Pengertian Formalin

Formaldehida adalah zat tidak berwarna, mudah terbakar, bahan kimia berbau tajam yang digunakan dalam bahan bangunan dan untuk menghasilkan banyak produk rumah tangga.

Formaldehida adalah zat tidak berwarna, mudah terbakar, bahan kimia berbau tajam yang digunakan dalam bahan bangunan dan untuk menghasilkan banyak produk rumah tangga. Formalin ini digunakan dalam produk kayu pressed, seperti papan partikel, kayu lapis, dan papan serat; lem dan perekat; pelapis produk kertas; dan bahan isolasi tertentu. Selain itu, formaldehida umumnya digunakan sebagai fungisida industri, bahan pembasmi kuman, dan disinfektan, dan sebagai pengawet dalam kamar mayat dan laboratorium medis. Formaldehida juga terjadi secara alami di lingkungan. Formalin ini diproduksi dalam jumlah kecil oleh organisme hidup yang sebagia besar bagian dari proses metabolisme normal.

Pengertian FormalinFormalin dipergunakan untuk mengawetkan oraganisme yang sudah mati. Bila anda menemukan suatu organisme yang langka tetapi sudah mati, lebih baik diawetkan daripada dibuang begitu saja. Sebaliknya, organisme yang masih hidup janganlah dibu.nuh hanya sekedar untuk membuat awetan. Hal ini dapat mempercepat hilangnya suatu jenis organisme tertentu, terutama yang hampir punah. Untuk membuat awetan oraganisme yang ukuran kecil dapat digunakan laruutan formalin 5%, sedangkan untuk membuat awetan organisme yang ukuran besar, dapat digunakan larutan formalin 10%.

Bahan yang diperlukan adalah formalin. Yang disebut formalin adalah larutan formaldehid 40% dalam air sulig. Utuk membuat A% larutan formalin dari B%, yang dengan mengencerkan A mL larutan B%, hingga menjadi B mL. contoh untuk membuat formallin 4% dari bibit 40%. Ambil 4 mL formalin 40%, kemudian ditambahkan air suling hingga menjadi 40 mL, atau ditambahkan air suling 36 mL ke dalam 4 mL formalin bibit 40%.

Loading...

Meskipun efek kesehatan jangka pendek paparan formaldehida sangat terkenal, sedikit yang mengetahui tentang potensi efek kesehatan jangka panjang. Pada tahun 1980, studi laboratorium menunjukkan bahwa paparan formaldehida dapat menyebabkan kanker hidung pada tikus. Temuan ini menimbulkan pertanyaan tentang apakah paparan formaldehida juga bisa menyebabkan kanker pada manusia. Pada tahun 1987, US Environmental Protection Agency (EPA) diklasifikasikan formaldehida sebagai karsinogen manusia kemungkinan dalam kondisi paparan yang sangat tinggi atau berkepanjangan. Sejak saat itu, beberapa studi manusia telah menyarankan bahwa paparan formaldehida dikaitkan dengan jenis kanker tertentu. Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) mengklasifikasikan formaldehida sebagai karsinogen manusia. Pada tahun 2011, National Toxicology Program, program antar Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan, memberi nama formaldehida sebagai karsinogen manusia.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *