Apa itu Ikatan kimia? daya tarik antar partikel pembentuk senyawa

Ikatan kimia adalah daya tarik abadi antara atom, ion atau molekul yang memungkinkan pembentukan senyawa kimia. Ikatan dapat dihasilkan dari gaya tarik elektrostatik antara ion yang bermuatan berlawanan seperti pada ikatan ion atau melalui pembagian elektron seperti pada ikatan kovalen. Kekuatan ikatan kimia sangat bervariasi; ada “ikatan kuat” atau “ikatan primer” seperti ikatan kovalen, ion dan logam, dan “ikatan lemah” atau “ikatan sekunder” seperti interaksi dipol-dipol, gaya dispersi London dan ikatan hidrogen.

Secara umum, ikatan kimia yang kuat dikaitkan dengan berbagi atau transfer elektron antara atom yang berpartisipasi. Atom-atom dalam molekul, kristal, logam, dan gas diatomik — memang sebagian besar lingkungan fisik di sekitar kita — disatukan oleh ikatan kimia, yang menentukan struktur dan sifat-sifat sebagian besar materi.
Contoh-contoh representasi titik-gaya Lewis dari ikatan kimia antara karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Diagram Lewis dot adalah upaya awal untuk menggambarkan ikatan kimia dan masih banyak digunakan saat ini.

1. Ikatan ion

Ikatan ion adalah jenis ikatan kimia yang terjadi akibat adanya serah terima elektron pada atom-atom yang berikatan. Atom-atom yang melepaskan elektron akan bermuatan positif (kation), sedangkan atom-atom yang menerima elektron akan bermuatan negatif (anion). Salah satu contoh ikatan ionik yang cukup populer adalah ikatan yang terjadi pada pembentukan garam natrium klorida, yakni reaksi antara senyawa NaOH dan senyawa HCl yang menghasilkan senyawa NaCl.

Untuk lebih memperjelas seperti apa contoh senyawa yang terbentuk dari hasil ikatan ionik tersebut. Beberapa sifat-sifat dari senyawa yang terbentuk atas dasar ikatan ion adalah secara fisik, senyawa yang terbentuk dari ikatan ionik pada suhu kamar akan berwujud padat, memiliki bentuk struktur kristal agak rapuh, mempunyai angka titik didih dan titik leleh yang cukup tinggi, dapat larut pada pelarut air namun tidak larut pada jenis pelarut organik serta pada fase padat tidak menghantarkan arus listrik, namun saat terhidrolisis dalam air akan dapat menghantarkan arus listrik. Inilah karakter fisik yang dibangun oleh senyawa dengan jenis ikatan ionik. Contoh:

NaOH + HCl —> NaCl + H2O

2. Ikatan hidrogen

Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terbentuk antara unsur H dengan atom F,O dan N. Suatu zat yang memiliki ikatan hidrogen yang lebih banyak biasanya akan lebih cepat mendidih saat dipanaskan. Secara umum ikatan hidrogen terbagi ke dalam dua jenis yakni ikatan hidrogen intra molekuler dan ikatan hidrogen ekstra molekuler. Ikatan hidrogen intra molekuler merupakan ikatan antara atom H dan atom F,O,N yang terjadi di dalam sebuah molekul, misalnya ikatan antara atom H dan atom O pada senyawa H2O. Sementara untuk ikatan hidrogen ekstra molekuler adalah ikatan hidrogen yang terjadi antar senyawa, misalnya antara molekul H2O yang satu dengan molekul H2O lainnya.

3. Ikatan kovalen

Ikatan kovalen adalah ikatan yang terjadi akibat adanya penggunaan bersama pasangan elektron oleh atom-atom yang saling berikatan satu sama lainnya. Ikatan kovalen terdiri dari bermacam-macam jenis diantaranya adalah ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua, ikatan kovalen rangkap tiga, ikatan kovalen koordinasi, ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen non polar. Secara umum, senyawa yang memiliki ikatan kovalen memiliki beberapa sifat fisik sebagai berikut: pada suhu kamar dapat berwujud gas, cair dan padatan, untuk yang berwujud padat biasanya lunak namun tidak rapuh, memiliki titik didih dan titik leleh yang rendah, pada umumnya tidak menghantarkan arus listrik, larut pada pelarut organik dan tidak larut dalam air.

4. Ikatan logam

Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terjadi karena adanya gaya tarik-menarik yang kuat antara ion positif dari logam terhadap elektron-elektron valensi yang bergerak bebas. Ikatan logam tersebut menyebabkan sifat-sifat logam diantaranya adalah pada suhu kamar rata-rata berwujud padat terkecuali logam Hg, keras namun dapat ditempa, menjadi konduktor atau penghantar panas yang baik, memiliki titik didih dan titik leleh yang tinggi serta wujud fisiknya yang mengkilap.

Itulah beberapa contoh ikatan dalam kimia yang biasanya banyak digunakan pada berbagai aplikasi industri dan kerja-kerja laboratorium kimia.