Bentuk Klan Utama Pada Sistem Klan Di Indonesia

Pengertian dan Jenis Klan

Dalam masyarakat Indonesia, terdapat 3 jenis klan yang banyak dianut oleh masyarakat. Klan merupakan sebuah kesatuan sosial yang para anggotanya memiliki hubungan kekerabatan dan garis keturunan yang sama. Klan dikelompokkan berdasarkan garis keturunan (genealogis). Ketiga klan tersebut adalah klan berdasarkan garis keturunan ayah (patrilinial), klan berdasarkan garis keturunan ibu (matrilinial) serta klan berdasarkan garis keturunan ayah maupun ibu (parental atau bilateral). Ketiga klan tersebut merupakan klan utama yang ada di Indonesia.

Klan-klan tersebut banyak dipakai pada berbagai suku yang tersebar di seluruh Indonesia. Kelompok klan biasanya akan mudah dijumpai pada suku Batak yang disebut dengan marga. Marga yang ada di Batak antara lain Simanjuntak, Hutabarat, Hutagalung, Harahap dan masih banyak lagi marga yang lain. Warga daerah Minangkabau juga mengenal sistem klan seperti di Batak, namun di Minangkabau disebut dengan kampuang.

Bentuk Klan Utama
Bentuk Klan Utama

Klan di Batak menganut sistem patrilinial yakni dimana anak yang lahir maka mengikuti garis keturunan dari sang ayah dan menggunakan marga dari ayahnya. Namun jika di Minangkabau menganut sistem matrelinial yakni dimana anak yang lahir maka akan mengikuti garis keturunan dari sang ibu. Selain kedua klan tersebut masih ada satu lagi klan yang garis keturunannya dapat diambil dari pihak ayah maupun ibu.

Klan ini biasa disebut dengan parental atau bilateral. Sistem klan seperti ini biasanya akan mudah dijumpai di daerah Jawa. Tujuan utama dari pembentukan klan seperti ini adalah untuk memperkokoh ikatan kekerabatan yang ada pada sesama anggota keluarga. Orang-orang terhimpun dalam suatu klan biasanya akan diketahui dari nama belakang atau nama keluarga yang mereka pakai seperti yang dimiliki oleh warga Batak kebanyakan, nama belakang mereka biasanya menunjukkan dari marga mana mereka berasal.

Di Indonesia, klan merupakan sebuah warisan budaya yang diturunkan oleh nenek moyang kita. Sehingga klan ini harus tetap dilaksanakan dan dilestarikan sebagai salah satu warisan budaya yang sangat berharga bagi bangsa Indonesia. Dan sebagai warga negara yang baik harus saling menghargai budaya dari daerah masing-masing meskipun memiliki klan yang berbeda.

Artikel terkait lainnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Loading...