Contoh protozoa adalah

Protozoa adalah eukariota sel tunggal (organisme yang selnya memiliki nukleus) yang biasanya menunjukkan karakteristik yang biasanya terkait dengan hewan, terutama mobilitas dan heterotropi.

Protozoa sering dikelompokkan dalam Kingdom Protista bersama-sama dengan ganggang seperti tumbuhan dan cetakan air seperti jamur dan cetakan lendir.

Namun, dalam beberapa skema yang lebih baru, sebagian besar protozoa diklasifikasikan dalam Kingdom Plantae dan Chromista, dan dalam kasus semacam itu bentuk yang tersisa dapat diklasifikasikan sebagai kerajaan Protozoa.

Protozoa secara tradisional dibagi berdasarkan penggerak.

Kebanyakan protozoa terlalu kecil untuk dilihat dengan mata kasar – kebanyakan sekitar 0,01-0,05 mm, meskipun bentuk hingga 0,5 mm masih cukup umum – tetapi dapat dengan mudah ditemukan di bawah mikroskop.

Contoh

Contoh protozoa, diantaranya:

  • Toxoplasma gondii. Protozoa yang menyebabkan toksoplasmosis dan Plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia.
  • Entamoeba histolytica. Ini merupakan parasit dalam usus manusia dan menyebabkan penyakit disentri.
  • Entamoeba gingivalis. Protozoa hidup di rongga mulut (celah-celah gigi atau gusi) manusia, yang menyebabkan penyakit pada gusi
  • Balantidium coli. Ini merupakan parasit dalam usus besar manusia dan dapat menyebabkan diare (balantidiosis)
  • Trypanosoma brucei. Protozoa menyebabkan penyakit tidur pada manusia di Afrika.
  • Trypanosoma evansi. Ini penyebab penyakit surra pada ternak
  • Trichomonas vaginalis. Ini penyebab penyakit pada alat kelamin wanita dan saluran kelamin pria
  • Protozoa penyebab penyakit kala-azar yang merusak sel darah manusia
  • Toxoplasma gondii. Ini yang menyebabkan toksoplasmosis
  • Plasmodium sp. Protozoa yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia

Pengertian Protozoa

Protozoa berasal dari bahasa Yunani yakni “Protos” yang artinya “Pertama” dan “Zoon” yang artinya “Hewan” bisa diartikan sebagai hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain dari hewan protista eukariota. Pada umumnya protozoa hanya dapat dilihat melalui sebuah alat yang bernaman mikroskop.

Pada Protozoa sendiri berbeda dari prokariot mengingat ukuran tubuhnya yang lebih besar dan selnya termasuk eukariotik. Pada Protozoa juga berbeda dengan algae karena tidak berklorofil. Selain itu, Protozoa juga berbeda dengan jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.

Protozo berasal dari bahasa latin yang terdiri atas dua kata yaitu proto yang artinya pertama dan zoon yang artinya hewan. Jadi, protozoa adalah hewan pertama. Protozoa merupakan kelompok lain protista eukariotik. Protozoa meripakan penghuni tempat berair atau basah, bila keadaan jadi kering maka dia akan membuat cryste (kristal). Kegiatan hidup di lakukan oleh sel itu sendiri. Di dalam sel terdapat alat-alat yang melakukan kegiatan hidup. Alat-alat itu misalnya: inti (nukleus), butir inti (nukleolus), rongga (vakuola), mitokondria.

Kadang-kadang antara algae dan protozoa kurang jelas perbedaannya. Kebanyakan Protozoa hanya dapat dilihat di bawah mikroskop. Beberapa organisme mempunyai sifat antara algae dan protozoa. Sebagai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya berflagela dan merupakan sel tunggal yang berklorofil, tetapi dapat mengalami kehilangan klorofil dan kemampuan untuk berfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, beberapa ilmuwan memasukkannya ke dalam filum protozoa.

Contohnya strain mutan algae genus Chlamydomonas yang tidak berklorofil, dapat dimasukkan ke dalam kelas Protozoa genus Polytoma. Hal ini merupakan contoh bagaimana sulitnya membedakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Protozoa dibedakan dari prokariot karena ukurannya yang lebih besar, dan selnya eukariotik. Protozoa dibedakan dari algae karena tidak berklorofil, dibedakan dari jamur karena dapat bergerak aktif dan tidak berdinding sel, serta dibedakan dari jamur lendir karena tidak dapat membentuk badan buah.

Morfologi Protozoa

Ukuran dan bentuk protozoa sangat beragam. Beberapa berbentuk lonjong atau membola, ada yang memanjang, ada pula yang polimorfik (mempunyai berbagai bentuk morfologi pada tingkat-tingkat yang berbeda dalam daur hidupnya). Beberapa protozoa berdiameter sekecil 1 mikron (µm); yang lain, seperti Amoeba proteus, berukuran 600 µm atau lebih. Beberapa siliata yang umum mencapai ukuran 2000 µm atau 2 mm, jadi dapat dilihat dengan mudah tanpa perbesaran.

Ada beberapa morfologi protozoa yang diantaranya yaitu:

  • Semua protozoa memiliki vakuola kontraktil. Vakuola dapat berperan sebagai pompa untuk mengeluarkan kelebihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosis. Jumlah dan letak vakuola kontraktil berbeda pada setiap spesies.

Protozoa dapat berada dalam bentuk vegetatif atau bentuk istirahat yang disebut dengan kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat membentuk kista untuk mempertahankan hidupnya. Saat kista berada pada keadaan yang menguntungkan, maka akan berkecambah menjadi sel vegetatifnya.

Pada Protozoa tidak memiliki dinding sel dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae.

Kebanyakan protozoa memiliki bentuk spesifik yang ditandai dengan fleksibilitas ektoplasma yang ada dalam membran sel.

  • Beberapa jenis protozoa seperti Foraminifera memiliki kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca.
  • Beberapa jenis Protozoa seperti Difflugia dapat mengikat partikel mineral untuk membentuk kerangka luar yang keras.
  • Beberapa jenis protozoa seperti Radiolarian dan heliozoan dapat menghasilkan skeleton. Kerangka luar yang keras ini seringh ditemukan dalam bentuk fosil.
  • Kerangka luar protozoa jenis Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tahun dapat membentuk batuan kapur.

Protozoa merupakan sel tunggal yang dapat bergerak secara khas menggunakan pseudopodia “kaki palsu”, flagela atau silia namun ada yang tidak bisa bergerak aktif. Yang berdasarkan alat gerak yang dimiliki dan mekanisme gerakan inilah, Protozoa dapat dikelompokkan ke dalam 4 kelas. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan ke dalam Sarcodina yang bergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora yang bergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora dan yang tidak dapat bergerak serta merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam Sporozoa.

Pada sejak tahun 1980 Commitea on Systematics and Evolution of the Society of Protozoologist telah mengklasifikasikan protoza menjadi 7 kelas baru yaitu Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora dan Labyrinthomorpha. Pada klasifikasi yang baru ini Sarcodina dan Mastigophora digabung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora dan Sporozoa yang anggotanya sangat beragam maka dipecah lagi menjadi 5 sub kelas.

Ciri-Ciri Umum Protozoa

Ada beberapa ciri-ciri pada Protozoa diantaranya yaitu:

  1. Organisme uniseluler (bersel tunggal).
  2. Eukariotik (memiliki membran nukleus).
  3. Hidup soliter (sendiri) atau berkoloni (kelompok).
  4. Pada umumnya tidak dapat membuat makanan sendiri (heterotrof).
  5. Hidup bebas, saprofit atau parasit.
  6. Dapat membentuk kista untuk bertahan hidup.
  7. Alat geraknya berupa pseudopodia, silia atau flagela.

 


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *