Ciri-ciri umum Alga: Jenis dan contoh alga

Jika Anda berpikir alga hanyalah tanaman yang hidup di air, pikirkan lagi. Sebagian besar organisme akuatik menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, meskipun alga tidak memiliki banyak ciri tanaman lain, termasuk akar dan daun.

Fakta menarik Alga

  • Persen oksigen yang dihasilkan oleh alga: 30-50
  • Miligram karagenan, ekstrak ganggang merah, rata-rata yang dikonsumsi Amerika setiap hari, sering kali dalam produk susu: 250
  • Panjang maksimal, dalam kaki, rumput laut itu, ganggang terbesar, dapat tumbuh: 200
  • Kali ganggang lebih produktif daripada tanaman tradisional sebagai biofuel: 50
  • Jumlah penerbangan Continental Airlines yang, pada bulan November, adalah perjalanan penumpang komersial pertama di AS yang ditenagai oleh biofuel alga: 1403
  • Bertahun-tahun yang lalu, setelah kepunahan massal, alga dan bakteri mengkonsumsi semua oksigen laut, memperlambat pemulihan bumi: 250.000.000
  • Jumlah lumut bercahaya yang dapat ditemukan dalam satu galon air dari teluk bioluminescent Puerto Rico: 720.000
  • Jumlah sel alga sedang hingga besar, per mililiter air, yang dibutuhkan untuk mekar alga: 15.000
  • Area, dalam mil persegi, zona mati Sungai Mississippi, tempat ganggang yang membusuk menipis oksigen: 8.500
  • Jumlah sel dalam ganggang paling dasar: 1

Alga merupakan jenis organisme autotrof yang tidak memiliki organ tubuh seperti mkahluk yang lainnya. Alga yang juga disebut sebagai ganggang, tidak memiliki cirri cirri seperti makhluk hidup pada umumnya seperti daun, batang dan akar seperti tanaman, atau tangan dan kaki seperti manusia dan hewan. Tidak jarang kita salah mengartikan bahwa gangang tergolong dalam kelompok hewan atau tumbuhan. Karena kondisi ini, ganggang pernah dimasukan dalam jenis tumbuhan bertalus.

Istilah ganggang yang masih digunakan untuk alga,sebenarnya tidak diperkenankan oleh para peneliti, karena menimbulkan kerancuan akan maknanya nanti. nama ganggang lebih mengarah pada tumbuhan hydra atau yang hidup didalam air. Hanya saja, karena kebanyakan orang menyebut alga dengan nama ganggang maka istilah ganggang masih banyak digunakan oleh orang banyak.

Apa itu Alga?

Alga ada di lingkungan mulai dari lautan, sungai, dan danau hingga kolam, air payau, dan bahkan salju. Alga biasanya berwarna hijau, tetapi mereka dapat ditemukan dalam berbagai warna berbeda. Misalnya, alga yang hidup di salju mengandung pigmen karotenoid selain klorofil, sehingga memberi salju warna merah di sekitarnya.

Baca terus untuk menjelajahi lebih lanjut tentang jenis dan karakteristik alga dalam catatan alga yang disediakan di bawah ini.

Definisi Alga

Alga adalah istilah yang menggambarkan sekelompok besar bentuk kehidupan fotosintetik eukariotik. Organisme ini tidak memiliki nenek moyang yang sama dan karenanya, tidak berhubungan satu sama lain (polifiletik).

Contoh alga multiseluler termasuk rumput laut raksasa dan alga coklat. Contoh alga uniseluler termasuk diatom, Euglenophyta, dan Dinoflagellates.

Kebanyakan alga membutuhkan lingkungan yang lembab atau berair; karenanya, mereka ada di mana-mana dekat atau di dalam badan air.

Secara anatomi, alga mirip dengan kelompok besar organisme fotosintesis lainnya – tanaman darat. Namun, di situlah perbedaan berakhir karena alga tidak memiliki banyak komponen struktural yang biasanya terdapat pada tanaman, seperti batang sejati, pucuk, dan daun.

Selain itu, alga juga tidak memiliki jaringan pembuluh darah untuk mensirkulasi nutrisi dan air esensial ke seluruh tubuh mereka.

Ciri-ciri Alga:

  • Alga adalah organisme fotosintetik
  • Alga dapat berupa organisme uniseluler atau multiseluler
  • Alga tidak memiliki tubuh yang jelas, sehingga struktur seperti akar, batang atau daun tidak ada
  • Alga ditemukan di mana ada kelembaban yang cukup.
  • Reproduksi dalam alga terjadi dalam bentuk aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual terjadi oleh pembentukan spora.
  • Alga hidup bebas, meskipun beberapa dapat membentuk hubungan simbiosis dengan organisme lain.

Jenis Alga

Ada banyak jenis ganggang; namun, ini adalah beberapa tipe yang lebih menonjol:

Alga merah

Juga disebut Rhodophyta, alga merah adalah spesies khas yang ditemukan di ekosistem laut maupun air tawar. Pigmen phycocyanin dan phycoerythrin bertanggung jawab atas pewarnaan merah khas ganggang. Pigmen lain yang memberikan warna hijau (seperti klorofil A) ada. Namun, alga merah kekurangan klorofil B atau beta-karoten.

Alga hijau

Alga hijau adalah pengelompokan besar alga informal yang memiliki pigmen fotosintesis primer klorofil A dan B, bersama dengan pigmen tambahan seperti xantofil dan beta karoten.

Organisme yang lebih tinggi menggunakan ganggang hijau untuk melakukan fotosintesis bagi mereka. Spesies lain dari alga hijau memiliki hubungan simbiosis dengan organisme lain.

Anggota adalah flagel uniseluler dan kolonial. Contoh penting dari alga hijau termasuk Paramecium dan hydra.

Bukan Alga: Alga biru-hijau

Di masa lalu, alga biru-hijau adalah salah satu jenis ganggang yang paling terkenal. Namun, karena ganggang biru-hijau adalah prokariota, mereka saat ini tidak termasuk dalam ganggang (karena semua ganggang diklasifikasikan sebagai organisme eukariotik).

Juga disebut cyanobacteria, organisme ini hidup di lingkungan yang lembab atau air seperti ganggang lainnya. Ini termasuk bendungan, sungai, waduk, anak sungai, danau dan lautan. Kelas bakteri ini memperoleh energi melalui proses fotosintesis. Secara ekologis, beberapa spesies ganggang biru-hijau penting bagi lingkungan karena memperbaiki nitrogen di dalam tanah. Oleh karena itu, ini juga disebut bakteri pengikat nitrogen.

Namun, jenis ganggang biru-hijau lainnya bisa beracun bagi manusia. Mereka dapat berupa neurotoksik (memengaruhi sistem pernapasan atau saraf, menyebabkan kelumpuhan) atau hepatotoksik (menyebabkan hati gagal). Selain itu, beberapa dapat bertindak sebagai indikator kesehatan lingkungan, menandakan tingkat polusi.

Contoh Alga

Contoh-contoh penting dari ganggang meliputi:

  • Nostoc
  • Fucus
  • Diatom
  • Spirogyra

Contoh lain dari alga yang kurang terkenal adalah:

  • Microcystis
  • Duckweed
  • Pandorina

Biofuel alga

Perkembangan terbaru dalam sains dan teknologi telah memungkinkan alga digunakan sebagai sumber bahan bakar. Permintaan global untuk produk minyak bumi dan penurunan kesehatan lingkungan telah mendorong penggunaan alternatif ramah lingkungan seperti biofuel alga. Oleh karena itu, bahan bakar alga adalah alternatif yang semakin layak untuk bahan bakar fosil tradisional. Ini digunakan untuk memproduksi segala sesuatu dari diesel “hijau” hingga bahan bakar jet “hijau”. Ini mirip dengan biofuel lainnya yang terbuat dari jagung dan tebu.

Ukuran dan bentuk tubuh alga

Alga terdiri dari beberapa jenis berdasarkan sel yang menyusun tubuhnya, tubuh alga ada yang ber sel satu atau uniseluler dan ada yang ber sel banyak atau disebut juga dengan multyseluler. Ukuran nya juga beragam ada yang besear dan ada yang kecil, tergantung jenis dari alga tersebut. Jika dibedakan dari ukurannya Ada jenis alga yang harus dilihat secara mikroskopis seperti cylotella, cetaium, goniochloris, glocobotrys, scenedesmus, volvox, cholera, synura, navicula, euglena, dan mischococus dan ada alga yang dapat di lihat secara langsung seperti spirogyra, macrocytis, sargassum, turbinari, laminaria, coralina, fulcus dan palmaria.

alga memiliki dinding sel sehingga bentuk tubuhnya cenderung lebih tetap. Jenis alga yang memiliki ukuran besar atau makroskopis dan  memiliki banyak sel didalammnya memiliki beragan bentuk tubuh, beberapa jenis menyerupai rumput, benang atau filament, menyerupai lembaran serta ada juga yang menyerupai bentuk tumbuhan tingkat tinggi.   Karena alga memiliki ukuran yang kecil sehingga bentuk tubuh alga sangat bervariasi, seperti berbentuk  kotak, oval, segitiga, bulat, menyerupai bintang dan seperti batang.

Cara hidup dari alga juga berbeda beda tergantung dari spesiesnya, terdapat beberapa jenis alga yang hidup secara berkelompok atau berkoloni dan ada juga yang hidup dengan cara soliter atau mandiri. alga yang hidup dengan cara soliter atau mandiri, seperti alga jenis oarhixa, chlorella, eugina, botrydiopsis dan goniochloris sculpta. Dan alga yang hidup secara koloni seperti, volvox gonium, dan hydrodicton.

Struktur tubuh alga

Alga memiliki membrane inti dan memiliki dinding sel serta berkemampuan untuk melakukan proses fotosintesis  karena mempunyai klorofil, sehingga secara struktur tubuh alga manyerupai tumbuhan.  Jiika anda menjumpai organisme yang menyerupai lumut, bisa saja organism tersebut bukan lumut tapi jenis alga yang berukuran makroskopis yang dapat dilihat oleh mata telanjang. Alga memiliki komponen pembentuk tubuh antara lain polisakarida, algin, pectin, karagenan, agar, kalsium karbonat, silica dan hemiselulosa. Ketika kita melihat organisme yang mirip dengan lumut  belum tentu organism tersebut adalah lumut  melainkan alga dengan jenis makroskopik yang dapat kita lihat secara langsung. Terdapat satu hal yang membuat kita bisa membedakan antara alga dan lumut yaitu, alga memiliki zat lendir yang berasal dari zat pembentuk tubuh sehingga alga akan menjadi lengket dan licin bahkan bisa tampak seperti karet.

Tidak semua alga memiliki dinding sel, alga euglena tidak memiliki dinding sel namun terdapat pelikel lentur yang mampu menopang membrane sel yang ada didalam tubuhnya. Alga jenis euglena ini juga memiliki bentuk kloroplas yang sangat beragam. Ada yang berbentuk lonjong, bulat, bintang, menyerupai mengkuk, spiral, cakram, jala pita dan lain sebagainya.

ribosom, DNA, prinoid dan klorofil merupakan komponen yang membentuk  kloroplas. Jenis klorofil yang terdapat didalam kloroplast juga berbeda beda seperti klorofil a, klorofil b, klorofil c dan juga klorofil d. alga mampu melakukan kegiatan fotosintesis untuk kelangsungan hidupnya sendiri karean memiliki klorofil ini. Namun tidak semua alga memiliki klorofil sebagai pigmen fotosintesis, beberapa alga memiliki pigmen fotosintesis lainnya seperti karoten yang membuat warna alga menjadi kuning kemerahan,  fikosianin yang membuat warna alga biru,  xantofil yang membuat warna alga kuning, fikoeritrin yang membuat warna alga merah  dan juga fukosantin  yang membuat warna alga cokelat. Karena alga memiliki banyak warna terkadang didalam satu koloni terdapat beberapa jenis alga dengan pigmen fotosintesis yang berbeda, sehingga menyebabkan warna dari koloni alga tersebut berkombinasi dan menampilkan fenomena warna yang sangat indah

Habitat alga

Alga membutuhkan sinar matahari untuk dapat melakukan kegiatan fotosintesis untuk menghasilkan sumber makanannya,  sehingga lingkungan tempat alga hidup haruslah memiliki sinar matahari yang cukup. Alga dapat hidup di perairan air tawar dan air asin yang lembab dan basah dengan kondisi intensitas cahaya matahari yang cukup baik. Keberadaan alga didalam perairan sangatlah di butuhkan, karena alga merupakan produsen dari banyak jenis plankton seperti fitoplankton. Fitoplankton merupakan sumber utama makanan dari beberapa organism yang hidup didalam perairan tersebut.

Didalam habitatnya, alga dapat hidup dengan cara menempel pada organism lain dan bisa juga hidup mandiri dengan melayang laying didalam air tanpa arah. Alga yang menempel pada organism lain disebut juga dengan istilah bentik, sedangkan alga yang melayang laying disebut sebagai neuston. Alga bentik dikelompokan menjadi beberapa kelompok berdasarkan tempat alga tersebut menempel. Kelompok alga epilitik yang melekat pada batu,  Kelompok alga epipelik yang melekat pada pasir atau lumpur,  Kelompok alga epizoik yang melekat pada hewan  dan Kelompok alga epifitik yang melekat pada tanaman.

Selain dikelompokan kedalam kelompok berdasarkan tempat menempelnya, alga juga dibedakan berdasarkan tempet hidupnya, berikut ini merupakan beberapa kelompok alga berdasarkan tempat hidupnya.

  • Alga suberial, yang habitatnya berada di permukaan air
  • Alga intertidal, yang akan tergantung pada arus air dimana secara periodik pasti akan muncul di permukaan air
  • Alga sublitoral, yang habitatnya berada di bawah permukaan air
  • Alga edafik, yang habitatnya di dalam lumpur atau di pasir daratan

Mobilitas alga

Seperti penjeladan sebelumnya, alga merupakan organism autotrof yang tidak memiliki tubuh yang mampu berpindah tempat dengan sendirinya. Disamping itu alga hidup didalam air, sehingga  Alga melakukan mobilitas nya dengan menggunakan bantuan arus air. Bergantung dengan Kemana arus air tersebut membawa alga yang hidup melayang layang didalam dan permukaan air untuk terus tumbuh. Alga yang melayang didalam air dan dipermukaan air biasanya memiliki ukuran yang kecil, sedangkan alga dengan ukuran yang besar akan menempel pada batu, pohon dan benda benda yang lainnya.

Makanan alga

Alga memiliki pigmen fotosintesis, Seperti penjelasan diatas alga melakukan kegiatan fotosintesis yang dibantu oleh cahaya matahari untuk dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun ada juga jenis alga yang memakan organism lain untuk melangsungkan kehidupannya. Tidak hanya itu, terdapat juga jenis alga yang mampu melakukan kegiatan fotosintesis dan memakan organism lainnya.

Reproduksi alga

Alga bereproduksi atau berkembang biak dengan dua cara, yaitu dengan cara kawin dan akan menghasilkan spora, dansecara tidak kawin dengan cara membelah diri.

Related Posts

This Post Has One Comment

Comments are closed.