Penggolongan Manusia Homo Sapiens

Menurut teori Darwin manusia merupakan revolusi dari kera. Akan tetapi, banyak fakta dan pendapat yang menentang teori tersebut. Manusia homo sapiens dapat digolongkan menjadi dua, yakni manusia wajak dan manusia Liang Bua.

1. Manusia Wajak atau Homo Wajakensis

Manusia Wajak atau Homo Wajakensis adalah temuan tunggal dari Indonesia yang perkembangannya sementara ini bisa disamakan dengan manusia modern pertama di waktu Plastosen. Manusia wajak pertama kali ditemukan oleh B.D Van Rietschoten di tahun 1889 di Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur. Tepatnya di sebuah caruk yang terletak di lereng gunung Karst di seberah arah barat laut Campurdarat.

Setelah penemuan tersebut, diadakan penelitian mengenai fosil tersebut. Dari penelitian tersebut diperoleh data bahwa temuan itu berwujud tengkorak manusia wajak dengan beberapa ruas leher dan fragmen tulang bawah. Bentuk tekstur dari tengkorak itu mempunyai bentuk muka yang lebar dan datar. Ciri-ciri lain yang didapatkan dari fosil tersebut ialah akar hidung yang lebar dan menonjol sedikit pada bagian mulutnya.

Sementara keadaan dahinya sedikit miring dan terdapat busur kening nyata pada bagian atas kepalanya. Menurut beberapa ahli, fosil yang ditemukan tersebut merupakan tengkorak dari seorang wanita berumur sekitar 30 tahun.

2. Manusia liang Bua

Jenis manusia homo sapiens yang kedua ialah Manusia liang Bua. Penemuan pertama kali dilakukan leh peneliti yang berasal dari australia dan indonesia.  penemuan tersebut terjadi pada tahun 2014 di sebuah gua liang bua yang terletak di pemukiman prasejarah di sekitar pulau Flores. Secara harfiah, liang bua mempunyai arti gua yang dingin.

Model gua yang lebar, sejuk dan dilengkapi dengan dataran yang rata diperkirakan menjadi tempat yang nyaman bagi manusia zaman pra-aksara. Penemuan yang terjadi di liang bua ini merupakan penemuan yang sangat penting dalam hal mengulas asal usul manusia di Indonesia. Mike J. Morwood dan Peter Brown menjadi orang pertama yang menemukan manusia Liang Bua pada tahun 2013.

Loading...

Penemuan tersebut diklaim sebagai penemuan sebuah spesies baru. Kemudian spesies tersebut diberi nama Homo Floresiensis.

Loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *