Pengertian Chrysophyta: ciri, Klasifikasi dan contoh

Pengertian Chrysophyta: ciri, Klasifikasi dan contoh

Chrysophyta (ganggang emas, alga emas-coklat) adalah pembagian ganggang yang sebagian besar uniseluler (kadang-kadang dianggap sebagai protozoa, kelas Phytomastigophora) di mana kloroplas mengandung sejumlah besar pigmen fukosantin, yang memberikan warna coklat pada alga.

Sebagian besar Chrysophyta biasanya memiliki ciri ber-flagel, memiliki satu flagel dari jenis perada dan flagel kedua dari jenis whiplash, yang dapat direduksi menjadi sebuah rintisan pendek. Kista atau spora istirahat terbentuk yang biasanya dihiasi dengan duri, dll.; dinding kista mengandung silika. Chrysophyta ditemukan terutama di habitat air tawar yang rendah kalsium. Genera Chrysophyta termasuk Chromulina, Mallomonas, Ochromonas, dan Synura.

Dalam skema klasifikasi lama, mis. Skema lima kingdom, Protista adalah kingdom yang terdiri dari organisme seperti hewan (protozoa), seprti tumbuhan (alga), dan organisme seperti jamur (jamur lendir dan jamur air). Dengan demikian, Protista dibagi menjadi beberapa filum. Spesies mirip-tumbuhan atau alga selanjutnya dibagi menjadi filum berikut: Euglenophyta, Chrysophyta (diatom), Pyrrophyta (dinoflagelata), Chlorophyta (ganggang hijau), Phaeophyta (ganggang coklat), dan Rhodophyta (ganggang merah). Chrysophyta termasuk Chrysophyceae (alga emas), Xanthophyceae (ganggang kuning-hijau), dan Bacillariophyceae (diatom).

Chrysophyta adalah kelompok alga yang dikarakterisasi terutama oleh spesies mereka meskipun terdapat struktur flagellar (meskipun ada juga struktur flagellar mereka), yang non-motil) dan warna keemasan karena banyaknya pigmen fukosantin. Ochromonas sp. dan Chrysosaccus sp. adalah beberapa contoh anggota Chrysophyta.

Xanthophyta atau ganggang kuning-hijau ditandai oleh warnanya karena banyaknya pigmen, β-Karoten dan karotenoid diadinosantin. Mereka kekurangan fukosantin sehingga menghasilkan warna yang lebih terang. Chlorarachnion sp., Tribonema sp., Dan Botrydium sp. adalah beberapa contoh xanthophyta.

Diatom dicirikan oleh dinding selnya yang mengandung pektin yang diresapi dengan silika dan terdiri dari dua bagian, satu tumpang tindih satu lainnya. Kebanyakan dari mereka bersel satu sedangkan yang lain dapat membentuk koloni. Fragilaria sp., Tabellaria sp., Dan Asterionella sp. hanyalah beberapa dari banyak contoh diatom.

Pengertian Chrysophyta

Chrysophyta, chrysos=emas, adalah salah satu kelompok alga yang uniseluler soliter (misal ochromonas) atau ada juga yang berkoloni tidak berflagellum, dan ada juga yang multiseluler (missal vaucheria).

Dinding sel chrysophyta mengandung hemiselulose, silica yang berperan sebagai cadangan minyak bumi dan pectin. Inti sel pada chrysophyta sebagian besar adalah besifat eukariota dan sebagian lagi bersifat prokariota. Pada diatom (contohnya navicula) dinding selnya berbentuk seperti cangkang yang tediri atas bagian dasar atau hipoteca dan bagian penutup atau epiteca. Cadangan makanan pada chrysophyta berupa lemak dan karbohidrat.

Ganggang keemasan sebagian besar hidup di air tawar tetapi ada juga yang hidup di air laut dan ada yang hidup di tanah. Alga Chrysophyta (Alga Keemasan) Meskipun ada anggota chrysophyta yang hidup di laut, reproduksinya dilakukan secara aseksual dengan pembelahan biner. Pada ganggang uniseluler reproduksi atau perkembangbiakan dilakukan dengan pembentukan spora. Sedangkan pada ganggang yang multiseluler reproduksi seksualnya dilakukan melalui penyatuan dari jenis gamet. Contoh dari ganggang keemasan atau ganggang pirang adalah navicula, synura, dan nishoous.

Berdasarkan pada persediaan karbohidrat, struktur kloroplas dan heterokontous flagellanya maka divisi chrysophyta dibagi menjadi 3 kelas. Dalam chrysophyta, prinsip fotosintesis pigmen biasanya terdiri dari klorofil a dan klorofil c dan karatenoid fukosantin. Pengelompokan chrysophyta menunjukkan perbedaan struktur kloroplas dan sering kali tedapat tiga thylakoids di sekitar periphery kloropla (girdle lamena). Kloroplast dan retikulum endoplasma sempit dan kurang adanya perbedaan struktur: Ribosom terdapat pada permukaan luar CER. Tingkat flagenta yang paling tinggi yaitu heterokontoun. Sel heterokontous mempunyai dua flagel, yaitu age licin dan flagel dengan bulu kaku seperti pipa atau mastigonema dalam dua baris.

Ciri Ciri Chrysophyta

  • Berwarna kuning sampai agak pirang keemasan
  • Struktur tubuh ada yang bersel satu atau bersel banyak berupa benang
  • Kloroplas kecil-kecil berbentuk cakram atau lembaran
  • Selain klorofil, alga keemasan mengandung beberapa macam karotin
  • Habitatnya di tempat-tempat yang basah dan di air tawar maupun air laut.

Bentuk Tubuh

  • Ada yang uniseluler soliter, uniseluler berkoloni, dan ada pula yang multiseluler
  • Memiliki pigmen dominan karoten berupa xantofil yang memberikan warna keemasan. Pigmen lainnya adalah fukoxantin, klorofil a dan klorofil c.

Alat Gerak

Memiliki alatgerak yang terdiri dari flagel dan jumlahnya tidak sama tiap marga (struktur dasar flagel pada alga mirip dengan flagel pada makhluk hidup lain). Alga Cyanophyta (Hijau – Biru) Pada ganggang keemasan yang bersel satu ada yang memiliki dua flagella heterodinamik yaitu sebagai berikut :

  • Satu flagella memiliki tonjolan seperti rambut yang disebut mastigonema, flagella seperti ini disebut pleuronematik.
  • Satu flagella lagi tidak mempunyai tonjolan seperti rambut disebut akronematik, mengarah ke posterior.

Ciri Talus

Bentuk dapat berupa batang, telapak tangan, dan bentuk-bentuk campuran.

Cadangan Makanan

Cadangan makanan pada Chrysophyta berupa tepung krisolaminarin. Dan bahan simpanan utamanya adalah minyak dan krisolaminarin (leukosin) dan kanjinya tidak menimbun.Pada kloroplas pada ganggang jenis tertentu ditemukan pirenoid yang merupakan tempat persediaan makanan.

Cara Hidup

Ganggang keemasan hidup secara fotoautotrof, artinya dapat mensintesis makanan sendiri dengan memiliki klorofil untuk berfotosintesis.

Sel

  • Dinding sel sebagian besar tersusun dari silikat.
  • Sel terdiri dari dua bagian

→ Tutup (epitheca)

→ Wadah (Hypotheca)

Isi Sel

  • Vakuola Kontraktil

Terdapat satu atau dua fakuola kontraktil dalam sel (tergantung pada spesies) yang terletak dekat dasar dari flagel. Masing-masing fakuola kontrakil terdiri atas vesikel kecil yang berdenyut dengan interfal yang teratur, mengeluarkan isinya dari sel. Vakuola kontraktil yang terdapat pada alga yang berflagel fungsi utamanya adalah osmoregulator.

  • Badan Golgi

Badan golgi terletak di antara inti dan kontraltil fakuola. Badan golgi adalah organela yang terdapat pada sel eukariotik, baik hewan maupun tumbuhan yang strukturnya terdiri dari tumpukan fesikel bentuk cakram atau kantung.

  • Nukleus

Nukleus dan kloroplas dihubungkan oleh membran kloroplas ER yang mana berhubungan dengan pembungkus inti.

  • Kloroplas

Kloroplas pada Chrysophyta berwarna coklat keemasan. Ciri Phaeophyta (Alga Coklat) Chrysophyta menunjukkan perbedaan struktur kloroplas dan sering kali terdapat tiga thylakoids disekitar periphery kloroplas (girdle lamina). Kloroplas terdiri dari dua membran (CER), jarak periplastida antara dua kloroplas dan retikulumendoplasma sempit dan kurang adanya perbedaan struktur.

  • Ribosom

Ribosom pada Chrysophyta terdapat pada permukaan luar CER.

Terdiri dari 3 kelas:

  • Chrysophyceae (Algae emas)
  • Xanthophyceae (Algae kuning hijau)
  • Baccilariophyceae (Diatom)

Paling berperan sebagai plankton, paling banyak anggotanya dan merupakan produsen primer utama di laut.

Habitat Chrysophyta

Chrysophyta biasanya terdapat ditempat-tempat yang basah, air laut, air tawar dan di tanah yang lembab. Untuk Xantophyceae hidup di air tawar, air laut dan tanah. Protista Mirip Tumbuhan (Algae) Chrysophyceae hidupnya di air laut dan air tawar. Sedangkan Bacillariopphyceae di air laut, di air tawar ataupun pada tanah- tanah yang lembab.

Klasifikasi

Perlu dicatat, bahwa klasifikasi taksonomi organisme cenderung berubah karena studi lebih lanjut tentang spesies akan mengarah pada sistem klasifikasi yang lebih baru. Misalnya, database taksonomi NCBI mengklasifikasikan diatom, ganggang emas, dan ganggang kuning-hijau ke Stramenopiles (heterokonts) dari Eukaryota superkingdom.

Chrysophyta dikelompokkan menjadi tiga kelas, yaitu Xanthophyceae, Chrysophyceae, dan Bacillariophyceae.

Xanthophyceae

Xanthophyceae berwarna hijau kekuningan karena memiliki pigmen klorofil dan xantofil. Tubuhnya multiseluler, berbentuk filamen bercabang, dan senositik (sel memiliki banyak inti). Xanthophyceae bereproduksi secara vegetatif maupun generatif. Reproduksi secara vegetatif terjadi dengan membentuk zoospora yang selanjutnya tumbuh menjadi filamen baru. Sementara reproduksi secara generatif yaitu dengan membentuk anteridium yang menghasilkan spermatozoid dan oogonium yang menghasilkan ovum. Bila terjadi fertilisasi, akan dihasilkan zigospora yang selanjutkan tumbuh menjadi filamen baru. Contohnya Vaucheria.

Contoh Vaucheria

Contoh Vaucheria

Chrysophyceae

Chrysophyceae tampak berwarna cokelat keemasan karena mengandung pigmen klorofil dan karoten. Cadangan makanan disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minyak. Tubuhnya terdiri atas satu sel dan hidup secara soliter atau berkoloni. Contohnya ganggang Synura yang hidup berkoloni, sedangkan Mischococcus dan Ochromonas hidup soliter. Sel tubuhnya berbentuk seperti bola dan memiliki flagela.

contoh Chrysophyceae Synura

contoh Chrysophyceae Synura

Bacillariophyceae (Diatomae atau diatom)

Bacillariophyceae (Yunani, bacillus = batang kecil, phykos = alga) adalah ganggang uniseluler, berwarna kuning kecokelatan, dan memiliki dinding sel yang unik seperti gelas dan campuran bahan organik dan silika. Bacillariophyceae dikenal sebagai ganggang kersik. Dinding sel diatom terdiri atas dua bagian yang saling tumpang tindih seperti kotak (hipoteka) dengan tutupnya (epiteka). Pada hipoteka dan epiteka terdapat pori-pori sebagai tempat pertukaran zat dan gas antara sel dengan lingkungannya. Bentuk dinding sel (cangkang) dan pori-porinya merupakan ciri yang digunakan sebagai dasar klasifikasi diatom. Diatom menyimpan cadangan makanan dalam bentuk polimer glukosa laminarin dan minyak.

contoh Bacillariophyceae diatoms

contoh Bacillariophyceae diatoms

Diatom dapat hidup soliter maupun berkoloni. Beberapa jenis diatom dapat bergerak meluncur karena terdapat interaksi protein kontraktil aktin dengan filamen polisakarida di dalam sitoplasma. Habitat diatom di air laut, dan ada pula yang hidup di air tawar, misalnya di sawah dan parit. Beberapa spesies diatom dapat membentuk sista ketika kondisi lingkungan memburuk. Diatom memiliki daya apung yang baik, yang disebabkan oleh regulasi (pengaturan) seluler ion-ion untuk menahan bobot dinding sel yang relatif berat.

Ciri-ciri Alga Emas

Ciri-ciri Alga Emas

Pada siang hari diatom berada di permukaan air. Bila diatom sudah mati, maka sisa dinding selnya akan mengendap di dasar perairan dan membentuk fosil yang menjadi penyusun sedimen tanah diatomeseus. Tanah diatomeseus dimanfaatkan sebagai bahan pasta gigi, bahan penggosok, medium filter (penyaring), campuran semen, isolasi, dan penyerap nitrogliserin pada bahan peledak. Contoh diatom, yaitu Navicula monilifera, Pinnularia sp., Melosira, dan Cyclotella meneghiniana.

Diatom dapat bereproduksi secara generatif maupun vegetatif. Reproduksi generatif diawali dengan pembentukan ovum (sel telur) dan spermatozoid yang bersifat ameboid (berfiagela satu). Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang akan tumbuh menjadi diatom baru. Reproduksi generatif dapat pula melalui konjugasi dengan membentuk penonjolan protoplasma sehingga terbentuk auksospora. Auksospora akan tumbuh menjadi individu baru.

Namun demikian, reproduksi secara vegetatif lebih dikenal, yaitu dengan pembelahan mitosis. Pembelahan mitosis menghasilkan dua sel anak yang memiliki ukuran berbeda karena setiap sel anak mempertahankan sebagian dinding sel induknya. Kemudian, masing-masing sel anak membentuk paruhan komplementer yang baru. Jadi, setiap pembelahan sel diatom akan menghasilkan satu sel anak yang berukuran sama dengan sel induknya, sedangkan satu sel anak lainnya berukuran lebih kecil.