Berikut ini Sifat Sifat diplomasi adalah

Diplomasi adalah sarana dasar yang digunakan suatu negara untuk mengamankan tujuan kepentingan nasionalnya. Kebijakan luar negeri selalu berjalan di atas pundak diplomasi dan dioperasionalkan di negara-negara lain.

(1) Diplomasi bukan Immoral:

Diplomasi bukanlah seni penipuan atau kebohongan belaka, atau bahkan sesuatu yang tidak bermoral.

(2) Diplomasi adalah sarana Hubungan Internasional:

Diplomasi adalah cara normal untuk melakukan hubungan. Ini terdiri dari teknik dan prosedur untuk melakukan hubungan antar negara.

(3) Diplomasi adalah alat untuk bertindak:

Di dalam dirinya sendiri, diplomasi diakui sebagai alat resmi untuk melakukan hubungan antar negara.

(4) Tindakan diplomasi melalui Prosedur yang Diselesaikan:

Fungsi diplomasi melalui jaringan kantor asing, kedutaan besar, kedutaan, konsulat, dan misi khusus di seluruh dunia. Itu selalu bekerja sesuai dengan prosedur dan protokol yang pasti dan diselesaikan.

(5) Bentuk Bilateral dan Multilateral:

Diplomasi umumnya bersifat bilateral. Namun sebagai hasil dari semakin pentingnya konferensi internasional, organisasi internasional, negosiasi regional, kini telah mengembangkan karakter jamak. Ini berkaitan dengan semua masalah dan masalah di antara negara-negara.

(6) Diplomasi menangani semua jenis Masalah:

Diplomasi dapat merangkul banyak kepentingan — dari masalah yang paling sederhana hingga masalah vital hingga masalah perang dan perdamaian.

(7) Kegagalan Diplomasi selalu mengarah pada Krisis:

Ketika diplomasi runtuh, bahaya perang, atau setidaknya krisis besar berkembang.

(8) Diplomasi beroperasi baik di masa Damai maupun Perang:

Beberapa penulis berpendapat bahwa diplomasi hanya beroperasi di masa damai dan ketika perang pecah, diplomasi berakhir. Namun, ini bukan pandangan yang benar. Diplomasi terus beroperasi bahkan ketika perang meletus. Tentu saja, selama perang sifatnya mengalami perubahan; dari diplomasi perdamaian itu mengambil bentuk diplomasi perang.

(9) Diplomasi bekerja dalam lingkungan yang ditandai oleh Konflik dan Kerjasama:

Diplomasi bekerja dalam situasi yang melibatkan kerjasama dan konflik. Tingkat kerja sama tertentu di antara negara-negara sangat penting untuk kerja diplomasi karena jika tidak ada, hubungan diplomatik tidak dapat dipertahankan. Demikian pula ketika tidak ada konflik diplomasi menjadi berlebihan karena tidak perlu untuk negosiasi. Dengan demikian keberadaan kerja sama serta konflik sangat penting untuk kerja diplomasi.

(10) Diplomasi selalu berfungsi untuk mengamankan kepentingan nasional bangsa yang diwakilinya:

Tujuan diplomasi adalah untuk mengamankan tujuan kepentingan nasional sebagaimana didefinisikan dan ditentukan oleh kebijakan luar negeri negara. Diplomasi selalu bekerja untuk negara yang diwakilinya.

(11) Diplomasi didukung oleh Kekuatan Nasional. Diplomasi didukung oleh kekuatan nasional:

Diplomasi yang kuat berarti diplomasi yang didukung oleh kekuatan nasional yang kuat. Diplomasi menggunakan persuasi dan pengaruh sebagai sarana untuk menjalankan kekuasaan dalam hubungan internasional. Itu tidak bisa menggunakan kekerasan. Namun, ia bisa mengeluarkan peringatan, memberikan ultimatum, menjanjikan imbalan, dan mengancam hukuman, tetapi lebih dari itu, ia tidak bisa secara langsung menjalankan kekuatan. “Diplomasi adalah promosi kepentingan nasional dengan cara damai.”

(12) Uji Keberhasilan Diplomasi:

Keberhasilan dalam Diplomasi diukur dari jumlah keberhasilan yang dicapai untuk memenuhi tujuan kepentingan nasional dalam hubungan internasional. Semua karakteristik ini menonjolkan sifat diplomasi. Seseorang dapat menggambarkan Diplomasi sebagai instrumen kepentingan nasional dan alat kebijakan luar negeri.

Loading...