Apa fungsi paru-paru pada manusia

Fungsi paru-paru adalah untuk melakukan pertukaran gas dengan darah, untuk ini alveoli berada dalam kontak yang erat dengan kapiler. Di alveoli ada bagian oksigen dari udara ke darah dan bagian karbondioksida dari darah ke udara.

Kapasitas paru-paru tergantung pada usia, berat badan, dan jenis kelamin dan berkisar antara 4.000–6.000 cm³. Wanita cenderung memiliki volume inspirasi paksa yang lebih rendah daripada pria.

Mekanisme pertukaran gas tubuh dengan bagian luar memiliki dua tahap:

  • Ventilasi paru: Terdiri dari inspirasi atau masuknya udara ke dalam alveoli. Udara secara aktif memasuki paru-paru saat tulang rusuk membesar. Kedaluwarsa, atau pelepasan udara, dilakukan secara pasif.
  • Proses Difusi: Pertukaran gas terjadi antara alveolus dan Alveolus terjadi karena perbedaan konsentrasi gas yang ada antara bagian luar dan dalam alveoli; oleh karena itu, O2 masuk ke alveoli dan CO2 masuk ke ruang mati (saluran pernapasan).
  • Proses perfusi: Ini adalah bagian darah melalui kapiler. Darah ini akan menjadi darah yang diberi oksigen dan kemudian kembali ke jantung.

Saat darah mencapai paru-paru, darah memiliki kandungan CO2 yang tinggi dan kandungan O2 yang rendah. O2 melewati difusi melalui dinding alveolar dan kapiler ke dalam darah. Di sana ia diangkut oleh hemoglobin, yang akan membawanya ke sel-sel tubuh di mana, melalui proses difusi yang sama, ia akan masuk ke dalamnya untuk digunakan nanti.

Mekanisme pertukaran CO2 serupa, tetapi berlawanan arah, melewatkan CO2 ke alveoli. CO2, sebagian terlarut dalam plasma darah diangkut dan sebagian lagi diangkut oleh sel darah merah.

Perubahan pada salah satu mekanisme ini akan menyebabkan penyakit yang berbeda:

Penyakit yang disebabkan oleh kegagalan pernapasan:

Gagal mengontrol pernapasan. Jumlah udara yang masuk (volume ventilasi) tidak cukup. Perubahan ini disebut gangguan ventilasi restriktif. Mereka biasanya disebabkan oleh penyakit dasar seperti infeksi, pneumonia, dll.

Gangguan ventilasi tipe obstruktif. Udara mengisi paru-paru tetapi tidak bisa keluar. Ini berarti semakin banyak CO2 dan semakin sedikit O2. Dua penyakit terjadi: Asma (bronkus menutup saat menghembuskan nafas dan normal bagi pasien untuk mendengar bunyi bip) dan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).

  • Gangguan difusi: Mereka diproduksi oleh perubahan di interstitium paru. Misalnya, penyakit pengendapan yang meningkatkan jarak antara kapiler dan alveolus, memperburuk pertukaran gas.
  • Gangguan perfusi: Darah tidak mencapai paru-paru secara memadai. Patologi yang paling umum adalah pulmonary thromboembolism (PE), di mana trombus yang terlepas mencapai paru-paru dan mencegah paru-paru menyaring.
  • Gangguan campuran: Terjadi perubahan hubungan ventilasi-perfusi, berawal dari terbentuknya ruang mati alveolar, yaitu ruang udara yang masuk ke dalam alveoli namun tidak ikut campur dalam pertukaran gas, karena tidak ada atau terdapat kapiler yang buruk perfusi.

Related Posts