Pengertian iman kepada hari akhir

| Diperbaharui: 3 September, 2016

Iman kepada hari akhir adalah meyakini bahwa hari akhir atau dimana hancurnya seluruh alam semesta. yang ditandai dengan di tiupkannya sangsakala oleh malaikat isrofil. pada hari itu semua benda yang ada di langit dan dibumi semuanya akan hancur.

Advertisement

Gunung-gunung akan meletus seperti bulu yang di hambur-hamburkan , dan manusia seperti laron yang berterbangan . badai ombak sangat dahsyat, manusia pontang panting tidak mengenali saudarannya karena pada saat itu manusia hanya berpikirbagai mana dengan dirinya. sebagai mana firman Alloh SWT. pada suroh ar-rohman ayat 26:27

“semua yang ada di bumi semua akan binasa, tetapi wajah tuhanmu yang mempunyai kesabaran dan kemuliaan tetap kekal”.

Tidak ada orang yang mengetahui secara pasti kapan hari kiamat itu akan terjadi bahkan para nabi, malaikat pun tidak mengetahuinya dan hanya alloh lah yang mengetahuinya. meskipun demikian kita kita sebagai umat islam harus yakin dan percaya bahwa hari akhir itu akan terjadi. seperti fiman alloh swt. sebagai berikut:

Advertisement

“sungguh hari kiamat itu akan datang . aku merahasiakan(waktunya) agar setiap orang di balas dengan apa yang telah dia usahakan”.

Tanda-tanda hari akhir antara lain sebagai berikut.

  1. manusia sudah tidak mempunyai rasa malu dan sungkan untuk melakukan perbuatan zina dan mabuk. prrbuatan mencuri, merampok dan berbuat lainnyadi lakukan.
  2. manusia melupakan alloh swt. karena sibuk dengan urusan duniadan melupakan bahwa ia akan hidup kekal di akhirat. dengan kesibukannya tersebut, manusia tidak lagi mempunyaiwaktu untuk beribadah. oleh karena itu nama alloh swt. sudah tidak terdengar lagi. masjid dan musola kosong bahkan di tutup. di rumah-rumah penduduk tidak ada lagi suara orang mengaji ayat suci al-quran
  3. manusia kehilangan akal sehatnya dalam menghadapi segala permasalahan sehingga dengan perkara kecil saja saling membunuh antara satu dan lainnya. pembunuhan di lakukan oleh siapa saja, tidak peduli antar tetangga, antar kawan, antar saudara, bahkan antar anak dan orang tua.
  4. manusia saling memitnah. oleh karena itu, tidak ada lagi suasans rukun, damai, dan tentram. masyarakat di hinggapi perasaan curiga, cemas dan bermusuhan


Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *