12 Ciri-ciri monograf

Monograf adalah makalah atau teks penelitian yang membahas aspek tertentu dari topik atau topik tertentu. Untuk memahami sepenuhnya apa itu monograf, perlu diketahui ciri-ciriĀ  utamanya, yang kami sajikan di bawah ini.

1. Memberikan informasi tentang topik tertentu

Monograf berfungsi memberikan informasi spesifik tentang topik tertentu, baik itu ilmiah, humanistik, sosial atau jurnalistik. Untuk melakukan ini, Anda harus memilih fokus perhatian dan tujuan yang jelas.

2. Menetapkan batasan investigasi dengan jelas

Selain menyatakan apa yang diusulkan dalam monograf, yaitu ruang lingkupnya, batasannya juga harus dinyatakan. Untuk memenuhi tujuan pengembangan topik tertentu, setiap monograf harus menetapkan batasan penelitian, yang mana harus memilih korpus dan kerangka teori atau referensi yang disesuaikan dengan kebutuhan proyek.

3. Rancangan metodologis menyesuaikan dengan tujuan dan penggunaannya

Bergantung pada penggunaan yang akan dimiliki monograf, desain metodologisnya harus disesuaikan. Misalnya untuk sekolah, jurnalistik, ilmiah atau kepentingan umum lingkungan.

4. Dapat disesuaikan dengan modalitas atau tipe yang berbeda

Monograf dapat disesuaikan dengan modalitas atau jenis yang berbeda. Di antara mereka yang menonjol berikut ini:

  • Monograf pada analisis pengalaman: apakah itu ditujukan untuk mengembangkan eksperimen atau pengalaman yang darinya kesimpulan tertentu ditarik.
  • Monograf penelitian: adalah penelitian yang berusaha memberikan informasi tentang masalah atau topik yang memerlukan eksplorasi atau pendalaman lebih lanjut.
  • Monograf kompilasi: mereka adalah orang yang mengumpulkan dan menganalisis informasi yang tersedia pada suatu topik untuk membangun interpretasi.

5. Sesuai dengan struktur dasar

Monograf harus sesuai dengan struktur dasar. Meskipun mungkin ada variasi, monograf biasanya memiliki komponen berikut:

  • Sampul: berisi data-data pokok seperti instansi, judul Ciptaan, nama pengarang, tanggal dan tempat presentasi.
  • Indeks: ini harus memberikan penjelasan tentang struktur pekerjaan dan jumlah halaman.
  • Pendahuluan: pendahuluan menjelaskan tujuan, metode dan justifikasi monograf.
  • Badan pekerjaan: sesuai dengan perkembangan topik sesuai dengan kebutuhan investigasi.
  • Kesimpulan: mengumpulkan informasi relevan yang diperoleh selama investigasi.
  • Lampiran: adalah semua materi tambahan yang membantu untuk lebih memahami subjek.
  • Sumber konsultasi: mengacu pada daftar pustaka, hemerografi, wawancara atau sumber lain yang menjadi dasar pekerjaan. Ini harus diatur menurut abjad.

6. Menghormati sumber yang dikonsultasikan

Setiap karya monografi didasarkan pada sumber konsultasi. Oleh karena itu, penghargaan harus selalu diberikan kepada penulis dari sebuah ide yang disajikan dan mengacu pada sumber dari mana ide tersebut diambil, terlepas dari apakah itu kutipan literal atau parafrase.

7. Perluasannya bervariasi

Panjang monograf tergantung pada jenis atau modalitas yang dibahas, batas dan ruang lingkupnya, serta jumlah sumber yang dirujuk.

8. Eksposur harus jelas

Sebuah monograf harus merespon kebutuhan penelitian dengan cara yang jelas dan ringkas, karena ini bukanlah karya berteori atau spekulasi.

9. Objektivitas

Berbeda dengan esai, monograf bertujuan untuk memberikan informasi secara obyektif, menghilangkan pendapat pribadi subjek.

10. Harus dimulai dari analisis yang tidak memihak

Penyelidik harus berhati-hati dalam membuat penilaian nilai. Ini berarti Anda harus mencoba untuk tidak memihak dalam analisis informasi yang dirangkum dan dianalisis, terlepas dari kerangka keyakinan ideologis Anda atau keterikatan pribadi Anda.

11. Tahapan elaborasi dari sebuah monograf

Untuk menyiapkan monograf, langkah-langkah berikut harus dipenuhi:

  • pilihan topik;
  • lengkungan sumber;
  • pilihan metodologi;
  • pengembangan indeks tentatif;
  • desain rencana kerja;
  • tulisan terakhir;
  • koreksi orto-tipografi.

12. Harus mematuhi aturan presentasi

Monograf adalah karya akademis yang tunduk pada serangkaian norma penyajian, selain metodologi yang dirancang sesuai dengan bidang pengetahuan. Contohnya adalah standar APA, yang telah menjadi model paling luas dalam penelitian ilmiah.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *