil berdiameter 1 cm, sedangkan yang terbesar berdiameter 100 cm. Pada permukaan tubuh Asteroidea terdapat duri-duri, papula, insang kulit (dermal branchia), dan pediselaria. Epidermis memiliki sel kelenjar lendir yang menghasilkan lendir untuk melindungi tubuh.

bintang lautMulut terletak di pusat pisin oral, sedangkan anus terletak di pusat pisin aboral yang berdekatan dengan madreporit. Pada setiap ujung lengan terdapat tentakel berbintik pigmen merah. Sistem pencernaan lengkap mulai dari mulut hingga anus. Bintang laut merupakan karnivor yang memakan hewan invertebrata lain, ikan, dan bangkai.

Bintang laut memiliki daya regenerasi yang tinggi dan dapat melakukan pemotongan bagian lengannya bila mengalami gangguan. Bintang laut dapat dengan segera melakukan regenerasi setelah kehilangan bagian lengannya, asalkan masih memiliki 1/5 bagian pisin pusat atau masih memiliki madreporit. Bintang laut bereproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi secara aseksual yaitu dengan pembelahan fisi yang diawali dengan penyekatan tubuh pada bagian pisin pusat, kemudian tiap bagian tubuh memisah dan beregenerasi menjadi individu yang lengkap. Reproduksi secara seksual terjadi melalui pembuahan sel telur oleh sperma yang terjadi secara eksternal (di air), dan menghasilkan blastula berbentuk simetri bilateral yang dapat berenang bebas. Blastula berkembang menjadi gastrula, dan gastrula berkembang menjadi larva bipinaria. Larva turun ke substrat dan mengalami metamorfosis menjadi bentuk simetri radial hingga dewasa. Bintang laut dapat mencapai usia sekitar 10 tahun.

Contoh Asteroidea, antara lain Luidia (hampir punah), Asterias forbesi, Linckia, dan Astropecten.

b. Ophiuroidea

Ophiuroidea (Yunani, ophio = ular) adalah Echinodermata yang berbentuk bintang dengan pisin pusat kecil (1 – 3 cm) dan memiliki lima lengan yang panjang dan langsing, yang terkadang bercabang-cabang. Ophiuroidea disebut sebagai bintang mengular. Kaki tabung pada Ophiuroidea tidak memiliki ampula dan alat pengisap. Madreporit terletak di bagian oral. Ophiuroidea memiliki mulut di bagian oral tetapi tidak memiliki anus. Sisa pencernaan makanan dimuntahkan (dikeluarkan) melalui mulut. Ophiuroidea mencari makanan pada malam hari, berupa hewan kecil yang hidup maupun yang mati.

bintang mengularLengan Ophiuroidea rapuh dan mudah putus, namun akan segera ditumbuhi lengan baru. Alat reproduksi bersifat gonokoris dan pembuahan terjadi secara eksternal menghasilkan larva berbentuk simetri bilateral yang berenang bebas. Ada pula Ophiuroidea yang memiliki kantong pengeraman sehingga larva tidak berenang bebas. Contoh Ophiuroidea antara lain Ophiothrix fragilis, Ophiomyxa, dan Gorgonocephalus.

c. Echinoidea

Echinoidea dikenal dengan sebutan bulu babi atau dolar pasir. Echinoidea memiliki bentuk tubuh bulat seperti bola atau pipih bundar seperti uang logam. Echinoidea tidak memiliki lengan namun mempunyai duri-duri yang dapat digerakkan. Echinoidea bergerak dengan kaki tabung dan duri-duri. Pada Echinoidea, osikula (pelat kapur) di bawah epidermis menyatu sehingga membentuk tempurung yang keras. Pada umumnya, Echinoidea memiliki dua macam duri, yaitu duri panjang dan duri pendek. Ada kalanya duri panjang memiliki ujung runcing, di dalamnya berlubang, dan rapuh. Pada spesies tertentu, duri mengandung racun untuk pertahanan diri, misalnya pada Asthenosoma. Di antara duri-duri terdapat pediselaria dengan tiga gigi.

landak lautSistem pencernaan Echinoidea lengkap, meliputi mulut, esofagus, lambung, usus yang panjang dan melingkar, rektum, dan anus. Mulut memiliki gigi yang tajam dan kuat. Anus, lubang genital, dan madreporit terletak di bagian aboral. Echinoidea memakan ganggang, hewan-hewan kecil, bangkai, dan sisa-sisa baban organik.

Echinoidea bereproduksi secara generatif dan bersifat diesis atau alat kelamin gonokoris. Pembuahan sel telur oleh sperma terjadi secara eksternal dan menghasilkan larva ekinopluteus yang berbentuk simetri bilateral. Larva kemudian turun ke substrat dan bermetamorfosis menjadi anak Echinoidea yang berbentuk simetri bilateral. Ada pula Echinoidea yang mengerami telurnya. Umur bulu babi dapat mencapai 30 tahun.

Terdapat sekitar 950 spesies Echinoidea yang teridentifikasi, antara lain sebagai berikut.

  1. Bulu babi, misalnya Cidaris dan Diadema.
  2. Bulu babi jantung, tubuh berbentuk oval agak panjang, misalnya Spatangus, Meoma ventricosa, dan Echinocardium flavescens.
  3. Dolar pasir, tubuh pipih dan bundar, misalnya Clypeaster dan Fibularia.

d. Crinoidea

Crinoidea dikenal sebagai lili laut karena bentuk tubuhnya bertangkai mirip bunga lili. Ada juga Crinoidea yang tidak bertangkai, disebut bintang bulu, karena lengan-lengannya seperti bulu unggas. Pada umumnya, Crinoidea berwarna merah-ungu. Crinoidea hidup di daerah pasang surut hingga kedalaman 4.000 m. Lili laut hidup di laut yang dalam, sedangkan bintang bulu hidup di laut dangkal.

lili lautTubuh Crinoidea terdiri atas kelopak (kaliks) berbentuk mangkuk kecil dari pelat-pelat kapur dan lima buah lengan yang bagian pangkalnya bercabang sehingga tampak berjumlah 10 lengan atau lebih. Lili laut memiliki tangkai panjang hingga mencapai 1 m, beruas-ruas, terkadang memiliki sirus (kucir), dan berhubungan dengan kaliks. Tubuh Crinoidea memiliki daya regenerasi yang besar.

Mulut terletak di bagian oral yang dikelilingi lengan. Bagian oral menghadap ke atas. Sisa pencernaan dibuang melalui anus yang terletak di bagian oral. Sistem saluran air sangat sederhana. Crinoidea tidak memiliki madreporit maupun ampula sehingga gerakan kaki tabung dikendalikan oleh kontraksi saluran cincin yang dilengkapi serat otot melingkar.

Reproduksi Crinoidea terjadi secara seksual dan bersifat gonokoris. Pembuahan terjadi secara eksternal dan telur dilekatkan pada pinula (cabang-cabang kecil pada lengan). Telur menetas menjadi larva vitellaria yang tidak makan dan berenang bebas. Selanjutnya, larva melekat pada substrat, bermetamorfosis menjadi larva pentakrinoid yang bertangkai, dan tumbuh hingga dewasa.

Terdapat sekitar 630 spesies Crinoidea yang teridentifikasi, antara lain lili laut (Ptilocrinus pinnatus) dan bintang bulu (Antedon bifida dan Antedon loveni).

e. Holothuroidea

Holothuroidea dikenal sebagai mentimun laut. Tubuh Holothuroidea berbentuk silindris (bulat memanjang) berukuran sekitar 15 – 35 cm. Permukaan tubuh Holothuroidea tidak keras dan tidak berduri. Holothuroidea membenamkan diri ke pasir sehingga yang tampak hanya bagian posteriornya. Mereka aktif mencari makan pada malam hari. Makanan berupa plankton dan sisa-sisa bahan organik.

Mulut terletak di bagian anterior dan anus di bagian posterior. Mulut dikelilingi tentakel berjumlah 10 – 30 buah. Mulut maupun tentakel dapat ditarik ke dalam dinding tubuh bila Holothuroidea terganggu. Di bagian dorsal terdapat dua daerah kaki tabung sebagai alat peraba dan alat bernapas, sedangkan di bagian ventral terdapat tiga daerah kaki tabung dengan alat isap untuk pergerakan (merayap).

Holothuroidea memiliki sistem saluran air lengkap, tetapi bukan air laut yang masuk atau keluar madreponit, melainkan cairan rongga tubuh. Holothuroidea bernapas dengan alat pernapasan yang disebut pohon pernapasan dan seluruh permukaan tubuhnya. Holothuroidea memiliki sistem peredaran darah hemal yang terdiri atas sebuah sinus cincin hemal dan sinus radial hemal yang sejajar dengan saluran cincin dan saluran radial sistem pembuluh air. Holothuroidea tidak mempunyai jantung. Holothuroidea memiliki daya regenerasi yang tinggi.

Bila tubuhnya dipotong menjadi dua, masing-masing bagian akan memperbaiki bagian tubuh yang hilang. Holothuroidea menghindari mangsanya dengan cara eviserasi, yaitu autotomi dan pelepasan sebagian alat tubuhnya melalui sobekan kloaka, misalnya tentakel, sebagian saluran pencernaan, atau gonad, kemudian dapat diregenerasi dalam beberapa hari oleh sel-sel di bagian dalam tubuh.

Hubungan komensalisme yang unik terjadi antara ikan karapus (Fierasfer) dengan mentimun laut di daerah tropis. Ikan karapus selamanya tinggal di kloaka mentimun laut dan hanya keluar pada malam hari untuk mencari makan.

Holothuroidea bereproduksi secara seksual, bersifat gonokoris atau hermafrodit, dan pembuahan terjadi secara eksternal. Ada Holothuroidea yang mengerami telurnya. Telur menetas menjadi larva yang berenang bebas, kemudian bermetamorfosis dan turun ke substrat menjadi mentimun laut muda.

Terdapat sekitar 1.200 spesies Holothuroidea yang teridentifikasi, antara lain Cucumaria sp., Holothuria edulis, dan Thyone sp.

Sumber: Irnaningtyas. Biologi untuk SMA/MA Kelas X Erlangga 2013

by
Facebook Twitter

Artikel terbaru kami

Artikel terkait Klasifikasi Echinodermata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>