Apa itu Sistem Saraf tepi dan fungsinya

Apa sebenarnya sistem saraf tepi dan peran apa yang dimainkannya dalam fungsi tubuh? Pertama, penting untuk menyadari bahwa sistem saraf dibagi menjadi dua bagian: sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Sistem saraf pusat mencakup otak dan sumsum tulang belakang, sedangkan sistem saraf tepi mencakup semua saraf yang bercabang dari otak dan sumsum tulang belakang dan meluas ke bagian lain dari tubuh termasuk otot dan organ.

Setiap bagian dari sistem memainkan peran penting dalam bagaimana informasi dikomunikasikan ke seluruh tubuh. Mari kita pelajari sedikit lebih banyak tentang fungsi dan struktur sistem saraf tepi.

Apa itu Sistem Saraf tepi?

Sistem saraf tepi (PNS) adalah divisi dari sistem saraf yang berisi semua saraf yang terletak di luar sistem saraf pusat (SSP). Peran utama PNS adalah untuk menghubungkan SSP ke organ, tungkai, dan kulit. Saraf ini meluas dari sistem saraf pusat ke area terluar tubuh. Sistem saraf tepi memungkinkan otak dan sumsum tulang belakang untuk menerima dan mengirim informasi ke area lain dari tubuh, yang memungkinkan kita untuk bereaksi terhadap rangsangan di lingkungan kita.

Saraf yang membentuk sistem saraf tepi sebenarnya adalah akson atau bundel akson dari sel neuron. Dalam beberapa kasus, saraf ini sangat kecil tetapi beberapa ikatan saraf sangat besar sehingga mereka dapat dengan mudah dilihat oleh mata manusia.

Sistem saraf tepi itu sendiri dibagi menjadi dua bagian:

  1. Sistem saraf somatik
  2. Sistem saraf otonom

Masing-masing komponen ini memainkan peran penting dalam cara kerja sistem saraf tepi.

Sistem Somatik Saraf

Sistem somatik adalah bagian dari sistem saraf tepi yang bertanggung jawab untuk membawa informasi sensorik dan motorik ke dan dari sistem saraf pusat. Sistem saraf somatik mendapatkan namanya dari kata Yunani soma, yang berarti “tubuh.”

Sistem somatik berfungsi untuk mentransmisikan informasi sensorik serta untuk pergerakan sukarela. Sistem ini mengandung dua jenis neuron utama:

Neuron sensorik (atau neuron aferen) yang membawa informasi dari saraf ke sistem saraf pusat. Neuron sensorik inilah yang memungkinkan kita untuk mengambil informasi sensorik dan mengirimkannya ke otak dan sumsum tulang belakang.

Neuron motorik (atau neuron eferen) yang membawa informasi dari otak dan sumsum tulang belakang ke serabut otot di seluruh tubuh. Neuron motorik ini memungkinkan kita mengambil tindakan fisik sebagai respons terhadap rangsangan di lingkungan.

Fungsi Sistem Saraf somatik

Sistem Saraf otonom

Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf tepi yang bertanggung jawab untuk mengatur fungsi tubuh yang tidak disengaja, seperti aliran darah, detak jantung, pencernaan, dan pernapasan. Dengan kata lain, itu adalah sistem otonom yang mengontrol aspek-aspek tubuh yang biasanya tidak di bawah kendali sukarela. Sistem ini memungkinkan fungsi-fungsi ini terjadi tanpa perlu memikirkannya secara sadar.

Sistem ini dibagi lagi menjadi dua cabang:

Sistem simpatik mengatur respons darurat. Sistem ini mempersiapkan tubuh untuk mengeluarkan energi dan menghadapi potensi ancaman di lingkungan. Ketika tindakan diperlukan, sistem simpatik akan memicu respons dengan mempercepat detak jantung, meningkatkan laju pernapasan, meningkatkan aliran darah ke otot, mengaktifkan sekresi keringat, dan melebarkan pupil. Ini memungkinkan tubuh merespon dengan cepat dalam situasi yang membutuhkan tindakan segera. Dalam beberapa kasus, kita mungkin bertahan dan melawan ancaman, sementara dalam kasus lain kita malah melarikan diri dari bahaya.

Sistem saraf parasimpatik membantu mempertahankan fungsi tubuh normal dan melestarikan sumber daya fisik. Setelah ancaman berlalu, sistem ini akan memperlambat detak jantung, memperlambat pernapasan, mengurangi aliran darah ke otot, dan menyempitkan pupil mata. Ini memungkinkan kita untuk mengembalikan tubuh kita ke kondisi istirahat yang normal.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *