Bahaya Rokok Terhadap Sistem Pernapasan

Pernahkah anda merokok? Tahukah anda merokok dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan sistem pernapasan? Bagaimana dampak merokok terhadap sistem pernapasan?

Merokok tidak hanya berdampak bagi si perokok (perokok aktif) tetapi juga bagi orang yang tidak merokok namun menghirup asap rokok (perokok pasif). Berbagai penelitian tentang rokok telah membuktikan bahwa bahan kimia yang terkandung dalam rokok bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dan dapat memicu munculnya berbagai penyakit pada sistem pernapasan, misalnya jantung koroner, bronkitis kronis, asma, amfisema, strok, serta dapat memudahkan terjangkinya AIDS.

Hal ini dikarenakan merokok dapat menyebabkan perubahan struktur dan fungsi saluran pernapasan dan jaringan paru-paru. Akibatnya, terjadi perubahan anatomi pada saluran pernapasan, sehingga menimbulkan perubahan fungsi paru-paru.

Adapun tiga bahan utama dalam asap rokok yang paling berbahaya bagi kesehatan yaitu sebagai berikut.

  1. Nikotin, adalah cairan bening yang menjadi kecoklatan jika terpapar udara. Dalam jumlah kecil nikotin mempunyai pengaruh menenangkan, tetapi dapat menyebabkan radang saluran pernapasan. Dalam jumlah besar nikotin sangat berbahaya, misalnya 20-50 mg nikotin dapat menyebabkan pernapasan terhenti. Pengaruh lainnya adalah dapat menaikkan tekanan darah, mempercepat denyut jantung, dan dapat menyebabkan ketagihan.
  2. Karbon monoksida, adalah gas beracun yang tidak berbau. Asap rokok mengandung CO dengan konsentrasi lebih dari 20.000 ppm. Daya afinitas (daya ikat) CO terhadap hemoglobin adalah 200 kali lebih tinggi dari pada afinitas oksigen terhadap hemoglobin. Akibatnya, bila manusia menghirup udara yang mengandung CO dengan konsentrasi tinggi akan menyebabkan darah kekurangan oksigen bahkan kehabisan oksigen. Akhirnya dapat mengakibatkan kematian karena darah hanya mengikat CO dalam bentuk COHb. Efek selanjutnya dapt menyebabkan jaringan pembuluh darah menyempit dan mengeras yang akhirnya dapat mengakibatkan penyumbatan pembuluh darah. Bila karbon monoksida digabung dengan nikotin dapat mengakibatkan para perokok menderita penyakit penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah.
  3. Tar, merupakan komponen sisa dari asap rokok sesudah nikotin jika tetesan-tetesan cairannya dihilangkan. Dalam sebatang rokok dapat menghasilkan 10-30 mg tar. Tar dapat menyebabkan risiko terhadap timbulnya kanker (karsinogenik).

Selain 3 bahan utama tersebut, dalam asap rokok juga mengandung zat-zat kimia berbahaya lainnya seperti hidrogen sianida, senyawa hidrokarbon, amonia, keton, aldehida, benzopiren, kadmium, dan fenol.

Jenis Paparan

Asap rokok memiliki efek yang sama pada sistem pernapasan tidak peduli bagaimana tertelan. Pengguna tembakau sendiri menghirup asap utama melalui asap rokok dan bekas di udara. Bernapas dengan sejumlah asap rokok akan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Orang dewasa dan anak-anak dapat menghirup udara asap rokok, dan wanita hamil dapat menularkan ke bayi mereka yang sedang berkembang. Partikel beracun yang menempel pada pakaian dan rambut perokok dapat mencemari lingkungan dalam ruangan debu. Anak-anak sangat rentan terhadap partikulat ini.

Efek pada Respirasi

Iritasi tenggorokan dan bronkial terjadi karena menghirup pertama atau bekas asap rokok. Seiring waktu, bronkus dan paru-paru perokok menjadi timbul bekas luka. Masalah kesehatan seperti bronkitis kronis dan emfisema dapat membatasi respirasi. Ini penghalang bernapas mencegah oksigen yang cukup masuk aliran darah ke jantung. Aterosklerosis akibat merokok juga dapat mempersempit pembuluh darah paru yang membawa darah beroksigen ke jantung. Hal ini semakin mengurangi jumlah oksigen yang dipompa ke seluruh tubuh.

Loading...

Efek pada Imunitas

Asap rokok mengandung lebih dari 7.000 karsinogen. Dosis harian menimbulkan risiko perokok untuk kanker sistem pernapasan, hingga kemungkinan terkena kanker paru-paru 20 kali lebih besar dari normal. Merokok diketahui menyebabkan kanker mulut, laring, tenggorokan, dan paru-paru darah.

Identifikasi

Gejala iritasi sistem pernafasan dari pertama atau asap rokok termasuk batuk, mengi, dahak dan sesak napas. Penurunan pernapasan dapat diindikasikan dengan sering infeksi seperti bronkitis akut dan pneumonia. Bronkitis kronis ditandai dengan “batuk harian perokok”.

Peringatan

Karena masalah kesehatan pernapasan datang perlahan-lahan, orang yang terkena asap rokok mungkin tidak mencari pengobatan sampai penyakit serius telah dikembangkan. Bronkitis kronis dan emfisema, yang keduanya dapat menyebabkan kematian, juga dapat menyebabkan gagal jantung dan kondisi cardiopulmonary yang berpotensi fatal lainnya.

Loading...

Artikel terkait lainnya