Sebutkan 12 Ciri-ciri Tumbuhan paku

Tumbuhan paku adalah tumbuhan vaskuler dan memiliki daun (dikenal sebagai pelepah), akar dan kadang-kadang batang sejati, dan pohon pakis memiliki batang penuh. Contohnya termasuk pakis dan paku ekor kuda. Daun dalam spesies terbesar pakis bisa mencapai sekitar enam meter!

Banyak pakis dari hutan hujan tropis bersifat epifit, yang berarti mereka hanya tumbuh pada spesies tanaman lainnya; air mereka berasal dari udara yang lembab atau dari curah hujan mengalir pada cabang dan batang pohon. Pteridophyta tidak memiliki biji atau bunga, sebaliknya mereka juga mereproduksi melalui spora.

Ciri-Ciri Tumbuhan paku atau Pteridophyta adalah sebagai berikut:

1.      Berbeda dengan tumbuhan lumut, tumbuhan paku sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati. Oleh karena itu, tumbuhan paku termasuk kormophyta berspora.

2.      Memiliki berkas pembuluh angkut. Baik pada akar, batang, dan daun, secara anatomi sudah memiliki berkas pembuluh angkut, yaitu xilem yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar menuju daun untuk proses fotosintesis, dan floem yang berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

3.      Terdiri atas dua fase generasi, yaitu sporofit (menghasilkan spora) dan gametofit (menghasilkan sel kela-min).

4.      Fase sporofit memiliki sifat lebih dominan dari fase gametofit.

5.      Berdasarkan fungsinya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi daun tropofil (untuk fotosintesis) dan daun sporofil (penghasil spora).

6.      Berdasarkan bentuknya, daun tumbuhan paku dibedakan menjadi daun mikofil (daun kecil) dan daun makrofil (daun besar)

7.      Habitat tumbuhan paku ada yang di darat dan ada pula yang di perairan serta ada yang hidupnya menempel.

8.      Pada waktu masih muda, biasanya daun tumbuhan paku menggulung dan bersisik.

9.      Tumbuhan paku dalam hidupnya dapat bereproduksi secara vegetatif dengan pembentukan gemmae dan reproduksi generatif dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.

10.  Dalam siklus hidup (metagenesis) terdapat fase sporofit, yaitu tumbuhan paku sendiri.

11.  Fase sporofit pada metagenesis tumbuhan paku memiliki sifat lebih dominan daripada fase gametofitnya.

12.  Memiliki klorofil sehingga cara hidupnya hidupnya fotoautotrof.

Join The Discussion

loading...