7 Ciri ciri Meganthropus Paleojavanicus

Indonesia merupakan negara yang banyak menyimpan sejarah tentang kehidupan zaman prasejarah, hal ini dibuktikan dengan adanya banyak diketemukannya fosil-fosil manusia purba diantaranya Pithecanthropus Erectus, Homo, dan Meganthropus Paleojavanicus. Meganthropus Paleojavanicus merupakan bahasan kita pada kesempatan ini yang telah dituliskan cirinya di bawah. Mari kita simak ulasannya.

Ciri ciri manusia purba meganthropus paleojavanicus

Berbagai jenis fosil manusia purba telah ditemukan di Indonesia. Antara lain di Jawa, Sumatra Utara, Aceh, Flores, Sulawesi Selatan Bahkan di Kalimantan Selatan. Namun penemuan fosil manusia banyak terdapat di Pulau Jawa, terutama di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo.

Jenis-jenis manusia purba yang ditemukan di Indonesia Antara lain Pithecanthropus Erectus, Homo, dan yang akan saya bahas kali ini, yaitu Meganthropus Paleojavanicus. Meganthropus Paleojavanicus adalah manusia purba yang tertua di Indonesia. Meganthropus Paleojavanicus berasal dari kata-kata berikut ini:

  • Mega yang artinya adalah “besar”.
  • Anthropus yang artinya adalah “manusia”.
  • Paleo yang artinya adalah “paling tua/tertua”.
  • Javanicus yang artinya adalah “Jawa”.

Jadi Meganthropus Paleojavanicus artinya adalah “manusia bertubuh besar yang paling tua dari Pulau Jawa”. Meganthropus Paleojavanicus diperkirakan hidup pada dua juta tahun yang lalu.

Ciri Meganthropus Paleojavanicus

Meganthropus Paleojavanicus artinya “manusia bertubuh besar yang paling tua di pulau Jawa”. Penulis posting tentang hal ini karena baru kemarin-kemarin disuruh guru sejarah untuk mencari ciri-ciri manusia purba ini, jadi sekalian saja penulis posting di blog. Berikut adalah ciri-ciri Meganthropus Paleojavanicus:

  1. Memiliki tulang rahang yang kuat
  2. Tidak punya dagu
  3. Memiliki otot kunyah yang kuat
  4. Tulang pipi tebal
  5. Tulang kening menonjol
  6. Memiliki tonjolan di kepala belakang
  7. Memakan jenis tumbuhan

Fosil Meganthropus Paleojavanicus ditemukan oleh Von Koenigswald di Sangiran, lembah Bengawan Solo. Fosil ini berasal dari lapisan Pleistosen bawah. Mereka hidup dengan cara food gathering atau mengumpulkan makanan.

Interpretasi ilmiah

Homo erectus

Mayoritas ahli paleoanthropologi menganggap fosil Meganthropus masih termasuk dalam variasi H. erectus. Seperti Kaifu et al. (2005) mencatat: “Jika kita mengambil sudut pandang konservatif bahwa semua populasi Homo sebelumnya yang cukup berasal dari Homo awal Afrika adalah milik H. erectus, kelompok Grenzbank / Sangiran dialokasikan untuk kelompok primitif dari spesies ini.” Namun beberapa berpendapat bahwa fosil Meganthropus memerlukan spesies terpisah atau subspesies H. erectus, yang mengusulkan nama H. ​​palaeojavanicus atau H. e. palaeojavanicus berdasarkan keprimeraian mereka secara keseluruhan, seperti kapasitas tengkorak yang rendah (Tyler, 2001). Terhadap pandangan ini, Wolpoff (1999) berpendapat untuk kesamaan kuat antara fosil Jawa sebelumnya dan kemudian dan tidak ada spesies atau perbedaan subspesies.

Australopithecine

Robinson (1953) pertama kali menyarankan bahwa Meganthropus (berdasarkan pada fragmen mandibula Sangiran 6) dapat menjadi perwakilan Asia Tenggara dari australopithecine yang kuat. Sebuah teori serupa diajukan oleh Krantz (1975) yang berpendapat bahwa Sangiran 6 adalah: “sepenuhnya di luar kisaran ukuran Homo erectus yang mungkin dan harus digolongkan sebagai Australopithecus africanus” (mis. Gracile yang bertentangan dengan australopithecine yang kuat). Menurut Koenigswald (1973) sifat australopithecine yang kuat dan gracile dapat ditemukan di Sangiran 6: “Dalam hal tertentu rahang bawah Meganthropus menggabungkan karakteristik A. africanus (premolar) dengan karakteristik A. robustus (ukuran).”

Sebuah penelitian oleh Orban-Segebarth & Procureur (1983) dari Mandiran 6 mandibula juga menyimpulkan: “Meganthropus Asia ‘Sangiran 6’ telah menandai sifat-sifat australopithecoid” tetapi Kramer dan Konigsberg (1994) menentang pandangan ini. Menurut Cartmill dan Smith (2009): “tidak ada alasan kuat untuk menghilangkan spesimen ‘Meganthropus’ dari H. erectus”.

7 Ciri ciri Meganthropus Paleojavanicus

Indonesia merupakan negara yang banyak menyimpan sejarah tentang kehidupan zaman prasejarah, hal ini dibuktikan dengan adanya banyak diketemukannya fosil-f

Editor's Rating:
5

1 comment on “7 Ciri ciri Meganthropus Paleojavanicus

  1. Ardini

    Berikut ciri-ciri fisik manusia purba meganthropus paleojavanicus:
    1. Bagian belakang kepala menonjol
    2. Bentuk hidung melebar
    3. Tidak memiliki dagu sedangkan bagian mulut menonjol
    4. Mempunyai tulang pipi yang menebal
    5. Memiliki postur tubuh tegap dan besar
    6. Memiliki tonjolan dibagian kening muka
    7. Memiliki gigi dan rahang yang kuat dan besar
    8. Memakan makanan berasal dari tumbuh-tumbuhan (vegetarian)
    9. Bagian tulang ubun-ubun pendek

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *