Apa Komposisi Asteroid

Tiga kelas komposisi luas asteroid adalah tipe C, S, dan M.

Asteroid tipe C (chondrite) adalah yang paling umum, mungkin terdiri dari tanah liat dan batu silikat, dan memiliki penampilan yang gelap. Mereka adalah salah satu benda paling kuno di tata surya.

Tipe-S (“stony”) terbuat dari bahan silikat dan nikel-besi.

Tipe-M adalah logam (nikel-besi). Perbedaan komposisi asteroid terkait dengan seberapa jauh dari matahari yang mereka bentuk. Beberapa mengalami suhu tinggi setelah mereka terbentuk dan sebagian meleleh, dengan besi tenggelam ke pusat dan memaksa lava basaltik (vulkanik) ke permukaan.

Gravitasi besar Jupiter dan pertemuan dekat yang sesekali dengan Mars atau objek lain mengubah orbit asteroid, menjatuhkannya dari sabuk utama dan melemparkannya ke ruang angkasa ke segala arah melintasi orbit planet-planet lain. Asteroid liar dan fragmen asteroid menabrak Bumi dan planet-planet lain di masa lalu, memainkan peran utama dalam mengubah sejarah geologis planet-planet dan dalam evolusi kehidupan di Bumi.

Para ilmuwan terus memantau asteroid yang menyebang Bumi, yang jalurnya memotong orbit Bumi, dan asteroid dekat Bumi yang mendekati jarak orbit Bumi dalam jarak sekitar 45 juta kilometer (28 juta mil) dan dapat menimbulkan bahaya. Radar adalah alat yang berharga dalam mendeteksi dan memantau potensi dampak bahaya. Dengan memantulkan sinyal yang ditransmisikan dari objek, gambar dan informasi lainnya dapat diturunkan dari gema. Para ilmuwan dapat belajar banyak tentang orbit, rotasi, ukuran, bentuk, dan konsentrasi logam asteroid.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *