Pengertian dan Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB)

Menurut UU No. 10 Tahun 1998, Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) adalah badan usaha yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membayar investasi perusahaan.

Jenis-jenis LKBB

1) Lembaga pembiayaan

Lembaga pembiayaan adalah lembaga yang usahanya melakukan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana dari masyarakat secara Iangsung.

Contoh: sewa guna usaha, pembiayaan konsumen, dan kartu kredit.

2) Perusahaan asuransi

Perusahaan asuransi adalah suatu usaha yang menghimpun dana dari masyarakat melalui pengumpulan premi (uang pertanggungan) asuransi.

Loading...

Polis asuransi adalah dokumen perjanjian tertulis antara pihak penanggung (perusahaan asuransi) dengan pihak tertanggung (pihak yang dijamin) yang memuat persyaratan atau ketentuan perjanjian.

Dilihat dari jenis usahanya, perusahaan asuransi di Indonesia dikelompokkan sebagai berikut.

a) Asuransi jiwa, yaitu perusahaan asuransi yang memberi pertanggungan jiwa atas kematian atau kecelakaan.

Contoh:

(1) PT Asuransi Jiwasraya

(2) PT Asuransi Bumi Putera

b) Asuransi kerugian, yaitu perusahaan asuransi yang memberi pertanggungan atas kerugian akibat kecelakaan atau bencana lainnya.

Contoh:

(1) Asuransi kebakaran

(2) Asuransi kendaraan bermotor

(3) Asuransi kecelakaan

c) Asuransi sosial, yaitu perusahaan asuransi yang memberi pertanggungan atas kejadian meninggal, cacat, atau pensiun.

Contoh:

(1) PT Tabungan Asuransi Pegawai Negeri (PT TASPEN)

(2) PT Jamsostek

(3) PT Asuransi Jasa Raharja

(4) PT Asuransi Jasa Indonesia (PT JASINDO)

d) Reasuransi, yaitu pengalihan sebagian risiko kepada penanggung lain yang dilakukan oleh penanggung pertama karena risiko yang dirasakan terlalu besar.

Contoh: PT Reasuransi Umum

3) Lembaga dana pensiun

Dana pensiun adalah dana yang disediakan pemerintah atau perusahaan kepada para pegawai/karyawannya yang telah mencapai batas usia tertentu (purna tugas) sebagai cadangan hari tua.

Tujuannya adalah:

a) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat (terutama pegawai negeri dan TNI, karyawan swasta, dan pensiunan).

b) Cadangan hari tua.

Lembaga dana pensiun adalah lembaga atau badan yang khusus mengurus dana pensiun yang sumber dananya diperoleh dari yayasan atau perusahaan sebagai jaminan hari tua bagi anggota yang bersangkutan.

Contoh:

a) PT Tabungan Asuransi Pegawai Negeri (PT Taspen).

b) PT Asuransi Sosial ABRI (ASABRI).

c) PT Jamsostek (untuk karyawan swasta).

4) Koperasi simpan pinjam (koperasi kredit)

Koperasi simpan pinjam adalah koperasi yang usahanya menerima simpanan dan memberikan pinjaman kepada para anggotanya yang memerlukan dengan bunga yang rendah (ringan).

Tujuannya adalah untuk mendidik para anggotanya supaya Iebih hemat dengan menyisihkan sebagian pendapatannya untuk ditabung.

Manfaat koperasi simpan pinjam:

a) Anggota dapat memperoleh pinjaman secara mudah.

b) Tingkat bunga pinjaman rendah.

c) Anggota dapat memenuhi kebutuhannya.

d) Anggota terhindar dari rentenir.

e) Anggota memperoleh Sisa Hasil Usaha (SHU).

f) Pinjaman tidak menggunakan jaminan.

5) Perum pegadaian

Perum pegadaian adalah usaha yang memberikan pinjaman (kredit) jangka pendek dengan jaminan barang-barang bergerak. Besarnya pinjaman tergantung dari nilai barang yang dijaminkan.

Tujuannya adalah membantu masyarakat luas, terutama golongan kurang mampu untuk mendapatkan pinjaman secara cepat dengan prosedur yang sederhana, mudah, dan cepat.

Dalam kegiatan usahanya, perum pegadaian menawarkan kepada masyarakat empat jenis produk jasa, yaitu:

a) pemberian pinjaman atas dasar hukum gadai,

b) penaksiran nilai barang,

c) penitipan barang, dan

d) jasa lain.

Loading...