Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Manfaat, Reproduksi, Klasifikasi

Pada kali ini sridianti.com akan membahas tentang topik Ciri-ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta), Manfaat, Reproduksi, Klasifikasi untuk para pembaha sekalian.

Barang kali Anda sedang buka smartphone dan menghabiskan paket kuota internet hanya untuk mencari apa saja ciri dari Tumbuhan Lumut atau bryophyta, Anda sudah berada di tempat yang benar. Ciri-ciri tumbuhan lumut (bryophyta) – apa sih yang dimaksud dengan tumbuhan lumut? Dan bagaimana cirinya? Nah, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut maka simak pembahasan berikut :

Tumbuhan lumut dikenal sebagai bryophyta yakni tanaman darat yang mempunyai spesies dengan besar 25.000 dan berbeda-beda. Lumut ini kadang tumbuh pada daerah yang cukup lembab dan beriklim dingin sekali. Tumbuhan lumut ini dapat membeku pada daerah yang menyalju tapa terjadi gangguan.

Lumut merupakan kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai akar serta daun sejati, akan tetapi dapat menyerap hara serta menjalankan fotosintesis. Lumut pun dikenal dengan nama bryophyta. Kelompok tumbuhan tersebut adalah yang paling besar antara lain jumlahnya mencapai 25.000 spesies yang bisa dijumpai disemua dunia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas seputar Ciri ciri tumbuhan lumut (bryophyta).

Ada banyak hal yang bisa menggambarkan tumbuhan Lumut yang ditulis disini, simak penjelasan lengkapnya di bawah. Lumut termasuk ke dalam Kingdom Plantae disebut juga Dunia Tumbuhan karena beranggotakan berbagai jenis tumbuhan. Anggota kingdom plantae memiliki ciri-ciri umum yang sama, tetapi ada beberapa hal yang membedan lumut dengan tumbuhan lainnya.

Para ahli membagi dunia tumbuhan menjadi dua kelompok, yaitu tumbuhan tidak berpembuluh (nonvaskuler) dan tumbuhan berpembuluh (vaskuler), yang akan dibahas untuk kelompok tumbuhan tak berpembuluh yakni tumbuhan lumut (Bryophyta).

gametofit dan sporofit tumbuhan lumut
gametofit dan sporofit tumbuhan lumut

Tumbuhan Lumut atau bryophyta adalah kelompok terbesar dari tanaman darat, yang berjumlah sekitar 25.000 spesies yang berbeda ditemukan di seluruh dunia. Sebagian besar Lumut ditemukan di daerah yang lembab dan basah dengan iklim cukup hangat sampai dingin. Lumut dapat menahan beku di salju tanpa kerusakan.

Pengertian tumbuhan lumut (bryophyta)

Secara umum, tumbuhan lumut bisa tumbuh secara mudah di tempat basah dan lembab. Tumbuhan lumut sifatnya autotrof sebab memiliki sejumlah sel pastisida yang menghasilkan klorofil. Tubuh tumbuhan lumut terselubung oleh kutikula untuk mengurangi penguapan berlebih yang berasal dari tubuhnya, bisa jadi mereka akan adaptasi di lingkungan yang tidak terlalu basah.

Ciri-ciri tumbuhan lumut antara lain merupakan tumbuhan dengan bentuk tubuh peralihan antara talus dengan kormus, tidak memiliki pembuluh angkut, mengalami metagenesis, generasi gametofit lebih dominan, menghasilkan spora, hanya mengalami pertumbuhan memanjang, tumbuh terutama di tempat yang lembap dan teduh.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut (Bryophyta):

Secara singkat bryophyta menampilkan ciri-ciri berikut:

  • Berukuran kecil
  • Membentuk spora
  • Tidak memiliki bagian tubuh daun sejati dan akar sejati
  • Melekat pada tanah dan batuan dengan akar semu
  • Mengalami bergiliran keturunan
  • Tidak memiliki pembuluh
  • Habitat: di tempat lembap, di lantai dasar hutan, di pohon, tembok, sumur, dan permukaan batu bata.
  • merupakan peralihan antara Thallophyta dan Cormophyta
  • Rhizoid (akar semu), fungsinya untuk melekat pada substrat dan mengangkut air dan zat-z at hara ke seluruh bagian tubuh.
  • Koloni lumut : seperti beledu dan lembaran
  • Tidak memiliki sistem pembuluh pengangkut
  • R. vegetatif : pembentukan gemma, penyebaran spora, dan fragmentasi.
  • R. generatif : peleburan dua gamet.
  • Mengalami metagenesis yaitu pergiliran keturunan antara fase vegetatif (fase sporofit) dan fase generatif (fase gametofit). Fase gametofit hidupnya lebih lama dari fase sporofit. Sporofit hidupnya menumpang pada gametofit.
  • Tumbuhan lumut yang sering kita lihat merupakan fase gametofit

Macam dan morfologi tumbuhan lumut

Morfologi dan anatomi lumut untuk kelas hepaticopsida, gametofit untuk kelas ini masih sederhana sekali dan menurut bentuk tubuhnya lumut kelas tersebut bisa dibagi jadi dua tipe, yakni :

  • Tipe frondose atau lumut yang berhati talus (thalloid liverwort) adalah kelompok yang talusnya berbentuk lembaran.
  • Tipe foliose atau lumut yang hatinya berdaun (leafy liverworts) adalah kelompok yang talusnya serupa batang dan daun daun.

Bentuk dan ukuran tubuh lumut

Bentuk tumbuhan tersebut misalnya lembaran, salah satunya adalah lumut hati. Adapun bentuk lain yang berwujud tegak dan juga kecil misalnya lumut daun. Lumut kecil mempunyai ukuran tinggi 1 sampai 2 cm sementara untuk lumut besar mempunyai tinggi 20 cm.

Lumut kecil yang berdiri tegak di bagian tubuh akar, daun dan batangnya ini berbentuk sama. Lumut mempunyai daun yang lumayan tipis sama halnya dengan sel dan mempunyai tulang yang dibedakan menjadi lapisan sel.
Di bagian ujung batangnya mempunyai titik tumbuh yang bisa membuat lumut makin panjang. Selain tersebut, lumut mempunyai pertumbuhan tanpa terjadi pembesaran.

Pembuluh angkut xilem dan floem tak ada di tumbuhan lumut, sebab pasalnya tumbuhan tersebut mempunyai jaringan pengangkut sama halnya dengan empulur sehingga air yang akan diambil oleh rizoid ini dengan memakai metode ambisisi.

Air yang akan diambil disebarkan melalui difusi menuju ke semua bagian tubuh. Di dalam tubuh lumut ini ada sejumlah sel plastisida yang mempunyai kadnungan klorofil b dan a.
Selain tersebut, dinding sel tumbuhan lumut tidak mempunyai lignin guna memperkuat bagian bagiannya.

Struktur dan fungsi tubuh lumut bentuk gametofit

Gametofit adalah tumbuhan lumut yang mempunyai warna hijau serta bentuknya lembaran. Tumbuhan tersebut mempunyai alat kelamin yang dapat membentuk sebuah gamet maupun sel kelamin.

Spermatozoid atau dikenal sebagai sel kelamin jantan dibentuk oleh sebuah alat kelamin jantan (anteridium) sementara untuk yang betina ini dibentuk oleh alat kelamin yang betina (arkegonium).

Lumut yang mempunyai dua kelamin ini dikenal dengan nama monoesis dan gomotalus. Lumut yang mempunyai satu alat kelamin dikenal dengan nama heterotalus atau diesis.

Gametofit yang mempunyaia alat kelamin jantan dikenal dengan nama gametofit jantan sementara yang mempunyai alat kelamin betina dikenal dengan nama gametofit betina yang bisa mempunyai sporofit.

Struktur dan fungsi tubuh lumut bentuk sporofit

Sporofit adalah tumbuhan lumut yang mempunyai spora. Secara umum sporofit mempunyai warna kuning, coklat, merah dan ungu. Tumbuhan tersebut akan menumpang di gametofit dengan mempunyai bentuk bertangkai dan mirip dengan kapsul.

Gametofit akan memberikan sebuah sporofit makanan misalnya garam, air dan zat lainnya. Ukuran tumbuhan tersbeut kecil, justru lebih kecil dibanding gametofit. Struktur nya akan membentk sporogonium dengan bagian vaginula, seta serta kotak spora.

Sporogonium mempunyai bentuk mirip kapsul yang terlapisi oleh kaliptra. Susunannnya terdiri atas apofisis, operkulum dan teka. Akan muncul gigig peristom bila operkulum melepas.

Kegunaan Tumbuhan Lumut

Beberapa manfaat dari tumbuhan lumut antara lain sebagai berikut:

  1. Sebagai media tanaman (pengganti ijuk): Lumut daun
  2. Dapat mencegah erosi: Lumut secara umum
  3. Sebagai obat penyakit hati: Marchantia sp
  4. Sebagai bahan pembalut, kapas dan sumber bahan bakar: Sphagnum

Reproduksi Tumbuhan Lumut

Pada lumut hati, reproduksi secara vegetatif (asesual) juga dapat dilakukan dengan pembentukan gemmae cup (piala tunas) dan fragmentasi (pemutusan sebagian tubuhnya). Sementara reproduksi generatif terjadi melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang menghasilkan zigot. Zigot tersebut akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit berumur pendek; sekitar 3 – 6 bulan.

Reproduksi lumut terjadi secara bergantian antara generatif dengan vegetatifnya, reproduksi vegetatifnya dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit, sedangkan reproduksi generatifnya dengan membentuk gamet – gamet, baik gamet jantan maupun gamet betina yang dibentuk dalam gametofit. Ada 2 macam gametangium, yaitu sebagai berikut:

  1. Arkegonium adalah gametangium betina yang bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, bagian yang sempit disebut leher.
  2. Anteredium adalah gametangium jantan yang berbentuk bulat seperti gada. Dinding anteredium terdiri dari selapis sel yang mandul dan didalamnya terdapat sejumlah sel induk spermatozoid.

Klasifikasi Tumbuhan Lumut

Lumut diklasifikasikan menjadi tiga kelas berdasarkan bentuk gametofit dan sporofitnya, yaitu Hepaticopsida (lumut hati), Anthocerotopsida (lumut tanduk), dan Bryopsida (lumut daun).

Lumut hati merupakan tumbuhan talus dengan tubuh berbentuk lembaran, pipih, dan berlobus. Pada umumnya lumut hati tidak berdaun, misalnya Marchantia dan Lunularia.

Anthocerotopsida (lumut tanduk) atau hornwort berbentuk seperti lumut hati, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang seperti tanduk dan mengandung kutikula. Sporofit tumbuh dari jaringan cawan arkegonium.

Bryopsida merupakan lumut sejati. Jumlahnya paling banyak dibandingkan spesies dari dua kelas yang lain dan menutupi sekitar 3% dan permukaan daratan bumi. Lumut daun mudah ditemukan di permukaan tanah, tembok, batu-batuan, atau menempel di kulit pohon. Di atas permukaan tanah yang lembap, lumut daun tumbuh rapat, menyokong satu sama lain, dan memiliki sifat seperti busa yang memungkinkannya menyerap dan menahan air.

Perkembangan tumbuhan lumut

Perkembangan lumut ini singkatnya berlangsung seperti berikut :

Spora kecil dan haploid berkecambah jadi suatu protalium yang lumutnya diberi nama protonema. Protonema lumut ini ada yang jadi besar dan ada yang sebaliknya. Protoneme ini ada sejumlah kuncup yang tumbuh serta berkembang jadi tumbuhan lumutnya.

Tubuh tumbuhan lumut bentuknya tallus mirip sejumlahh lembaran daun (hepaticae) atau malah memiliki habitus mirip pohon kecil dengan batang serta daun duannya di musci, namun padanya belum ada akar yang sebenarnya. Melainkan cukuo rizoid rizoid yang bentuknya benang atau malah kadang memang sudah serupa dengan akar. Untuk tumbuhan ini dibentuk gametangium. Sesudah pembuahan sel telur spermatozoid yang berbentuk spiral/ alat pembuka gabus kemduian tutup botol bersamaan dengan dua bulu cambuk tersebutt, sehingga zigot tidak membutuhkan waktu istirahat dulu namun terus berkembang jadi embrio diploid.

Peranan tumbuhan lumut terhadap manusia

Sejumlah spesies lumut memiliki peranan penting bagi kehidupan manusia, antara lain :

  1. Spesies lumut bernama marchantia polymorpha, kadang dimanfaatkan menjadi obat hepatitis.
  2. Jenis lumut gambut yang tergolong dalam genus sphagnum kadang dipakai menjadi pengganti kapas. Sphagnum ini pun fungsinya membantu penyerapan air serta menjaga kelembaban tanah.
  3. Cephalozoella massalongois merupakan lumut yang biasa tumbuh pada tanah maupun batuan yang mempunyai kandungan tembaga jadi bisa dipakai menjadi indikator keberadaan tembaga.
  4. Asplenium nidus, kadang dipakai menjadi tanaman hias

Peran tubuhan lumut di dalam ekosistem

Tumbuhan lumut pun mempunyai peranan sebagai penyedia oksigen, menyimpan air dan menjadi penyerap polutan. Lumut dijumpai khususnya di area sedikit cahaya/ ringan serta lembab. Lumum umumnya ada di area pohon dan tepu arus. Lumut pun dijumpai pula pada bebatuan, dan jalan kota besar. Sejumlah bentuk memiliki penyesuaian diri berdasarkan keadaan yang dijumpainya.

Penyesuaian lumut dan masalah hidupnya di darat

Bryophyta tak sesuai sepenunya dari kehidupan di daratan. Beryphyta menggantungkan dirinya di air untuk bertahan hidup. Zigot serta embrio terlindungi dibandingkan pengeringan dengan terus menetap dalam arkegonium. Sperma perlu berenang di dalam kelembaban luaran untuk sampai di telur, oleh karena itu bryophyta cukup ada di tempat lembab.

Bryphyta tak memiliki tisu vaskular, oleh karena itu struktur jasadnya tumbuh rendah dibanding tanah mengatasi masalah pengangkutan air. Genussi gametofit cenderung sesuai bagi kehidupan habitat daratan sebab sporofit bergantung genussi gametofit untuk memperoleh bakalan makanan serta perlindungan.

Manfaat tumbuhan lumut

Pemakaian lumut yang utuh khususnya di florist ini untuk dekorasi rumah. Lumus jenis sphagnum pun komponen utamanya bahan bakar dimana tambang pemakainnya menjadi bahan bakar, menjadi adiktif lahan perkebunan serta jelai bertunas yang dikeringkan di pemroduksian.

Sementara itu di united kingdom, fontinalis antipyretica dapat dipakai menjadi pemadam api misalnya ditemukan pada beberapa substansiil sunga slow moving dan lumut bisa menahan volume air yang besar sehingga membandtu memadamkan api yang menyala.

Peranan Ekologis bryophyta

Bryophyta memiliki kepentingan ekologis yang besar seperti:

  • Mereka membusukan batu sehingga cocok untuk pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi. Asam yang disekresikan oleh lumut, kematian dan pembusukan lumut membantu dalam pembentukan tanah
  • Bryophyta tumbuh padat sehingga bertindak sebagai pengikat tanah
  • Lumut memainkan peran penting dalam suksesi rawa. Lumut dapat mengubah lanskap dari tanah terbuka menjadi hutan klimaks. Matras tebal yang terbentuk dari lumut membentuk substrat yang sesuai untuk
  • perkecambahan biji hidrofilik karena keberadaan air dan humus. Dalam perjalanan waktu, lumut yang mati dan membusuk serta tanaman hidrofilik membentuk tanah yang kokoh untuk pengembangan mesofitik
  • Mereka mencegah erosi tanah dengan mengurangi dampak dari hujan yang turun
  • Mereka mengurangi jumlah air limpasan karena kapasitas penampung air mereka
  • Mereka membantu dalam daur ulang nutrisi
  • Mereka bertindak sebagai pembangun batu. Lumut tertentu (Bryum) bersama dengan ganggang, hadir dalam air dangkal yang kaya kalsium bikarbonat atau danau membentuk endapan seperti batu berkapur (kapur) di sekitar tanaman ini. Tumbuhan ini mengurai ion bikarbonat yang mengakibatkan pengendapan kalsium karbonat yang tidak larut. Deposit mineral ini terus tumbuh dan meluas hingga beberapa ratus kaki persegi.

Peranan Ekonomi Bryophyta

Penggunaan obat:

  • Sphagnum digunakan dalam pembalut bedah karena daya serapnya yang tinggi dan beberapa sifat antiseptik untuk mengisi perban serap sebagai pengganti kapas untuk perawatan bisul dan pemakaian luka
  • Marchantia telah digunakan untuk menyembuhkan TBC paru-paru dan penderitaan hati
  • Rebusan sphagnum kering digunakan dalam pengobatan perdarahan akut dan infeksi mata
  • Gambut-tar adalah antiseptik dan digunakan sebagai pengawet. Sphagnol, yang merupakan sulingan dari gambut-tar digunakan untuk mengobati penyakit kulit
  • Spesies Polytrichium telah terbukti melarutkan batu dalam ginjal dan kantong empedu
  • Zat antibiotik dapat diekstraksi dari bryophytes tertentu yang memiliki sifat antibiotik

Dalam penelitian: Lumut dan lumut hati digunakan dalam penelitian di bidang genetika. Mekanisme penentuan jenis kelamin pada tanaman ditemukan di lumut hati

Bahan pengepakan: Lumut kering membuat bahan pengemasan yang bagus untuk barang rapuh seperti barang pecah belah, umbi. Untuk trans-pengiriman bahan hidup seperti stek dan bibit karena mereka memiliki kapasitas retensi air

Makanan: Beberapa lumut menyediakan makanan untuk mamalia herba, burung, dan mamalia lainnya

Sebagai tanaman Indikator: Beberapa bryophytes tumbuh di area khusus dan dapat digunakan sebagai indikator keasaman dan kebasaan tanah. Misalnya. Polytrichum menunjukkan keasaman tanah, spesies Tortella tumbuh dengan baik di tanah yang kaya akan kapur atau basa lain dan muncul sebagai kalkisol

Dalam persemaian: Karena kapasitas retensi airnya, digunakan dalam persemaian, rumah kaca, pembibitan untuk stek akar. Sphagnum juga digunakan untuk menjaga keasaman tanah yang tinggi yang dibutuhkan oleh tanaman tertentu

Formasi gambut: Sphagnum juga dikenal sebagai gambut. Gambut terbentuk dengan memperlambat proses pembusukan. Kompresi bertahap dan karbonisasi dari materi vegetatif yang terurai sebagian dalam rawa menimbulkan zat berwarna gelap yang disebut Gambut.

  • Ini digunakan sebagai bahan bakar
  • Lapisan bawah dari gambut membentuk batubara
  • Gambut juga digunakan dalam produksi etil alkohol, amonium sulfat, amonia, pewarna, parafin, tanin, dll.
  • Ini meningkatkan tekstur tanah dalam hortikultura

Formasi batu: Deposit batu travertine banyak digunakan sebagai batu bangunan

Contoh bryophyta

Bryophyta terdiri dari sekitar 20.000 spesies tanaman. Bryophyta secara luas dikategorikan menjadi lumut hati, lumut daun dan lumut tanduk. Beberapa contoh umum adalah:

Contoh Lumut hati:

  • Marchantia
  • Riccia
  • Pellia
  • Porella
  • Sphaerocarpos
  • Calobryum

Contoh Lumut daun:

  • Funaria
  • Polytrichum
  • sphagnum

Contoh lumut tanduk:

  • Anthoceros
  • Notothylas
  • Megaceros

Nah, mungkin itu saja dulu pembahasan kita kali ini mengenai Ciri ciri tumbuhan lumut (bryophyta). Jadi tumbuhan lumut atau bahasa latinnya bryophyta ini mempunyai ciri yang berbeda dengan jenis tumbuhan lumut lainnya. Akan tetapi masih tetap hampir sama, tumbuhan ini kadang warnanya hijau sebab mempunyai sejumlah sel dengan plastid dan bisa menghasilkan kloroffil a dan b, maka sifatnya autotrof. Semoga bermanfaat.

Komentar

  1. Cintia Batugede menulis:

    Terima kasih…

  2. lacopo menulis:

    yesyes

  3. lacopo menulis:

    kami dari X MIA 3 berterimah kasih atas infonyaaa say

  4. the runners menulis:

    kami dari The Runners X MIA 1 berterima kasih atas jawabannya …. asekkkkkkkk

  5. syitta N.fauziyah menulis:

    mohon dijelaskan dari lumut hati. maksud spermatozoid ovum – zigot – talus atau lumut baru

    terimakasih

  6. Fazza menulis:

    Makasih infonya

  7. Jana Bom Bom menulis:

    itu mksud dari capsule dan stalk buat apa yahh?

  8. Sridianti menulis:

    capsule atau kapsula atau kotak spora, tempat spora lumut. Stalk atau tangkai atau seta, bagian yang menyangga kapsul

  9. ?? menulis:

    Thanks infony, membantu bnget

  10. raflyandika menulis:

    saya ingin mengabil gambar tumbuhan dan fungsinya jelaskan

  11. Teori sekolah menulis:

    makasi infonya

  12. lucc menulis:

    penjelasan gambar lumutnya belum lengkap ukurannya juga kecil perbaiki lagi bu

Komentar ditutup.