Pengertian Stratifikasi Sosial dan Macamnya

Kekayaan (materi) bisa dijadikan acuan sebagai penepmpatan lapisan-lapisan sosial, Ketika seseorang mempunyai kekayaan yang banyak maka ia akan ditempatkan sebagai lapisan teratas dalam lapisan sosial, begitu juga ketika seseorang mempunyai kekayaan sedikit maka otomatis akan ditempatkan pada lapisan yang paling bawah dalam hal lapisan sosial.

Orang melihat kekayaan itu bisa dilihat dengan penampilan rumah yang megah mobil mewah, pakaian yang bagus, serta dengan hobi berbelanja barang mahal dan kemampuan untuk bisa berbagi dengan orang lain. lstilah stratifikasi berasal dari kata bahasa Latin, yaitu struktur (bentuk tunggal) dan strata (bentuk jamak), yang artinya lapisan. Pengertian stratifikasi sosial dari berbagai pendapat para ahli, antara lain:

  1. Menurut Pitirim A. Sorokin, sistem stratifikasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat yang diwujudkan dalam kelas tinggi, sedang, dan rendah.
  2. Menurut Soerjono Soekanto, stratifikasi social adalah perbedaan posisi seseorang atau kelompok dalam kedudukan berbeda-beda secara vertikal. Pada umumnya, stratifikasi sosial didasarkan pada kedudukan yang diperoleh melalui serangkaian usaha perjuangan berdasarkan kepiawalan seseorang dalam interaksinya di dalam masyarakat.
  3. Menurut Robert M.Z. Lawang, stratifikasi social merupakan penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu kedalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise.

Macam-macam stratifikasi sosial dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:

  1. Berdasarkan status yang diperoleh secara alami.

Stratifikasi berdasarkan perbedaan usia (age stratification). Dalam stratifikasi sosial berdasarkan usia ini, umumnya anggota masyarakat yang berusia lebih muda mempunyai hak dan kewajiban yang berbeda dengan anggota masyarakat yang Iebih tua. Pada kelompok masyarakat tertentu, anak tertua mempunyai status yang lebih tinggi daripada anak yang lebih kecil atau muda.

  1. Berdasarkan status yang diperoleh melalui serangkaian usaha
  2. Stratifikasi status dalam pendidikan

Orang-orang yang mampu menyelesaikan pendidikan formal sampai pada jenjang yang lebih tinggi umumnya memperoleh hak dan kewajiban yang lebih beragam, sehingga status sosial yang diperolehnya pun akan Iebih beragam, atau lebih jelasnya tingkat pendidikan seseorang atau kelompok tertentu akan membedakan hak dan kewajibannya dengan individu atau kelompok lain, pada akhirnya akan menentukan kelas sosial yang mereka tempati.

  1. Stratifikasi dalam bidang pendidikan

Stratifikasi ini sangat tampak pada instansi atau organisasi yang dikelola secara modern, di mana terdapat kedudukan yang berbeda-beda untuk pekerjaan sejenis. Misalnya: seorang manajer dengan pelaksana administrasi (staf), asisten dosen dengan guru besar (profesor), dan tamtama dengan perwira.

  1. Stratifikasi dalam bidang ekonomi

Stratifikasi atau pembedaan kelas sosial ini berdasarkan penghasilan dan kekayaan material.

Loading...

Stratifikasi sosial dalam masyarakat secara nyata dapat dilihat dalam beberapa bidang, antara lain:

  1. Pelapisan sosial dalam bidang ekonomi

Sebutan yang berbeda antara orang kaya dan orang miskin tampaknya masih tetap ditujukan pada jumlah harta benda material milik seseorang. Jadi, istilah kaya identik dengan orang-orang yang memiliki banyak benda-benda ekonomi, sedangkan istilah miskin adalah sebaliknya. Secara garis besar, dalam masyarakat terdapat tiga kelas sosial, yaitu:

  1. Kelas atas (upper class)

Kelas atas terdiri atas kelompok orang-orang kaya, semua kebutuhan hidupnya terpenuhi, bahkan secara berlebihan. Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran.

  1. Kelas menengah (middle class)

Kelas menengah merupakan kelompok orang orang berkecukupan, yaitu kebutuhan mendasar atau pokok terpenuhi atau pendapatan seimbang dengan pengeluaran.

  1. Kelas bawah (low class)

Kelas bawah terdiri atas kelompok orang-orang miskin yang belum bisa memenuhi kebutuhan pokoknya atau pendapatan lebih kecil daripada pengeluaran.

  1. Pelapisan sosial dalam hal status sosial

Kedudukan adalah tempat atau posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. Adapun kedudukan sosial adalah tempat seseorang secara umum dalam masyarakat berhubungan dengan orang-orang lain di dalam lingkungan pergaulannya, prestise, serta hak, dan kewajibannya.

  1. Pelapisan sosial dalam bidang politik

Pelapisan sosial dalam bidang politik selalu berhubungan dengan kekuasaan dan wewenang. Kekuasaan (power) adalah kemampuan suatu pihak untuk memengaruhi pihak lain, sehingga tidak mampu menolak kemauan atas keinginan pihak yang berkuasa. Wewenang (authority) merupakan hak untuk menguasai karena adanya dukungan norma dan pengakuan masyarakat.

Baca juga: 2 Bentuk Stratifikasi Sosial

Menurut Mac Iver, ada tiga pola umum system lapisan kekuasaan, yaitu:

  1. Tipe kasta

Tipe kasta adalah sistem lapisan kekuasaan dengan garis pemisah yang tegas dan kaku, biasanya terdapat pada masyarakat yang menganut kasta, di mana hamper tidak terjadi mobilitas vertikal. Dengan kata lain, garis pemisah setiap lapisan hampir tidak mungkin ditembus.

  1. Tipe oligarkis

Tipe oligarkis adalah sistem lapisan kekuasaan yang masih mempunyai garis pemisah tegas, tetapi perbedaan kelas-kelas sosial ditentukan oleh kebudayaan masyarakat, terutama pada kesempatan yang diberikan kepada para warga untuk memperoleh kekuasaan-kekuasaan tertentu.

Bedanya dengan sistem kasta adalah walaupun kedudukan pada tipe kedua ini masih didasarkan pada kelahiran (ascribedstatus), tetapi individu masih diberi kesempatan untuk naik lapisan. Tipe kedua ini banyak dijumpai pada negara-negara yang didasarkan pada aliran fasisme dan Negara-negara totaliter.

  1. Tipe demokratis

Tipe demokratis adalah sistem laporan kekuasaan yang menunjukkan kenyataan akan adanya garis pemisah antara lapisan yang sifatnya fleksibel sekali. Kelahiran tidak menentukan kedudukan seseorang, yang terpenting adalah kemampuan (prestasi) dan keberuntungan.

Loading...