Pengertian dan Contoh Konveksi

Konveksi adalah aliran panas melalui massal, gerakan makroskopik materi dari daerah panas ke daerah dingin, sebagai lawan transfer mikroskopis panas antara atom yang terlibat dengan konduksi. Misalkan kita pertimbangkan memanas daerah lokal udara. Sebagai memanaskan udara ini, molekul menyebar, menyebabkan wilayah ini menjadi kurang padat dari sekitarnya, udara pemanas. Berikut ini adalah ulasan tentang pengertian dan contoh konveksi semoga bermanfaat!

Pengertian dan Contoh Konveksi

Berdasarkan penjelasan tentang daya hantar kalor diatas, dapat diketahui bahwa air dan udara termasuk isolator sehingga tidak dalam menghantarkan panas buruk. Mengapa air yang dimasak dapat mendidih dan udara di atas api menjadi panas? Hal ini karena kalor dapat berpindah dengan cara konveksi atau aliran.

Pengertian dari konveksi atau aliran adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan partikel-partikel zat tersebut yang disebabkan oleh perbedaan  massa jenis.

Berikut ini merupakan penjelasan tentang konveksi pada zat cair dan konveksi pada gas (udara).

Konveksi pada zat cair

Terjadinya konveksi pada zat cair dapat kita lihat saat memasak air. Pada saat air di panaskan maka akan memuai, pemuaian ini dimulai dari air yang berada di bagian bawah yang lebih dekat dengan nyala api. Ketika air di bagian bawah ini memuai, massa jenisnya akan berkurang sehingga akan membuat air di bagian bawah tersebut ber gerak naik (ke atas).

 dd
Pengertian dan contoh konveksi

Tempatnya digantikan oleh air yang suhunya lebih rendah, yang bergerak turun karena massa jenisnya lebih besar. Untuk membuktikan kejadian seperti ini, dapat digunakan zat warna agar gerakan air nampak jelas.

Konveksi pada gas (udara)

Peristiwa konveksi pada gas sama dengan konveksi pada zat cair. Konveksi pada gas, misalnya udara terjadi ketika udara panas naik dan udara yang lebih dingin bergerak turun.

Gejala alam yang merupakan contoh dari perpindahan kalor secara konveksi adalah terjadinya angin darat dan angin laut. Pada siang hari, daratan suhunya lebih cepat panas. Akibatnya udara di atas daratan akan bergerak naik dan udara yang lebih dingin yang berada di atas laut bergerak ke daratan karena tekanan udara di atas permukaan laut lebih besar daripada tekanan di atas daratan.

Hal ini menyebabkan terjadinya angin laut yang bertiup dari permukaan laut ke daratan. Sebaliknya, pada malam hari daratan lebih cepat dingin daripada laut. Akibatnya udara panas di atas laut bergerak naik dan tempatnya digantikan oleh udara yang lebih dingin dari daratan, sehingga terjadi angin darat yang bertiup dari daratan ke lautan.

Loading...