Penyebab sengketa internasional

Dalam suatu hubungan antara beberapa pihak ada kalanya tidak berjalan dengan mulus. Adakalanya timbul ketidakserasian yang kemudian menimbulkan sengketa diantara para pihak tersebut. Berbagai macam hal dapat menjadi penyebab sengkteta internasional, salah satu penyebab timbulnya sengketa internasional adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada satu sisi kemajuan ini dapat memberi manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, disisi lain dapat mendatangkan masalah baru. Contohnya adalah makin majunya kemajuan teknologi militer. Selain perkembangan IPTEK, terdapat masalah-masalah lain yang dapat menyebabkan sengketa internasional.

Masalah etnis dan pelanggaran HAM

Kelompok etnis atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan semuanya. Pada umumnya pengelompokan ini berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Dalam sebuah negara terdapat bermacam etnis. Perbedaan ini terkadang dapat menimbulkan perselisihan. Misalnya, kerusuhan etnis di negara-negara bekas Uni Soviet, Yugoslavia, dan Afrika.

Dalam beberapa kasus berlatar belakang etnis, sering juga terjadi tindakan pelanggaran HAM. Hal tersebut juga pernah terjadi di Indonesia, misalnya kerusuhan di sampit. Pelanggaran Hak Asasi Manusia pada umumnya terjadi hampir di tiap negara. Tetapi, perhatian masyarakat internasional terpusat pada negara-negara yang dilanda perang, negara protektorat, dan negara-negara miskin.

Ancaman pertumbuhan teknologi nuklir

Saat ini, dunia telah mengalami kemajuan pesat dengan makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, kemajuan dalam teknologi nuklir merupakan sebuah hal yang menjadi ancaman bagi kehidupan manusia. Penyalahgunaan teknologi nuklir mengancam kelestarian dan perdamaian dunia. Keadaan ini seharusnya meyadarkan umat manusia bahwa penyelesaian konflik internasional tidak harus dengan kekerasan, melainkan melalui jalur perundingan atau hukum.

Persoalan politik

Persoalan politik yang dapat menyebabkan terjadinya sengketa internaisonal terutama adanya pakta pertahanan atau pakta perdamaian. Setelah Perang Dunia II, muncul dua blok kekuatan besar, yaitu Blok Barat (Amerika Serikat dan sekutunya) serta Blok Timur (Soviet dan sekutunya). Kedua blok mempunyai pakta pertahanan masing-masing yang saling unjuk kekuatan terutama dalam kepemilikan dan pengembangan persenjataan canggih. Akibatnya, sering terjadi sengketa diberbagai negara, misalnya Perang Korea, Perang Vietnam, dan Perang Irak-Iran.

Keadaan penduduk

Keadaan penduduk berkaitan dengan jumlah penduduk suatu negara. Pertumbuhan penduduk yang sangat cepat cenderung menimbulkan kerusuhan sosial dan permusuhan antarnegara. Afrika, Timur Tengah dan Amerika Latin merupakan kawasan dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cepat sehingga cenderung menimbulkan kerusuhan sosial.

Loading...

Apabila tingkat pertumbuhan penduduk tidak dikurangi, ketegangan dan permusuhan antar negara akan makin meningkat. Makin besarnya jumlah pengungsi internasional akan menimbulkan kecenderungan makin besar ke arah revolusi dan kekuasaan. Keadaan ini diperparah dengan kenyataan bahwa pertumbuhan penduduk tidak diimbangi oleh kemajuan sosial dan ekonomi.

Keadaan penduduk juga dapat dipengaruhi oleh adanya migrasi internasional. Contohnya, migrasi masyarakat Afrika ke Eropa atau dari Meksiko atau negara Amerika Latin ke Amerika Serikat.

Persoalan batas wilayah

Persoalan batas wilayah yang menyebabkan terjadinya sengketa internasional terutama dalam penentuan kepemilikan laut teritorial dan batas alam daratan. Kasus seperti ini dapat kita lihat ketika adanya ketidaksepahaman antara Indonesia dan Malaysia mengenai batas laut teritorial di antara kedua negara. Contohnya kasus sengketa Pulau Sipadan dan Ligitan.

Merosotnya kualitas moral

Kondisi yang ckup memprihatinkan saat ini adalah terjadinya penurunan kualitas moral. Dalam bidang politik, banyak negarawan yang menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangannya sehingga bertentangan dengan harapan-harapan kemanusiaan. Salah satu tindakan penyalahgunaan yang serin dilakukan oleh para oknum negarawan adlah korupsi, kolusi dan nepotisme. Di Indonesia tindakan tersebut telah lama menjadi permasalahan. Sampai saat ini pemerintah mulai gencar melakukan penanganan yang lebih serius terhadap kasus tersebut.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *