Apa yang dimaksud Protonasi

Protonasi adalah penambahan proton (ion hidrogen) ke atom, molekul, atau ion menghasilkan asam konjugasi. Penambahan proton menyebabkan pembentukan asam terkonyugasi dari suatu spesies kimia. Protonasi menyebabkan perubahan muatan listrik dari suatu spesies kimia. Ini karena proton selalu diisi +1. Simbol untuk proton diberikan sebagai H+ (atom hidrogen bermuatan +1 adalah proton).

Atom hidrogen dapat ditemukan sebagai tiga isotop utama: protium, deuterium dan tritium . Semua isotop ini memiliki satu proton dalam nukleusnya bersama dengan jumlah neutron yang bervariasi. Semua isotop ini memiliki satu elektron di sekitar elektron kulit (orbital). Ketika elektron ini dikeluarkan dari atom hidrogen, satu-satunya partikel subatomik bermuatan yang tersisa adalah proton. Oleh karena itu ion H + menyerupai proton.

Beberapa contoh untuk protonasi diberikan di bawah ini:

Protonasi amonia menghasilkan ion amonium
NH3 + H+ → NH4+

Protonasi air memberi ion hidronium
H2O + H+ ↔ H3O+

Protonasi Alkohol
C2H5OH + H+ → C2H5OH2+

Protonasi adalah reaksi kimia yang sangat mendasar dan merupakan tahapan dalam banyak proses katalitik dan stoikiometrik. Beberapa ion dan molekul dapat mengalami lebih dari satu protonasi dan dilabeli sebagai polibasa, yang biasanya terdapat pada banyak makromolekul biologis. Protonasi dan deprotonasi (pelepasan proton) terjadi dalam sebagian besar reaksi asam-basa; mereka adalah inti dari sebagian besar teori reaksi asam-basa. Suatu asam Brønsted–Lowry didefinisikan sebagai suatu zat kimia yang memprotonasi zat lain. Setelah memprotonasi substrat, massa dan muatan spesi tersebut bertambah masing-masing satu unit, membuatnya sebagai tahapan penting dalam beberapa prosedur analitik seperti spektrometri massa semburan elektron. Protonasi dan deprotonasi suatu molekul atau ion dapat mengubah banyak sifat kimia lainnya, tidak hanya massa dan muatan, seperti perubahan hidrofilisitas, potensial reduksi, dan sifat optisnya.

Loading...