Apa Perbedaan koloid Sol dan Gel

Koloid muncul secara luas di alam dan diproduksi secara sintetis. Karena ini memiliki aplikasi industri yang luas, penting untuk memiliki sistem yang tepat untuk klasifikasi koloid. Koloid terdiri dari fase terdispersi dan media dispersi. Mereka diklasifikasikan berdasarkan sifat yang berbeda dari fase terdispersi dan medium. Mari kita pelajari tentang mereka di sini.

Klasifikasi Koloid

Berdasarkan Sifat Interaksi Antara Fase Dispersi dan Media Dispersi:

  • Koloid hidrofilik: Ini adalah koloid yang menyukai air. Partikel koloid tertarik ke air. Mereka juga dikenal sebagai sol reversibel. Contohnya termasuk Agar, gelatin, pektin, dll
  • Koloid hidrofobik: Ini adalah kebalikan dari sifatnya dengan koloid hidrofilik. Partikel-partikel koloid ditolak oleh air. Mereka juga disebut sol ireversibel. Contohnya termasuk sol Emas, partikel tanah liat, dll

Berdasarkan Jenis Partikel Fase Tersebar:

Bergantung pada bagaimana berbagai zat yang membentuk larutan koloid memperoleh ukuran partikel dalam kisaran ini, larutan koloid dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori berikut.

  • Koloid multimolekul: Larutan yang terbentuk sebagai hasil agregasi sejumlah besar atom atau molekul kecil (memiliki diameter kurang dari 1 nm) dari media terdispersi. Partikel-partikel yang tersebar disatukan oleh gaya Van der walls. Contoh: Sol emas, Sol belerang.
  • Koloid Makromolekul: Molekul memiliki massa molekul yang sangat tinggi yang menghasilkan pembentukan molekul besar yang disebut makromolekul. Ketika zat tersebut didispersikan dalam media dispersi yang sesuai, larutan koloid yang dihasilkan dikenal sebagai koloid makromolekul. Jadi, koloid makromolekul terdiri dari massa molekul tinggi. Secara umum, koloid liofilik bersifat makromolekul. Contohnya termasuk dispersi koloid dari makromolekul yang terjadi secara alami seperti pati, protein, gelatin, selulosa, asam nukleat, dll. Serta polimer sintetik seperti polietilena, polipropilena, karet sintetis, dll. Juga membentuk koloid makromolekul bila didispersikan dalam pelarut yang sesuai.
  • Koloid asosiasi (Micelles): Koloid tertentu berperilaku sebagai elektrolit kuat pada konsentrasi rendah tetapi menunjukkan sifat koloid pada konsentrasi lebih tinggi. Pada konsentrasi tertentu, molekul-molekul fase terdisosiasi sejajar sedemikian rupa untuk membentuk struktur misel. Konsentrasi khusus ini dikenal sebagai konsentrasi misel kritis. Koloid yang membentuk misel dikenal sebagai koloid terkait.

Tergantung Keadaan Media Dispersi dan Pendispersi:

Bergantung pada keadaan partikel terdispersi dan media dispersi, sistem Klasifikasi koloid berikut dapat digunakan.

Saat Media Dispersi Bercairan:

  • Busa – Saat media terdispersi adalah gas. Contohnya termasuk krim kocok, krim cukur, dll
  • Emulsi – Saat fase terdispersi berbentuk cair. Contohnya termasuk susu, mayones, dll
  • Sol – Saat fase terdispersi padat. Contohnya termasuk darah, tinta berpigmen, dll

2] Saat Media Dispersi berbentuk Gas

  • Aerosol cair – Ketika fase terdispersi adalah cairan. Contohnya termasuk kabut,  semprotan rambut, dll.
  • Aerosol padat – Ketika fase terdispersi padat. Contohnya termasuk asap, awan es, dll.

3] Saat Media Dispersi Solid

  • Busa Padat – Saat media yang terdispersi adalah gas. Contohnya termasuk styrofoam, batu apung, dll
  • Gel – Saat media terdispersi adalah cairan. Contohnya termasuk agar, agar-agar, dll
  • Sol padat – Saat media terdispersi padat. Contohnya termasuk gelas cranberry

Tabel Perbedaan:

Perbedaan Sol Gel
Contoh Darah Jelly buah, agar-agar yang dimasak
Pengertian Keadaan cair dari larutan koloid disebut sol. Definisi: Tahap padat atau semi-padat (seperti Jelly) dari larutan koloid disebut gel.
Struktur Sol tidak memiliki struktur yang pasti. Gel memiliki struktur seperti sarang lebah.
Viskositas Viskositas sol sangat rendah. Viskositas gel sangat tinggi.
Media dispersi Media dispersi sol dapat berupa air (hidrosol) atau alkohol (alcosol). Media dispersi gel akan menjadi partikel koloid terhidrasi.
Konversi Sol dapat dikonversi menjadi gel dengan mendinginkan. Gel dapat dikonversi menjadi sol dengan memanaskan.
Dehidrasi Sol dapat dengan mudah mengalami dehidrasi. Gel tidak dapat didehidrasi.
Jenis Sol dikategorikan ke dalam sol lyophobic dan lyophilic. Tidak ada klasifikasi gel seperti itu.
Loading...