Apa Perbedaan Akhlak, Nilai dan Keyakinan

Para Filsuf dan ilmuwan sosial telah lama berusaha untuk memahami proses pengambilan keputusan. Mengapa kita memilih untuk melakukan sesuatu? Apakah ada tindakan tertentu yang lebih baik? Keyakinan, moral dan nilai-nilai membantu kami melakukan penilaian dan keputusan. Sedangkan tiga konsep tersebut memiliki fungsi yang berbeda.

Keyakinan

Menurut filsuf modern, keyakinan adalah setiap pemikiran individu yang memegang kebenaran. Meskipun mungkin tidak menjadi bagian aktif dari proses pengambilan keputusan tersebut, keyakinan tidak langsung mempengaruhi pilihan, penilaian dan perilaku. keyakinan biasanya  merupakan pondasi dasar dari pengalaman, seperti keyakinan bahwa kita hidup di abad ke-21. Namun, keyakinan lain yang lebih abstrak dan tidak dapat dibagi antara individu-individu tertentu atau masyarakat, seperti keyakinan agama tertentu.

Nilai

Istilah “nilai” pada awalnya digunakan untuk menentukan nilai suatu obyek dalam pertukaran ekonomi. Dalam humaniora dan ilmu sosial, nilai umumnya mengacu pada setiap objek (termasuk yang abstrak seperti karakteristik atau status) bahwa seseorang dianggap layak. Nilai sering dibentuk oleh keyakinan. Misalnya,keyakinan bahwa hutan hujan menyediakan sumber daya penting untuk manusia dan dapat menyebabkan seseorang melakukan pelestarian hutan hujan sebagai nilai.

Moral

Moral (Bahasa Latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi. Moral dalam zaman sekarang memiliki nilai implisit karena banyak orang yang memiliki moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus memiliki moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat.Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam ber interaksi dengan manusia. apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, maka orang itu dinilai memiliki moral yang baik, begitu juga sebaliknya.Moral adalah produk dari budaya dan Agama. Setiap budaya memiliki standar moral yang berbeda-beda sesuai dengan sistem nilai yang berlaku dan telah terbangun sejak lama.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *