Apa yang dimaksud dengan soft copy dan hard copy

soft copy (kadang-kadang disebut salinan lunak) adalah salinan elektronik dari beberapa jenis data, seperti file yang dilihat pada layar komputer atau ditransmisikan sebagai lampiran email. Bahan tersebut, ketika dicetak, disebut sebagai hard copy.

Hard copy atau disebut sebagai salinan kertas, adalah segala informasi yang dicetak di atas kertas. Hard copy memungkinkan data untuk dibaca tanpa perlu komputer dan seringkali diperlukan ketika seseorang perlu menandatangani dokumen.

Bagaimana Hard copy dihasilkan oleh komputer?

Hard copy dapat dibuat menggunakan printer (mis., Printer dot matrix, printer inkjet, printer laser, dll.) Dan mesin tik.

Bagaimana hard copy dimasukkan kembali ke komputer?

Untuk membuat versi digital dari hard copy (soft copy), digunakan pemindai optik atau OCR. Reproduksi OCR dari dokumen teks dapat dimodifikasi dalam pengolah kata.

Mengapa seseorang perlu membuat Soft copy?

Karena semakin banyak orang beralih ke solusi digital dan tanpa kertas, tidak ada banyak alasan untuk membuat Hard copy. Namun, hard copy masih menemukan beberapa kegunaan yang telah kami sebutkan di bawah ini.

  • Hard copy berguna ketika kertas perlu ditandatangani.
  • Mereka diperlukan untuk seseorang yang tidak memiliki akses ke komputer atau perangkat digital.
  • Mereka diperlukan untuk laporan sekolah.
  • Mereka diperlukan ketika mencetak untuk pengajuan hukum atau pajak yang membutuhkan cetakan.
  • Mereka diperlukan untuk salinan tanda terima, bukti pembelian, atau layanan yang telah dilengkapi.

Apa perbedaan antara hard copy dan soft copy?

Hard copy bersifat fisik, seperti formulir pajak, dokumen cetak, atau buku teks. Soft copy adalah versi digital dari media ini yang disimpan di perangkat penyimpanan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *