Pengertian Klorin dan Penggunaanya dalam Kehidupan

Sebagian besar orang tentunya lebih mengenala kaporit dibandingkan dengan klorin, padahal kedua nama tersebut merupakan objek yang sama. Kaporit merupakan sebutan mudah masyarakat untuk Kalsium hipoklorit. Untuk lebih memahami klorin di bawah ini adalah uraian tentang pengertian klorin semoga bermanfaat!

Klorin adalah sebuah cincin aromatik heterosiklik yang terdiri dari tiga pirola dan satu pirolina yang bergandengan melalui empat tautan metina. Tidak seperti porfirin, klorin tidak bersifat aromatik pada keseluruhan cincin walaupun memiliki komponen pirola yang aromatik.

Klorin yang berikatan dengan magnesium disebut klorofil dan merupakan inti pigmen fotosensitif kloroplas. Senyawa terkait dengan dua pirola yang tereduksi disebut bakterioklorin. Oleh karena fotosensitivitasnya, klorin digunakan sebagai agen fotosensitif pada terapi percobaan laser kanker.

Klorin dan Kaporit adalah istilah yang digunakan untuk menyebut zat yang sama. Kaporit adalah bahasa awam dari Kalsium hipoklorit yaitu senyawa klorin (Cl2) yang banyak digunakan sebagai pemutih dan desinfektan. Klorin adalah unsur halogen yang paling banyak terdapat dialam namun jarang ditemui dalam bentuk bebas. Pada umumnya klorin di temukan dalam bentuk garam halida dan ion klorida (Lihat: sifat-sifat unsur Halogen). Sumber utama klorin adalah air laut. Dalam air laut klorin berbentuk ion klorida. Pada proses pembuatan garam, ion klorida akan berikatan dengan unsur Natrium membentuk garam Natrium klorida atau garam dapur.

Loading...

Klorin pada suhu kamar berbentuk gas. Pada suhu dibawah -34’C berbentuk cair dan pada suhu dibawah -103’C berbentuk kristal berwarna kekuningan. Untuk mendapatkan gas klorin dapat dilakukan dengan melakukan reaksi elektrolisis garam dapur atau dengan cara menambahkan larutan asam klorida (HCl) pada lempeng mangan oksida(MnO2). Dari beberapa hasil penelitian di ketahui bahwa elektrolisa garam merupakan cara paling efektif dalam memperoleh gas klorin. Berikut ini adalah contoh reaksi yang menghasilkan gas klorin

Pemanfaatan Klorin

Dalam kehidupan manusia, klorin memegang peranan penting yaitu banyak benda-benda yang kita gunakan sehari-hari mengandung klorin seperti peralatan rumah tangga, alat-alat kesehatan, kertas, obat dan produk farmasi, pendingin, semprotan, pembersih, pelarut, dan berbagai produk lainnya (Hasan, 2006; Retnowati, 2008).  Pada industri tekstil dan kertas, senyawa klorin baik dalam bentuk klorin dioksida (ClO2) atau sodium hipoklorid (NaOCl). Pemutihan dengan menggunakan klorin, proses oksidasinya selalu melibatkan atom Cl. Jika sebuah oksidator melepaskan elektron, maka akan terjadi proses oksidasi dan struktur kimia dari molekul tersebut berubah dan warnanya juga berubah (Retnowati, 2008). Penggunaan senyawa klorin sebagai pemutih memungkinkan terjadinya produk samping atau limbah yang berbahaya bagi lingkungan (Jayanudin et al., 2010).

Penggunaan klorin dalam pengolahan air minum dimanfaatkan sebagai desinfektan. Klor atau klorin merupakan bahan kimia bersifat oksidator yang berfungsi untuk menghilangkan pertumbuhan mikroorganisme. Bahan kimia ini akan membu.nuh mikroorganisme dengan daya oksidasinya. Klorin merupakan   bahan   kimia   yang   murah   dan mempunyai daya desinfeksi sampai beberapa jam setelah penambahannya (Lestari et al., 2008).

Kandungan klor yang tinggi dalam air minum dapat menyebabkan racun bagi tubuh, namun apabila klor dalam konsentrasi yang layak tidak berbahaya bagi manusia bahkan dibutuhkan sebagai desinfektan. Klor dalam air dengan konsentrasi tinggi apabila berikatan dengan Na+ akan menyebabkan rasa asin dan dapat merusak pipa-pipa air (Antara et al., 2008)

Meskipun dalam pengolahan air limbah klor juga dapat digunakan, namun tidak dianjurkan karena menurut penelitian klor berpotensi menghasilkan Trihalometan (THMs) yang disebabkan oleh adanya reaksi antara senyawa-senyawa organik berhalogen dalam air limbah dengan klor. Trihalomentan merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik dan mutagenik (Sururi et al., 2008). Beberapa jenis limbah yang dapat diolah dengan menggunakan oksidator klor adalah limbah yang mengandung sianida seperti pada industri metal plating dan industri tambang (WEF, 2008). Contoh aplikasi klorin dalam pengolahan limbah adalah sebagai oksidator dalam pengolahan limbah sianida.

Loading...