Simak 3 fungsi Peroksisom berikut ini

Peroksisom merupakan organel di dalam membran yang terdapat dalam sitoplasma sel eukariotik. Peroksisom memainkan peran kunci dalam oksidasi biomolekul tertentu. Mereka juga berkontribusi terhadap biosintesis lipid membran yang dikenal sebagai plasmalogens.

Pada sel tumbuhan, peroksisom melaksanakan fungsi-fungsi tambahan, termasuk daur ulang karbon dari phosphoglycolate selama fotorespirasi. Jenis khusus dari peroksisom telah diidentifikasi pada tanaman, di antaranya glyoxysome, yang berfungsi dalam konversi asam lemak ke karbohidrat.

Peroksisom merupakan organel yang menyerupai kantong berbentuk agak bulat, mengandung butiran kristal, dan diselubungi membran tunggal. Peroksisom terbentuk dan tumbuh melalui penggabungan protein dan lipid di dalam sitosol, kemudian setelah mencapai ukuran tertentu akan membelah untuk memperbanyak diri.

Peroksisom mengandung enzim oksidase dan enzim katalase. Enzim oksidase berfungsi memindahkan hidrogen dari suatu substrat agar dapat bereaksi dengan oksigen dan menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) sebagai produk sampingan. Oleh karena itu, organel tersebut dinamakan peroksisom. Hidrogen peroksida yang terbentuk bersifat racun, tetapi akan di ubah oleh enzim katalase yang juga dihasilkan oleh peroksisom menjadi air dan oksigen. Pada hewan, peroksisom banyak di temukan di dalam sel hati dan ginjal. Pada tumbuhan, peroksisom dapat ditemukan di kloroplas dan mitokondria pada sel-sel daun.

Fungsi peroksisom, yaitu:

1. Penghasil enzim oksidase dan katalase

2. Memecah asam lemak menjadi molekul kecil sebagai bahan bakar untuk respirasi sel

3. Di dalam sel hati, peroksisom menetralisir racun alkohol dan senyawa berbahaya lainnya.

Join The Discussion