Struktur Tubuh Mollusca dan fungsinya

Mollusca memiliki tiga bagian utama yang sama, berupa kaki, massa visera, dan mantel. Kaki Mollusca berotot dan di bagian telapak kaki mengandung banyak lendir dan silia.

Ukuran tubuh Mollusca bervariasi, ada yang berukuran beberapa milimeter hingga panjang 18 m. Bentuk tubuh Mollusca bervariasi, simetri bilateral, tertutup mantel yang menghasilkan cangkang atau tidak, ada pula yang berbentuk hampir bulat, atau silindris seperti cacing.

Meskipun terdapat perbedaan ciri tubuh, pada umumnya Mollusca memiliki tiga bagian utama yang sama, berupa kaki, massa visera, dan mantel. Kaki Mollusca berotot dan di bagian telapak kaki mengandung banyak lendir dan silia yang digunakan untuk pergerakan. Massa visera mengandung organ-organ internal, seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Mantel merupakan lipatan jaringan yang menutupi massa visera dan berfungsi menyekresikan cangkang.

Sistem pencernaan makanan Mollusca lengkap, terdiri atas mulut, esofagus, lambung, usus, dan anus. Kecuali pada Pelecypoda, di dalam rongga mulut Mollusca terdapat radula (lidah parut). Radula terdiri atas tulang muda (odontophore) yang di atasnya terdapat beberapa baris gigi kitin yang ujungnya mengarah ke dalam. Radula berfungsi untuk mengerok lumut, merumut, mengebor, dan menangkap mangsa. Anus terletak di tepi dorsal rongga mantel, di bagian posterior. Sisa pencernaan berupa pelet yang padat, sehingga tidak mencemari rongga mantel.

Ciri-ciri Mollusca

Ciri-ciri Mollusca

Mollusca memiliki jantung yang terdiri atas dua serambi (aurikel) dan satu bilik (ventrikel). Mollusca memiliki peredaran darah terbuka, karena darah tidak beredar di dalam pembuluh darah tetapi di dalam sinus darah (rongga di antara sel-sel organ). Pigmen darah hemosianin yang larut dalam plasma darah mengandung Cu, bukan Fe; berwarna biru pucat bila mengandung oksigen dan tidak berwarna bila kekurangan oksigen. Alat pernapasan berupa sepasang insang atau lebih, yang disebut ktenidium, paru-paru, atau keduanya. Alat ekskresi berupa sepasang protonefridium.

Sistem saraf berbentuk cincin saraf yang melingkari esofagus dengan beberapa pasang ganglion dan dua pasang benang saraf yang berhuhungan dengan kaki, mantel, dan organ-organ dalam. Alat indra berupa osfradium, mata, dan statosista. Osfradium berfungsi sebagai kemoreseptor.

Kecuali untuk aplacophorans, kebanyakan moluska telah memiliki perkembangan kaki berotot dengan baik. Struktur ini digunakan dalam banyak cara, misalnya: gerak, menempel pada permukaan, menggali, penahan sedimen, berenang, dan menggenggam (dimodifikasi menjadi tentakel pada gurita sehingga dapat memegang). Keragaman besar adaptasi kaki mencontohkan keragaman morfologi besar dari bentuk moluska.

Sebuah lapisan jaringan epidermis yang disebut mantel mengelilingi tubuh moluska. Kelenjar khusus dalam mantel bertanggung jawab atas ekskresi ekstraseluler yang membentuk struktur cangkang. Dalam semua kelompok molluscan cangkang diproduksi dalam lapisan (biasanya) kalsium karbonat, baik dalam kalsit atau bentuk aragonit.

Moluska telah beradaptasi dengan habitat darat, laut dan air tawar di seluruh dunia, meskipun kebanyakan moluska adalah hewan laut. Hampir 100.000 spesies moluska yang diketahui (tidak termasuk sejumlah besar spesies punah hanya dikenal sebagai fosil) dan jelas bahwa banyak ribuan jenis spesies yang tersisa tetap dideskripsikan. Sekitar 80% dari moluska dikenal adalah gastropoda (keong dan siput).



Reply