Apa itu Homeostasis? tentang kestabilan tubuh

Homeostasis, dari kata Yunani untuk “sama” dan “tunak”, adalah setiap proses yang digunakan makhluk hidup untuk secara aktif mempertahankan kondisi yang cukup stabil yang diperlukan untuk bertahan hidup. Istilah homeostasis diciptakan pada tahun 1930 oleh dokter Walter Cannon. Bukunya, The Wisdom of the Body, menjelaskan bagaimana tubuh manusia mempertahankan tingkat suhu yang stabil dan kondisi vital lainnya seperti air, garam, gula, protein, lemak, kalsium, dan kandungan oksigen dalam darah. Proses serupa secara dinamis mempertahankan kondisi tunak di lingkungan Bumi.

Homeostasis telah menemukan aplikasi yang berguna dalam ilmu sosial. Ini mengacu pada bagaimana seseorang di bawah tekanan dan motivasi yang bertentangan dapat mempertahankan kondisi psikologis yang stabil. Sebuah masyarakat yang secara homeostatis mempertahankan stabilitasnya meskipun ada faktor-faktor politik, ekonomi dan budaya yang saling bersaing. Contoh yang baik adalah hukum penawaran dan permintaan, di mana interaksi penawaran dan permintaan menjaga harga pasar tetap stabil.

Misalnya, tubuh manusia menggunakan sejumlah proses untuk mengontrol suhunya, menjaganya tetap dekat dengan nilai rata-rata atau norma 98,6 derajat Fahrenheit. Salah satu respons fisik paling jelas terhadap kepanasan adalah berkeringat, yang mendinginkan tubuh dengan membuat lebih banyak kelembaban pada kulit yang tersedia untuk penguapan. Di sisi lain, tubuh mengurangi kehilangan panas di lingkungan yang dingin dengan mengurangi keringat dan mengurangi sirkulasi darah ke kulit. Dengan demikian, setiap perubahan yang menaikkan atau menurunkan suhu normal secara otomatis memicu umpan balik yang berlawanan, berlawanan atau negatif. Di sini, negatif hanya berarti berlawanan, bukan buruk; pada kenyataannya, ini berlaku untuk kesejahteraan kita dalam contoh ini. Umpan balik positif adalah respons untuk berubah dari kondisi normal yang semakin meningkatkan keberangkatan.

Loading...