Berikut ini merupakan fungsi Mitokondria

Mitokondria tidak hanya memainkan peran penting dalam produksi energi, tetapi juga membantu menentukan batas sel sel, atau diferensiasi sel batang embrionik, dan dapat membantu mencegah munculnya sel kanker.

Mitokondria juga berperan dalam pertumbuhan sel, pembelahan dan kematian sel, yang disebut “apoptosis.” Mitokondria juga mengandung beberapa enzim spesifik yang dibutuhkan untuk produk-produk penting dalam tubuh manusia, seperti d-amino levulinic acid sintetase yang dibutuhkan untuk membuat hemoglobin.

Mitokondria menghasilkan energi dari kegiatan metabolisme untuk sel dengan memecah molekul bahan bakar seluler, seperti molekul yang dipecah dari glukosa dan asam lemak. Dalam proses yang disebut “metabolisme oksidatif,” mitokondria menggunakan oksigen untuk memecah produk turunan glukosa menjadi karbon dioksida dan molekul kaya energi yang disebut “adenosin trifosfat,” atau ATP.

Sel kemudian menggunakan ATP dalam reaksi seluler yang membutuhkan energi. Matriks mitokondria juga mengandung enzim untuk siklus asam sitrat, yang bersama-sama dengan sistem transportasi elektron dari membran mitokondria bagian dalam membantu memecah asam lemak dan menghasilkan ATP.

Mitokondria tumbuh dan membelah secara independen dari siklus replikasi sel manusia. Namun, replikasi mitokondria membutuhkan produk gen dari DNA mitokondria dan DNA inti sel manusia. Mitokondria berkembang biak dalam menanggapi kebutuhan energi sel atau jaringan, sehingga berolahraga akan meningkatkan jumlah mitokondria dalam sel otot.

Mitokondria hanya berasal dari ibu, karena selama pembuahan hanya sel telur, dan bukan sperma, yang mengandung mitokondria. Nenek moyang perempuan dapat ditelusuri melalui analisis gen mitokondria. Beberapa mutasi pada gen mitokondria menyebabkan penyakit, seperti neuropati optik herediter Leber, yang menyebabkan kebutaan. Mutasi mitokondria hanya dapat diwarisi dari ibu.

Loading…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *