Perbedaan Viroid dan Prion

Prion, disebut demikian karena mereka protein, adalah partikel menular, lebih kecil dari virus, yang tidak mengandung asam nukleat (DNA atau RNA tidak). Secara historis, gagasan agen penular yang tidak menggunakan asam nukleat dianggap mustahil, tetapi dipelopori oleh karya biologi pemenang hadiah Nobel Stanley Prusiner telah meyakinkan mayoritas ahli biologi bahwa agen tersebut memang ada.

Viroid adalah patogen tanaman: kecil, beruntai tunggal, partikel RNA melingkar yang jauh lebih sederhana dari virus. Mereka tidak memiliki kapsid atau amplop luar, tapi, seperti virus, dapat mereproduksi hanya dalam sel inang. Bagaimanapun, Viroid tidak memproduksi setiap protein. Mereka hanya menghasilkan molekul RNA spesifik tunggal. Penyakit manusia yang disebabkan oleh viroid belum diidentifikasi.

Viroid

Viroid merupakan molekul kecil RNA sirkuler terbuka (tanpa kapsid) yang lebih kecvil dari virus. Viroid hanya berupa asam nukleat yang terdiri atas beberapa ratus nukleotida dan tidak mengkode protein, tetapi mampu bereplikasi didalam sel inang dengan menggunakan enzim seluler. Virpid biasanya menginfeksi tanaman. Molekul RNA viroid akan mengganggu metabolisme sel dan mengacaukan sistem pengendalim pertumbuhan sehingga meghambat pertumbuhan pertanaman. Pada tahun 1927, sekitar 10 juta tanaman kelapa mati karena terinfeksi viroid di Fhilipina.

Prion

pada tahun 1997, ilmuan amerika , Stanly Prusiner, mendapatkan Hadiah Nobel atas penelitiannya terhadap proteinpenginfeksi yang lebih sederhana dari viroid, yaitu prion. Berbeda dengan viroid, prion merupakan protein yang tidak dapat bereplikasi, tetapi mampu mengubah protein inang menjadi protein versi prion.

Loading...

Sebuah hipotesis menjelaskan bahka prion merupakan versi “salah lipat” dari suatu protein yang biasanya terdapat di sel otak. Jika suatu prion melakukan kontak dengan “kembarannya” (protein yang normal), prion dapat menginduksi proteun normal tersebut menjadi benntuk abnormal. Reaksi berantai dan berlanjut terus hingga prion terakumulasi dalam jumlah yang membahayakan, menyebabkan malfungsi seluler, dan pada akhirya menyebabkan terjadinya degenerasi otak.

Penyakit degenerasi sistem saraf pusat (otak) yang disebabkan oleh prion, anatara lain, csrapie pada domaba, mad cow disease (penyakit sapi gila), BSE (bovino spongiform encephalopathy) pada sapi, penyakit CJD (Creuzfeld-jakob disease) pada manusia, penyakit kuru di Papua New Guenia, GSSD (Gerstemann-Straussler-Scheinker disease), serta penyakit FFI (fatal familial insomnia) atau penyakit susah tidur yang mematikan pada manusia.

Penyakit BSE pada sapi diduga akibat pemberian pakan ternak MBM (meat born meal) yang terbiat dari jeroan hewan untuk mamacu produksi susu dan daging. Orag yang mengonsumsi jeroan sapi yang terinfeksi dikhawatirkan dapat tertular penyakit ini. Sementara itu, penyakit kuru di Papua New Guinae, sekitar tahun 1950, disebabkan olewh praktik kanibalisme, dengann memakan otak dari musuh yang terbu.nuh. Namun, sejak ritual kanibalisme tersebut dilarang, penyakit kuru tidak muncul lagi.

Kesimpulan

Viroid

  • Lebih sederhana dari virus
  • Molekul kecil RNA sirkuler terbuka (tanpa kapsid)
  • Hanya terdiri atas beberapa ratus nukleotida
  • Tidak mengkode protein
  • Tidak mamou bereplikasi di dalam sel inang
  • Biasanya menginfeksi tanaman

Prion

  • Lebih sederhana dari prion
  • Merupakan protein
  • Tidak dapat bereplikasi
  • Mampu mengubah protein inang menjadi protein versi prion
  • Menyebabkan penyakit degeneratif otak
Loading...