Ciri-ciri Lumut Tanduk (Anthoceropsida) – habitat, Metagenesis

Ada banyak alasan untuk memasukkan tanaman ke dalam tangki Anda. Dari memberi oksigen air ke tempat berlindung, tanaman akan menjaga tangki, dan ikan lebih sehat. Lumut tanduk adalah salah satu tanaman air tawar termudah untuk tumbuh.

Lumut tanduk dikenal oleh keberhasilannya di alam liar di mana ia telah menyebar ke setiap benua kecuali Antartika, setelah berasal dari Amerika Utara. Toleransi yang tinggi terhadap berbagai kondisi air menjadikannya ideal untuk pemula, sementara tingkat pertumbuhannya yang cepat dan kemudahan untuk berkembang biak berarti sedikit akan banyak manfaatnya.

Ini dapat digunakan sebagai tanaman apung atau berakar di substrat, memberi Anda lebih banyak kebebasan saat mendesain tampilan akuarium Anda. Lumut Tanduk juga meningkatkan jangkauan ikan air tawar yang dapat mengambil manfaat darinya.

Jika Anda mencari tanaman yang mudah dan cepat tumbuh maka lumut tanduk bisa cocok untuk Anda. Berikut ini ringkasan singkat tentang apa itu Lumut Tanduk.

Lumut tanduk adalah tumbuhan kecil, pendek, tidak berbunga, termasuk tanaman nonvaskuler yang hidup baik di darat dan di air. Mereka mewakili kelompok tanaman darat awal dan memilik tiga ratus spesies dalam ordo Bryophyta. Salah satu manfaat Lumut tanduk adalah ditanam pada akuarium.

Dengan menempelkan tunas atau potongan lumut yang mengandung rhizoid pada kerikil dibagian bawah akuarium akan cepat tumbuh mencapai permukaan air dan membentuk rumpun tebal. Lumut tanduk ini memberikan perlindungan untuk benih ikan dan juga mengoksidasi air badan air di mana mereka terendam.

Ciri-ciri Lumut Tanduk

Ciri-ciri umum lumut tanduk

Karakteristik lumut tanduk, antara lain :

  • Tubuhnya hanya mirip dengan lumut hati, akan tetapi mempunyai perbedaan di sporofitnya sporofit ini dapat membentuk kapsul yang panjang dan bisa tumbuh mirip tanduk.
  • Habitatnya ada di daerah yang mempunyai kelembaban lumayan tinggi.
  • Semua poros sporogonium tersebut terdiri atas sebuah jaringan atas serta dari sejumlah sel mandul.
  • Kolumela yang terselubung oleh jaringan, kolumela tersebut lalu akan memproduksi spora.
  • Arkespora pun memproduksi sejumlah sel mandul yang kadang dikenal dengan nama elatera.

Selain itu lumut tanduk menampilkan ciri berikut:

  • Bangsa ini hanya memuat beberapa marga yang dimasukkan dalam satu golongan saja, yaitu suku
  • Gametofit mempunyai talus berbentuk cakram dengan tepi bertoreh
  • Sel-selnya hanya mempunyai satu kloroplas hanya mempunyai satu kloroplas dengan satu pirenoid besar
  • Pada sisi bawah talus terdapat stoma denga 2 sel penutup berbentuk ginjal.
  • Sel-sel yang menyusun kaki sporogonium berbentuk sebagai rhizoid, melekat pada talus gametofitnya.
  • Sporogonium tidak bertangkai, mempunyai bentuk seperti tanduk, panjangnya 10-15 cm.
  • Berdasarkan analisis asam nukleat, ternyata lumut ini berkerabatan paling dekat dengan tumbuhan berpembuluh (vaskuler) dibanding dari kelas lain pada tumbuhan lumut
  • Tubuhnya mirip lumut hati, tetapi berbeda pada sporofitnya. Sporofit pada lumut ini membentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk
  • Habitatnya di daerah yang mempunyai kelembaban tinggi
  • Sepanjang poros sporogonium terdapat jaringan yg terdiri atas beberapa deretan sel mandul yang disebut
  • Kolumela diselubungi oleh jaringan yg kemudian menghasilkan spora, disebut
  • Arkespora juga menghasilkan sel-sel mandul yang disebut elatera
  • Keunikan lumut tanduk dibandingkan lumut lain yaitu masaknya kapsul spora pada sporogonium tidak bersamaan, melainkan dimulai dari atas dan berturut-turut sampai bagian bawah.
  • Dinding sporogonium mempunyai stoma dengan dua sel penutup
  • Anthocerotales terdiri dari satu suku, yaitu Anthocerotaceae

Habitat lumut tanduk

Karena gametofit lumut bersifat autotrofik, mereka membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk melakukan fotosintesis. Toleransi naungan bervariasi menurut spesies, sama halnya dengan tumbuhan tingkat tinggi. Di sebagian besar wilayah, lumut tumbuh terutama di daerah yang lembab dan teduh, seperti daerah berhutan dan di tepi sungai; tetapi mereka dapat tumbuh di mana saja di iklim berawan yang sejuk dan lembab, dan beberapa spesies beradaptasi dengan daerah yang cerah.

Pengertian Lumut Tanduk

Lumut tanduk merupakan salah satu tumbuhan berukuran kecil yang tak berbunga, pendek serta tergolong tumbuhan nonvaskuler/ dapat hidup di daratan maupun di air. Lumut tanduk sebagai wakil sejumlah tanaman darat pertama dan mempunyai 300 spesies berbeda di dalam ordo bryophyta.

Salah satu manfaat lumut tanduk ini dapat ditanam di akuarium. Hanya dengan menempelkannya di satu tunas maupun di sejumlah potongan lumut yang masih ada kandungan rhizoid kerikil pada posisi bawah akuarium.

Lumut tersebut akan cepat tumbuh sampai di permukaan air yang pada akhirnya membentuk rumpun tebal. Lumut tanduk ini dapat memberikan fasilitas aman untuk benih ikan. Selain tersebut, lumut ini pun bisa mengoksidasi badan air saat berendam.

Lumut Tanduk: Reproduksi

Di kelas ini ditemukan cara perkembangbiakan dengan aseksual serta seksual, yakni :

1. Perkembangbiakan dengan aseksual

Fragmentasi, yakni pemisahan dari lobus bagian utama talus. Sel sel bagian basal talus sudah mati dan juga hancur dan jika proses tersebut dialami di talus yang mencabang maka akan mengakibatkan lobus talus ini saling terpisah. Masing-masingnya lobus akan tumbuh lagi jadi individu baru.

Pembentukan kuncup (gemma). Para ahli lumut ini sudah pernah konfirmasi tentang sejumlah spesies anthocerus yang dapat menghasilkan gemma melekat ditangkai pendek di permukaan atas serta sepanjang tepi talus, mislanya A, formosae, dan glandulosus.

Membentuk umbi (tuber), ada berbagai jenis lumut tanduk yang mempunyai bentuk umbi kecil dengan memiliki keahlian melakukan gametofit baru.
Penebelan ujung (tepi) talus yang termasuk sebuah cara guna mempertahankan diri dari kekeringan.

2. Perkembangbiakan Dengan Seksual

Dengan membentuk arteridium serta arkegonium. Anteridium serta arkegonium mengumpul di suatu lekukan sisi atasnya talus. Zigot pada mulanya membelah jadi dua sel bersama satu dinding pisah melintang.

Sel diatas ini akan terus membelah yang termasuk sporogonium, ikut serta sel bagian bawah yang membelah dengan terus menerus membentuk kaki sporogonium, sporogonium kaki ini fusngsinya menjadi alat penghisap.

Lumut Tanduk: Struktur tubuh

Tubuh utamanya ini berwujud gametofit yang mempunyai talus bentuknya cakram bertepi toreh. Terkadnag melekat di tanah perantara rizoid yang tersusun talus masih sederhana sekali, sel selnya Cuma mempunyai sebuah kloroplas 1 pironoid besar.

Lumut Tanduk: Metagenesis

Lumut tanduk ini pun terjadi pergiliran keturunan atau metagenesis. Fase sporofit serta fase gametofit ini akan dialami dengan bergilir. Perkembangbiakan dengan seksual, dengan cara yakni membentuk sebuah lekukan di sisi atas talus. Zigot mulanya membelah jadi 2 sel dengan satu dinding memisah melintang. Sel yang ada diatasnya ini akan membelah jadi 2 sel bersatu dinding memisah melintang.

Sel yang ada diatasnya lagi akan terus mengalami pembelahan yakni sporogonium, ini akan diikuti di sel bagian bawah yang membelah serta membentuk kakinya sporogonium. Untuk sporogonium kaki itu berfungsi mnjadi alat penghisap, jika sporogonium masak pecah mirip buah polongan, memproduksi jaringan terdiri atas sejumlah deretan sel mandul yang dapat dikenal dengan nama kolumela. Kolumela ini terselubung oleh jaringan yang bisa memproduksi spora yang bisa dikenal dengan nama arkespora. Secara aseksualnya pembentukan spora ini, fragmentasi dan pembentukan kuncup.

Manfaat

Manfaat lumut bagi kehidupan manusia sangat besar. Suatu penelitian yang menyangkut kegunaan dan manfaat lumut (Bryophyta)  diseluruh dunia telah dilakukan. Berdasarkan data yang ada, lumut dapat digunakan sebagai bahan untuk hiasan rumah tangga, obat-obatan, bahan untuk ilmu pengetahuan dan sebagai indikator biologi untuk mengetahui degradasi lingkungan.

1- Peranan dalam ekologi

Lumut yang hidup diatas bebatuan lama-lama kelamaan akan menyebabkan batu hancur menjadi tanah karena rizoidnya dapat menembus permukaan bebatuan tersebut. Selanjutnya, secara bertahap akan membentuk tanah yang baru sebagai tempat untuk tumbuh tanaman lainnya, karena inilah lumut disebut sebagai vegetasi perintis.

Lumut yang hidup di hutan-hutan atau di atas permukaan tanah dapat mencegah erosi, mengurangi bahaya banjir, dan mampu menyerap air, sehingga dapat menyediakan air pada musim kemarau. Lumut yang sudah mati pun dapat dimanfaatkan menjadi penambat zat organik dalam tanah, sehingga tanah tersebut akan menjadi subur dan cocok untuk tumbuhan lainnya.

Beberapa contoh lumut yang dapat digunakan tersebut adalah Calymperes, Campylopus  dan  Sphagnum (Glime & Saxena, 1991  dalam Tan, 2003). Selain sebagai indikator lingkungan, keberadaan lumut di dalam hutan hujan tropis sangat memegang peranan penting sebagai tempat tumbuh organisme seperti serangga dan waduk air hujan (Gradstein, 2003).

2- Peranan dalam pengobatan

Beberapa jenis lumut sudah dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan, misalnya Marchantia sebagai obat penyakit hati, dan Sphagnum sebagai bahan pengganti kapas dan sumber bahan bakar.

3- Peranan sebagai ornamen

Lumut sering juga digunakan untuk pertamanan dan rumah kaca. Hal lain yang telah dilakukan dengan lumut ini adalah menggunakannya sebagai bahan obat-obatan. Berdasarkan hasil penelitian di  Cina, lebih dari 40 jenis lumut telah digunakan oleh masyarakat Cina sebagai bahan obat-obatan terutama untuk mengobati gatal-gatal dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri dan jamur (Ding, 1982 dalam Tan 2003).

4- Peran dalam ekosistem

Bryophyta melayani dua fungsi penting dalam arti ekologi: mereka menyerap dan melepaskan air dalam ekosistem tertentu, dan mereka juga melepaskan asam dalam ekosistem lainnya. Fungsi-fungsi ini membantu mendukung organisme tertentu dan bentuk kehidupan kecil lainnya di ekosistem di mana mereka ada.

Peranan Bryophyta
Peranan Bryophyta

Bryophyta adalah kelas tanaman darat non-vaskular. Mereka berukuran kecil dan herba dan biasanya tumbuh pada tikar. Lumut adalah salah satu jenis yang paling umum dan terkenal dari bryophyta. Dalam ekosistem tertentu, tanaman ini memiliki pengaruh yang sangat penting pada kehidupan organisme di sekitar mereka. Hal ini terutama berlaku di hutan hujan tropis dan di daerah beriklim basah, seperti boglands dan rawa-rawa. Dalam iklim ini, bola lumut membentuk dan menyerap air. Air yang diserap menjadi diresapi dengan zat yang berbeda dari tanaman itu sendiri. Misalnya, ion tertentu dan unsur kimia masuk ke air sementara masih dalam bola lumut. Setelah waktu yang singkat, bola lumut melepaskan air yang telah diperkaya, yang mungkin telah menjadi asam. Air yang dirilis kadang-kadang mengandung bahan organik dan, seiring waktu, dapat membuat ekosistem baru, seperti rawa-rawa.

Demikianlah pembahasan kali ini tentang Ciri-ciri lumut tanduk. Jadi, lumut tanduk ini kelompok tumbuhan yang tak berpembuluh serta tumbuhan berspora yang termasuk superdivisi tumbuhan lumut (bryophyta). Semoga bermanfaat.

Baca Juga

© 2022 Sridianti.com