Apa contoh Campuran? gabungan antara Pasir dan air

Campuran adalah gabungan dua zat sedemikian rupa sehingga tidak ada reaksi kimia yang terjadi di antara komponen. Contoh campuran heterogen adalah spons basah, pasir, kerikil, campuran jejak, dan kapur yang tersuspensi dalam air. Dalam suatu campuran, setiap komponen mempertahankan identitas kimianya sendiri. Biasanya pencampuran mekanis menggabungkan komponen campuran, meskipun proses lain dapat menghasilkan campuran (mis., Difusi, osmosis).

Secara teknis, istilah “campuran” disalahgunakan ketika resep makanan meminta Anda untuk mencampur, misalnya, tepung dan telur. Reaksi kimia memang terjadi di antara bahan-bahan memasak itu. Anda tidak bisa membatalkannya. Namun, mencampur bahan kering, seperti tepung, garam, dan gula, memang menghasilkan campuran yang sebenarnya.

Meskipun komponen campuran tidak berubah, campuran mungkin memiliki sifat fisik yang berbeda dari salah satu komponennya. Misalnya, jika Anda menggabungkan alkohol dan air, campuran tersebut memiliki titik leleh dan titik didih yang berbeda dari komponen mana pun.

Contoh Campuran adalah:

  • Pasir dan air
  • Garam dan air
  • Gula dan garam
  • Etanol dalam air
  • Udara
  • Soda
  • Garam dan merica
  • Larutan, koloid, suspensi

Contoh Yang Bukan Campuran

  • Soda kue dan cuka
  • Menggabungkan asam klorida (HCl) dan natrium hidroksida (NaOH)

Campuran dapat dikategorikan sebagai homogen atau heterogen.

Campuran homogen memiliki komposisi seragam yang tidak mudah terpisah. Setiap bagian dari campuran homogen memiliki sifat yang sama. Dalam campuran homogen, biasanya ada zat terlarut dan pelarut, dan zat yang dihasilkan terdiri dari fase tunggal. Contoh campuran homogen termasuk udara dan larutan salin. Campuran homogen dapat mengandung sejumlah komponen. Sementara larutan garam hanyalah garam (zat terlarut) yang dilarutkan dalam air (pelarut), udara mengandung banyak gas. Zat terlarut di udara termasuk oksigen, karbon dioksida, dan uap air. Pelarut di udara adalah nitrogen. Biasanya, ukuran partikel zat terlarut dalam campuran homogen adalah petite.

Campuran heterogen, sebaliknya, tidak menunjukkan sifat seragam. Seringkali mungkin untuk melihat partikel dalam campuran dan memisahkannya satu sama lain. Contoh campuran heterogen meliputi spons basah, pasir, kerikil, campuran jejak, dan kapur yang tersuspensi dalam air.

Sampai taraf tertentu, apakah campuran diklasifikasikan sebagai homogen atau heterogen adalah masalah skala. Misalnya, kabut mungkin tampak homogen bila dilihat dalam skala besar, namun jika diperbesar, konsentrasi air tidak akan seragam dari satu area ke area lainnya. Demikian pula, beberapa campuran yang muncul heterogen pada skala normal menjadi lebih homogen pada skala besar. Pasir itu heterogen jika Anda memeriksanya di telapak tangan Anda, namun tampaknya homogen jika Anda melihat seluruh pantai. Hampir semua campuran, dilihat pada skala molekuler, heterogen. Matematika diterapkan untuk menentukan apakah campuran itu homogen atau heterogen. Jika tidak ada variasi statistik antara sifat-sifat yang diamati, campuran harus diperlakukan sebagai homogen.

Loading...