Pengertian Tema dalam cerita atau novel

Istilah tema berasal dari bahasa Latin yang berarti tempat meletakkan suatu perangkat. Disebut demikian karena tema merupakan Inti atau ide dasar sebuah cerita. Tema merupakan ide pokok atau makna yang terkandung dalam sebuah cerita.

Tema adalah pokok pikiran dalam sebuah cerita yang hendak disampaikan pengarang melalui jalinan cerita. Jadi, cerita tidak hanya berisi rentetan kejadian yang disusun dalam sebuah bagan, tetapi juga memiliki maksud tertentu.

Tema adalah gagasan atau amanat utama yang menjalin struktur isi karangan. Tema suatu cerpen/novel menyangkut segala persoalan dalam kehidupan manusia. Persoalan-persoalan itu dapat berkaitan dengan masalah kekuasaan, kasih sayang, kecemburuan, dan sebagainya. Tema jarang dituliskan secara tersurat oleh pengarangnya. Untuk mengetahuinya, diperlukan apresiasi terhadap seluruh bagian karangan itu. Bisa saja temanya itu dititipkan pada alur, karakter tokoh bahasa dan simbol-simbol lainnya yang gunakan pengarang dalam karangannya itu.

Menentukan tema melalui  alur cerita

Alur cerita kerap kali dipakai oleh pengarang untuk membimbing pembaca mengenali tema karangannya. Jika kita mendata peristiwa yang ada dalam suatu cerpen, kita akan menemukan peristiwa-peristiwa yang diurutkan atas dasar sebab. Misalnya, peristiwa A menyebabkan peristiwa B atau peristiwa B merupakan akibat dari peristiwa A. Dari urutan-urutan peristiwa tersebut kita akan sampai pada tema yang mendasari atau mewadahi timbulnya cerita itu.

Menemukan tema melalui tokoh cerita

Selain alur, penokohan juga bisa dipakai oleh pengarang untuk menemukan tema. Penokohan meliputi peran dan sifat-sifat tokoh yang diciptakan oleh pengarang.

Loading...

Tokoh cerita dengan bermacam-macam sifat dan wataknya sengaja diciptakan oleh pengarang untuk dimuati tema. Tokoh jahat (antagonis) biasanya dipertentangkan dengan tokoh baik (protagonis). Jika pengarang ingin menunjukkan kepada pembaca bahwa kebaikan tidak selamanya benar, pengarang bisa saja mengalahkan tokoh yang wataknya baik. Akan tetapi jika pengarang bertujuan untuk menyatakan bahwa kejahatan pasti punah, pengarang tentu akan memerankan tokoh protagonis.

Menemukan tema melalui penggunaan bahasa

Pernyataan bahasa dapat dipakai untuk menemukan tema melalui kalimat-kalimat, dialog yang diucapkan tokoh-tokoh cerita, dan juga komentar pengarang terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi. Dari situ kita dapat memperoleh tema yang digarap pengarang dalam karangannya.

Sebagi contoh, pada bagian penutup novelnya yang berjudul Para Priyayi, Umar Kayam menulis sebagai berikut.

“Maafkanlah bila saya salah dan khilaf menyampaikan pemahaman makna drama dari orang yang sangat kau cintai dan hormati ini. Angkatan kami adalah angkatan yang dibesarkan oleh berbagai tanda perubahan zaman. Kemelut demi kemelut, bahkan hingga hari ini, silih berganti menimpa kami untuk arif membaca sasmita tanda-tanda yang dipancarkan oleh Allah Subhanahuwataala. Pelajaran membaca sasmita alangkah sulitnya. Namun demikian, pelajaran itu tidak berhenti karena ia adalah semacam perjalanan juga. Tidak ada jalan lain, kecuali harus meneruskannya.

Tema novel di atas adalah bahwa generasi tua harus tanggap terhadap tanda-tanda perubahan zaman.

Loading...