Apakah Pengertian Tingkat Tropik ?

Pengertian Tingkat trofik adalah tingkat dalam rantai makanan di mana suatu organisme memperoleh energi. Tingkat trofik, langkah dalam rangkaian nutrisi, atau rantai makanan, dari suatu ekosistem. Organisme rantai diklasifikasikan ke dalam level-level ini berdasarkan perilaku makan mereka. Level pertama dan terendah berisi produsen, tanaman hijau. Tumbuhan atau produknya dikonsumsi oleh organisme tingkat dua — herbivora, atau pemakan tumbuhan.

Pada tingkat ketiga, karnivora primer, atau pemakan daging, memakan herbivora; dan pada tingkat keempat, karnivora sekunder memakan karnivora primer. Kategori-kategori ini tidak didefinisikan secara ketat, karena banyak organisme memakan beberapa tingkat trofik; misalnya, beberapa karnivora juga mengonsumsi bahan tanaman atau bangkai dan disebut omnivora, dan beberapa herbivora kadang-kadang mengonsumsi bahan hewani. Level trofik yang terpisah, dekomposer atau transformer, terdiri dari organisme seperti bakteri dan jamur yang memecah organisme mati dan membuang bahan menjadi nutrisi yang dapat digunakan oleh produsen.

Contoh Tingkat Trofik

Produsen Utama

Produsen primer, atau “autotrof”, adalah organisme yang menghasilkan biomassa dari senyawa anorganik. Secara umum, ini adalah organisme fotosintesis seperti tanaman atau ganggang, yang mengubah energi dari matahari, menggunakan karbon dioksida dan air, menjadi glukosa. Glukosa ini kemudian disimpan di dalam tanaman sebagai energi, dan oksigen, yang dilepaskan ke atmosfer.

Dalam ekosistem darat, hampir semua produksi primer berasal dari tanaman vaskular seperti pohon, pakis, dan tanaman berbunga. Dalam ekosistem laut, ganggang dan rumput laut mengisi peran produksi primer. Ada juga beberapa produsen primer laut dalam yang melakukan oksidasi senyawa anorganik kimia daripada menggunakan fotosintesis; organisme ini disebut “chemoautotrophs”.

Konsumen Utama

Konsumen primer adalah herbivora, yaitu hewan yang disesuaikan untuk mengkonsumsi dan mencerna tanaman dan ganggang (autotrof). Herbivora umumnya dibagi menjadi dua kategori: pemakan rumput, seperti sapi, domba dan kelinci, yang dietnya mengandung setidaknya 90% rumput, dan browser, seperti rusa dan kambing, yang dietnya mengandung setidaknya 90% daun pohon atau ranting.

Konsumen primer juga dapat mengkonsumsi bahan tanaman dalam bentuk lain. Banyak kelelawar, burung, dan monyet memakan buah (frugivora); burung, serangga, kelelawar dan arakhnida (laba-laba) memakan nektar (nektarivora); dan rayap dan kumbang memakan kayu (xylophage). Dalam ekosistem laut, konsumen utama adalah zooplankton, krustasea kecil yang memberi makan alga fotosintesis yang dikenal sebagai fitoplankton.

Konsumen Sekunder

Konsumen sekunder, pada level trofik tiga, adalah karnivora dan omnivora, yang memperoleh setidaknya sebagian dari nutrisi mereka dari jaringan herbivora. Ini termasuk hewan dan tanaman karnivora yang memakan serangga herbivora (insektivora).

Konsumen sekunder biasanya hewan kecil, ikan dan burung seperti katak, musang, dan ular, meskipun predator puncak yang lebih besar, seperti singa dan elang, dapat mengkonsumsi herbivora, dan dapat juga ada dalam tingkat trofik ekosistem yang kedua. Dalam ekosistem laut, semua spesies yang mengonsumsi zooplankton adalah konsumen sekunder; mulai dari ubur-ubur hingga ikan kecil seperti sarden dan krustasea yang lebih besar seperti kepiting dan lobster, serta ikan paus, yang menyaring pakan, dan berjemur hiu.

Konsumen Tersier

Konsumen tersier memperoleh energi dengan memakan karnivora lain tetapi bisa menjadi mangsa. Burung hantu adalah contoh konsumen tersier; Meskipun mereka memberi makan tikus dan herbivora lainnya, mereka juga memakan konsumen sekunder seperti cerpelai. Pada gilirannya, burung hantu dapat diburu oleh elang dan elang, dan karenanya bukan predator puncak.

Predator Puncak

Predator puncak adalah organisme di bagian atas rantai makanan, dan yang tidak memiliki predator alami. Elang, serigala, kucing besar seperti singa, jaguar dan cheetah, dan hewan laut seperti hiu, tuna, paus pembunuh, dan lumba-lumba adalah contoh predator puncak, meskipun ada banyak lagi. Apex predator sering kali memiliki adaptasi spesifik, yang menjadikan mereka pemburu yang sangat efisien, seperti gigi dan cakar yang tajam, kecepatan dan kelincahan serta sembunyi-sembunyi; terkadang mereka bekerja dalam kelompok, meningkatkan keberhasilan kemampuan berburu mereka. Namun, tidak semua predator puncak adalah pemburu ganas. Hiu paus adalah pemakan saringan besar, hanya memakan ikan kecil dan plankton, meskipun karena mereka tidak memiliki predator alami, mereka adalah predator puncak di lingkungan mereka.

Pemangsa puncak memainkan peran yang sangat penting dalam suatu ekosistem; melalui predasi mereka mengendalikan populasi tingkat trofik yang lebih rendah. Jika predator puncak dikeluarkan dari suatu ekosistem, organisme seperti penggembala herbivora dapat menjadi padat penduduk, oleh karena itu menempatkan penggembalaan yang intens dan tekanan penelusuran pada tanaman dalam suatu habitat.

Jika ada lebih sedikit sumber daya tanaman yang tersedia, organisme lain yang bergantung pada tanaman (meskipun tidak diburu oleh pemangsa puncak), seperti serangga dan mamalia kecil, akan menderita penurunan populasi, dan pada gilirannya dapat mempengaruhi semua level trofik dalam suatu ekosistem. Gangguan ini disebut cascade trofik top-down, dan dapat menyebabkan keruntuhan ekosistem.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *