Asam urat itu apa?

Asam urat adalah produk limbah normal yang dibuat ketika tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin. Purin adalah zat yang ditemukan dalam sel Anda sendiri dan juga dalam beberapa makanan. Makanan dengan kadar purin yang tinggi termasuk hati, ikan teri, sarden, kacang kering, dan bir. Purin sendiri adalah zat yang dikandung oleh makanan, yang berfungsi untuk Mensyntesa Deoxyribose-Nucleic Acid (DNA) yang sangat bermanfaat untuk membangun tubuh dalam masa pertumbuhan, karena tidak terbuang, zat PURIN menumpuk di persendian, sehingga menimbulkan rasa sakit bahkan jika telah meradang (Gout) dapat merubah struktur tulang sendi, sehingga banyak kita lihat penderita Asam Urat Kronis ada yang jari, tangan atau kaki nya bengkok (deformitas) Lebih Bahaya lagi apabila Asam Urat menumpuk di Ginjal sehingga membentuk Batu Ginjal. Tingginya kadar asam urat dalam darah dapat menyebabkan terbentuknya kristal padat di sendi, hingga akhirnya menimbulkan peradangan dan penyakit asam urat Jika tidak segera diobati, kristal padat ini dapat menyebabkan berbagai penyakit atau kondisi berbahaya, mulai dari kerusakan sendi hingga penyakit ginjal. Di Indonesia sendiri, prevalensi penyakit asam urat ini terjadi pada usia di atas 34 tahun sebesar 68 % dan di bawah 34 tahun sebesar 32 %. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2013, dari 81 % penderita asam urat di Indonesia, hanya 24 % yang pergi ke dokter, sedangkan 71 % cenderung langsung mengkonsumsi obat-obatan pereda nyeri. Seperti penyakit dalam lainnya, kadar asam urat di dalam darah juga perlu di cek untuk mengetahui dan memastikan apakah penderita tersebut mengalami asam urat tinggi atau penyakit nyeri sendi yang lainnya.

Anda bisa obat asam urat dan kolesterol jika sudah terkena penyakit asam urat, Karena pada makanan laut mengandung zat purin yang tidak bisa dipecah oleh enzim dalam tubuh. Secara umum, asam urat sendiri disebabkan oleh penggunaan obat-obatan, konsumsi makanan yang mengandung purin, keturunan dari anggota keluarga, cedera atau menjalani operasi, hingga kondisi medis tertentu seperti diabetes, kolesterol tinggi, hipertensi, serta obesitas. Pertama kelebihan produksi kadar asam urat di dalam tubuh akibat asupan sumber-sumber purin yang tinggi dari makanan, sehingga terjadi penumpukan kadar asam urat yang membentuk kristal monosodiumArtritis gout merupakan penyakit heterogen sebagai akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau supersaturasi asam urat didalam cairan ekstarseluler.

Asam yang mengkristal bukan hanya meradang pada sendi tapi bisa terkumpul pada saluran kemih dan menyebabkan batu ginjal Kondisi ini bisa menyebabkan gejala sakit pinggang, darah dalam urine, serta mual dan muntah. Penyakit asam urat adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri, pembengkakan dan rasa panas di persendian. Asumsi umum menganggap kadar asam urat berlebih otomatis menyebabkan sakit persendian padahal belum tentu karena hanya sedikit (kurang dari separoh) penderita hiperurisemia yang mengalami asam urat.

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri yang tak tertahankan, pembengkakan, serta adanya rasa panas di area persendian. –¬†Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Faktor risiko yang berperan pada munculnya penyakit asam urat adalah mengonsumsi makanan dengan kadar purin tinggi, mengonsumsi alkohol, berat badan berlebih, kadar kolesterol dan darah tinggi, diabetes, dan meminum obat-obatan tertentu seperti diuretik golongan thiazid yang dapat memicu asam urat.

Beberapa faktor yang memicu penyakit ini antara lain makanan (terutama yang mengandung kadar purin tinggi), jarang berolahraga, serta kondisi kesehatan tertentu seperti kelebihan berat badan (obesitas) dan masalah fungsi ginjal. Penyakit asam urat atau gout adalah kondisi yang dapat menyebabkan gejala nyeri yang tidak tertahankan, pembengkakan, dan rasa panas di persendian. Jika berbicara soal penyebab asam urat, melansir laman Klik Dokter (26/7/2018), pada dasarnya penyakit ini adalah penumpukan kadar asam urat yang akhirnya membentuk kristal monosodium urat yang akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan gangguan peradangan pada area persendian.

Jika menunjukkan kadar asam urat dalam darah di atas 9 sampai 10 mg/dl namun tidak memiliki riwayat penyakit beresiko, maka penanganannya dapat dibantu dengan obat-obat standar. Pada gejalanya, rasa nyeri dan pembengkakan yang dirasakan penderita disebabkan terjadinya tusukan kristal-kristal tajam di sekitar sendi yang terbentuk akibat penumpukan zat asam urat. Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Rumah Sakit Awal Bros Batam , dr. Ani Yeo, SpPD mengatakan kadar normal asam urat dalam darah 7,0 sampai 7,2 miligram perdesiliter (mg/dl) bagi laki Рlaki, dan 5,7 sampai 6,7 mg/dl pada perempuan.

Jika Anda sedang dalam masa penggunaan obat untuk kondisi kesehatan yang lain, Anda harus memberitahu dokter Anda karena beberapa obat seperti diuretik, niasin, dan aspirin dapat meningkatkan kadar asam urat. Sementara itu, jagung rebus yang dikonsumsi bersama kentang rebus dapat mengurangi kadar asam urat dalam tubuh dan mampu membersihkan sela-sela persendian dari penumpukan zat purin. Jagung tidak mengandung zat purin berbahaya seperti yang ada pada makanan laut seperti kepiting, cumi-cumi, lobster, atau kerang, namun jika dikonsumsi terlalu banyak dapat memicu peningkatan asam urat dalam darah.

Gejala asam urat biasanya akan muncul secara tiba-tiba dan terjadi saat penderita sudah mengalami kondisi yang akut, sehingga penyakit ini sering tak terdeteksi sejak awal. Pada penderita penyakit asam urat, kadar asam urat yang ada pada tubuh melebihi batas wajar dan tubuh mengalami kesulitan membuang kelebihan asam urat tersebut. Asam urat bagi penderita jika sudah terjadi maka dokter biasanya akan memberikan resep penurun rasa nyeri seperti colchicine, OAINS (obat anti inflamasi nonsteroid) dan obat-oabatan golongan steroid sedangkan untuk pencegahan bisa menggunakan obat seperti allopurinol.

Loading...