Contoh Kebudayaan Masyarakat Masa Berburu Dan Meramu berikut ini

Manusia purba pada masa berburu dan meramu, kebudayaan masyarakat manusia masih liar dan keadaan bumi masih labil. Manusia pendukung pada masa itu adalah Pithecanthropus erectus dan Homo wajakensis. Kegiatan berburu dan meramu ini merupakan yang paling sederhana yang bisa dilakukan manusia, karena manusia dapat mengambil makanan secara langsung dari alam dengan cara mengumpulkan makanan (food gathering).

Kehidupan Budaya

  • 1. Dengan peralatan yang masih sangat sederhana, mula-mula bisa membuat rakit, lama kelamaan mereka membuat perahu.
  • 2. Mereka belum mampu membuat gerabah, oleh karena itu, mereka belum mengenal cara memasak makanan, salah satunya yaitu dengan cara membakar.
  • 3. Mereka sudah mengenal perhiasan yang sanagat primitif yaitu dengan cara merangkai kulit-kulit kerang sebagai kalung.
  • 4. Untuk mencukupi kebutuhan hiudup mereka membuat alat-alat dari batu, tulang, dan kayu.
  • 5. Pada masa itu mereka memilih untuk tinggal di gua-gua, dari tempat tersebut ditemukan peninggalan berupa alat-alat kehidupan yang digunakan pada masa itu, seperti: Kapak perimbas, Kapak Penetak, Kapak genggam, Pahat genggam, Alat serpih, Alat-alat dari tulang, dll.

Beberapa peninggalan alat masa berburu dan meramu antara lain adalah:

  • Kapak perimbas digunakan untuk merimbas atau memotong kayu. Selain untuk memotong kayu, kapak itu juga digunakan untuk menguliti binatang buruan atau memecah tulang.
  • Alat serpih berfungsi sebagai pisau, gurdi, atau alat penusuk. Alat serpih sangat kecil berukuran antara 4-10 cm, bahkan alat serpih di sangiran berukuran 2-4 cm.
  • Alat dari Tulang. Selain terbuat dari tulang hewan, ada juga alat yang terbuat dari tanduk hewan, bahkan ada yang terbuat dari duri ikan pari. Baik dari tulang maupun dari duri ikan pari dapat diguakan sebagai mata tombak. Alat yang terbuat dari tanduk rusa dilakukan dengan cara meruncingkan tanduk tersebut.
Loading...