Aturan Tatanama Amina

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cara mendapatkan nama mereka? Yah, kita tidak bisa memecahkan kode semua itu. Tapi, kita tentu bisa belajar tentang bagaimana berbagai hidrokarbon mendapatkan nama mereka!

Apa itu Amina?

Amina adalah salah satu golongan senyawa organik yang paling penting. Kita mendapatkannya dengan mengganti satu atau lebih atom hidrogen dengan gugus alkil atau aril dalam molekul amonia. Mereka umumnya ditemukan dalam vitamin, protein, hormon, dll. Mereka banyak digunakan dalam pembuatan banyak obat dan deterjen.

Klasifikasi Amina

Bergantung pada jumlah atom hidrogen yang dapat diganti oleh gugus alkil atau aril dalam amonia, amina diklasifikasikan sebagai primer (1o), sekunder (2o) dan tersier (3o).

Jika hanya satu atom hidrogen yang diganti maka amina dari bentuk R-NH2 atau amina primer (1o) diperoleh. Dalam hal ini, dua dari tiga atom hidrogen digantikan oleh gugus alkil / aril maka amina sekunder terbentuk. Ketika ketiga atom hidrogen digantikan oleh gugus alkil / aril maka amina tersier diperoleh.

Tatanama amina

Di cabang kimia organik, nama-nama senyawa yang diterima secara global diberikan sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh IUPAC untuk nomenklatur senyawa organik. Mari kita lihat beberapa aturan untuk nomenklatur amina.

Aturan Nomenklatur Amina

Penamaan amina alifatik dilakukan dengan mengawali gugus alkil ke amina. Oleh karena itu, nama-nama amina alifatik adalah dari bentuk alkilamin. Sebagai contoh, CH3NH2 dinamakan metilamin (bagian alkil + amina = metilamin).

Prefiks seperti di dan tri dilekatkan sebelum nama-nama gugus alkil ketika ada dua atau lebih gugus yang identik.

Jika lebih dari satu gugus amino hadir dalam amina, aturan yang berbeda diikuti. Di sini, rantai induk dan posisi gugus amino diidentifikasi dengan penomoran atom karbon dalam rantai induk. Penomoran dilakukan sedemikian rupa sehingga atom karbon yang mengandung gugus –NH2 mendapatkan angka terendah.

Awalan bersama dengan angka-angka tersebut kemudian digunakan untuk menunjukkan jumlah gugus amino dan posisi mereka dalam molekul. Sebagai contoh, H2N-CH2-CH2-NH2 dinamai etana 1, 2-diamin.

Jika gugus –NH2 dilekatkan pada cincin benzena maka disebut sebagai arilamin.

Ketika kita menamai arilamin sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh IUPAC maka ‘ar’ arena digantikan oleh amina, misalnya, C6H5-NH2 dinamai benzenamina.

Contoh Soal untuk Anda

  • Berikan contoh arilamin!

Jawab: Contoh arilamin adalah C6H5NH2. Umumnya dikenal sebagai anilin yang juga merupakan nama IUPAC-nya.

  • Jumlah kemungkinan struktur amina (C7H9N) yang memiliki satu cincin benzena adalah:

A) 5 B) 3 C) 4 D) 6

Jawab: A) Lima struktur yang mungkin dari C7H9N adalah fenilemetanamin, N-metil anilin, o-toluidin, m-toluidin, p-toluidine.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *