3 Faktor Penyebab Kemunduran Kekaisaran Romawi

Sehebat apapun suatu negara atau pemerintahan tetap saja menyimpan banyak permasalahan di dalamnya yang apabila tidak tertanggulangi permasalahan-permasalahan tersebut itu bisa berdampak fatal dan menyebabkan kemunduran bahkan keruntuhan suatu kekuasaan atau pemerintahan. Seperti halnya yang terjadi pada kekaisaran Romawi pada kala itu.

Sejak abad 4 Masehi kekaisaran Romawi mengalami kemunduran yang disebabkan oleh beberapa faktor.

  1. Beberapa kaisar Romawi tidak memberikan pimpinan yang baik bagi negaranya. Mereka lebih banyak mengutamakan kehidupan mewah untuk menyenangkann diri. Daerah – daerah jajahan banyak yang tidak puas dan mendorong penduduknya untuk melepaskan diri dan mendirikan negara merdeka.
  2. Lemahnya pertahanan Romawi. Pada mulanya masalah pertahanan menjadi kewajiban warganya (Homo Romanicus), tetapi setelah mereka banyak menikmati kekayaan diperoleh dari daerah jajahan dan mampu menyewa tentara bayaran, soal pertahanan banyak dipercayakan kepada tentara bayaran yang semangat dan tanggung jawabnya tidak sama dengan warga Romawi asli. Sementara itu di Eropa sedang terjaid perpindahan bangsa – bangsa (Volkenwanderung) yang disebabkan desakan – desakan Hun di bawah Attilla (± 400 SM). Bangsa Jerman, Bangsa Vandal, dan bangsa Goth mulai memasuki wilayah Romawi yang pertahanannya lemah.
  3. Pecahnya kekaisaran Romawi menjadi dua. Dalam masa pemerintahan Theodosius (378 – 395) kekaisaran dibagi atau Romawi Barat dan Romawi Timur untuk kedua putranya. Romawi Barat berpusat di Roma dan Romawi Timur berpusat di Constantinopel. Sebelum terjadi pembagian pada dasarnya kekaisaran Romawi secara kebudayaan sudah berbeda. Romawi Barat berbahasa dan berkebudayaan Latin, sedangkan Romawi Timur berbahasa dan berkebudayaan Yunani. Kekuasaan Romawi Barat jatuh pada tahun 476 oleh Odoakar, seorang panglima tentara sewaan bangsa Jerman. Peristiwa tersebut dijadikan tonggak sejarah Eropa untuk memisahkan zaman kuno dan abad pertengahan. Sedangkan kekaisaran Romawi Timur masih dapat bertahan sampai pertengahan abad 15. Pada tahun 1453 Constantinopel jatuh ke tangan bangsa Turki. Peristiwa tersebut dijadikan tonggak sejarah untuk memisahkan abad pertengahan dengna zaman baru.
Loading...