Bagaimana Proses Pembentukan Bintang di Alam Semesta

Benda langit yang bernama bintang merupakan benda langit yang memancarkan cahaya sendiri dan kita semua tahu bahwa bintang itu berumur hingga milyaran tahun. Namun apakah kita tahu bagaimana asal mula pembentukan bintang tersebut. Berikut adalah paparan singkat bagaimana proses kelahiran sebuah bintang.

Bintang-bintang adalah sebuah bola gas yang besar. Bintang baru terbentuk dari gumpalan debu dan gas (umumnya berupa gas hidrogen) yang membesar dan bertemperatur dingin (dengan temperatur sekitar 10 derajat Kelvin) yang terletak di antara bintang-bintang dalam sebuah galaksi. Proses kelahiran bintang kurang lebih sebagai berikut.

  1. Biasanya, beberapa gangguan gravitasi bekerja terhadap awan-awan berupa debu dan gas yang terdapat di antara bintang-bintang dalam sebuah galaksi. Gangguan gravitasi ini misalnya gravitasi dari bintang-bintang di dekatnya atau gelombang kejut dari ledakan supernova.
  2. Gangguan tersebut menyebabkan terbentuknya gumpalan di bagian dalam awan.
  3. Gumpalan tersebut runtuh ke arah dalam dan gravitasinya menyedot gas-gas ke arah dalam.
  4. Gumpalan yang runtuh ini kemudian mengalami tekanan dan memanas.
  5. Gumpalan ini kemudian mulai berputar dan berbentuk datar sehingga memiliki bentuk seperti cakram (disk)
  6. Cakram gumpalan ini berputar semakin cepat, menarik semakin banyak gas dan debu, dan menjadi semakin panas.
  7. Setelah kurang lebih jutaan tahun atau lebih, sebuah inti yang padat, kecil, dan panas (dengan temperatur kurang lebih 1500 derajat Kelvin) akan terbentuk di tengah cakram tersebut. Inti ini disebut protobintang.
  8. Sejumlah gas dan debu terus menerus terisap masuk ke inti cakram, dan memberi energi kepada protobintang tersebut sehingga menjadi lebih panas.
  9. Jika temperatur protobintang mencapai sekitar 7 juta derajat Kelvin, hidrogen mulai terurai membentuk helium dan melepaskan energi.
  10. Sejumlah materi terus jatuh ke dalam bintang muda ini selama jutaan tahun karena keruntuhan akibat gravitasi lebih besar dibandingkan dengan tekanan ke arah luar yang ditimbulkan oleh fusi nuklir. Oleh karena itu, temperatur internal protobintang semakin meningkat
  11. Jika sejumlah massa tertentu yang runtuh (terisap) ke dalam protobintang tercapai (kurang lebih 0,1 massa matahari atau lebih) dan temperaturnya cukup panas untuk dapat menopang proses fusi, maka protobintang akan melepaskan gas-gas secara masif dalam bentuk semburan yang disebut semburan dua kutub. Jika sejumlah massa tersebut tidak mencukupi, bintang tidak akan terbentuk, tetapi akan menjadi sebuah bintang katai cokelat.
  12. Semburan bipolar (dua kutub) yang terjadi akan membersihkan bintang muda dari gas-gas dan debu. Beberapa dari gas-gas dan debu ini dapat berkumpul membentuk planet-planet.

Bintang muda sekarang telah stabil dalam arti bahwa tekanan internal yang bersumber dari proses fusi hidrogen, yang cenderung akan mencerai-beraikan inti bintang, diimbangi oleh gaya tarik gravitasi ke arah dalam (pusat bintang). Bintang ini kemudian dapat masuk ke dalam golongan bagian utama diagram H-R, bergantung pada massanya.

Jika bintang telah stabil, maka bintang tersebut memiliki struktur yang sama dengan struktur matahari, yaitu terdiri atas:

Loading...
  • Inti, tempat dimana reaksi fusi inti terjadi
  • Daerah radiatif, daerah dimana foton membawa energi menjauh dari inti
  • Daerah konvektif, daerah dimana arus konveksi terjadi dan membawa energi ke permukaan bintang.

Namun demikian, bagian dalam bintang ini bisa berbeda-beda bergantung pada lokasi lapisan-lapisannya. Bintang-bintang semacam matahari dan bintang lain yang kemasifannya lebih rendah dari matahari memiliki lapisan-lapisan yang urutannya seperti urutan yang sampaikan di atas. Bintang yang tingkat kemasifannya lebih besar beberapa kali dari matahari memiliki lapisan konvektif yang terletak jauh di dalam lapisan intinya dan lapisan radiatif berada lebih di atas. Sebaliknya, bintang yang kemasifannya berada di antara matahari dan bintang paling masif kemungkinan hanya memiliki sebuah lapisan radiatif.

Loading...