Jumlah Bintang dalam Tata Surya

Apakah kita bisa menjawab bila kelak anak cucu kita bertanya, berapa jumlah bintang di langit ? mungkinkah kita menghitungnya satu per satu ? sejatinya saya juga tidak tahu jawabannya…hehe. Namun setidaknya bila kita mengenal sedikit saja tentang bintang tentunya akan sedikit membantu dalam memberikan gambaran tentang bintang bahkan jumlah bintang itu tadi. Ulasan tentang bintang akan dipaparkan di bawah ini.

Bintang adalah benda langit luar angkasa yang memiliki ukuran besar dan memancarkan cahaya sebagai sumber cahaya. Di dalam sistem tata surya kita hanya ada satu bintang saja, dan kita sangat mengenal bahkan akrab dengan bintang tersebut. Ya, apalagi kalau bukan Matahari yang setiap hari menyinari bumi kita tercinta ini.

Kita sempat akan memiliki satu bintang lagi secara resmi, tapi ternyata penelitian mengatakan bahwa bintang tersebut tidak muncul lagi. Bintang yang saya maksudkan ini bernama Nemesis. Ia muncul secara berkala hanya dalam kurun waktu 32 tahun sekali. Sebenarnya, bukan berarti ia muncul secara tiba-tiba. Namun, dalam 32 tahun sekali itulah, jarak Nemesis dengan Bumi cukup dekat sehingga kita bisa melihatnya dari sini.

Menurut ilmuwan, Nemesis terletak jauh di luar awan Oort. Awan Oort adalah awan yang memiliki orbit seperti bola dan sangat besar. Ia tersusun dari komet dan puing-puing es dan terletak di wilayah paling luar dari tata surya.

Awan ini terbentuk sebagai akibat dari pembentukan tata surya. Setidaknya itulah hasil kesimpulan para ilmuwan sampai akhir tahun 1980.

Mungkin Anda bertanya-tanya kenapa awan ini disebut awan Oort. Sama seperti benda langit lainnya, yang dinamai berdasarkan penemunya, awan ini pun demikian. Ada juga yang menyebutnya sebagai awan Opik-Oort. Jika Anda menemukan nama itu, berarti yang dimaksud adalah awan Oort ini.

Pada dasarnya ada dua astronom yang meneliti awan Oort ini, namun mungkin karena dunia baru mengetahui ini secara luas pada tahun 1950-an oleh Jan Oort maka nama inilah yang sering digunakan.

Meski sebelumnya, sekitar tahun 1932, seorang astronom bernama Ernst Opik sudah memperkirakan keberadaannya. Oleh karena itu, awan ini juga kerap disebut awan Opik-Oort.

Kembali pada kembaran Matahari bernama Nemesis. Pada akhirnya, Nemesis ini hanya menjadi teori bintang baru saja. Sebab, sampai detik ini, keberadaan Nemesis tidak ditemukan.

Loading...

Artikel terkait lainnya