Contoh teks negosiasi

“Negosiasi antara pemilik perusahaan dan pemilik perkebunan” Pada suatu hari seorang pemilik perusahaan the botol sosro yang bernama Non Rianty ingin menjalin kerjasama dengan Pak Aditya seorang pemilik perkebunan the besar didaerah cibugel. Bu Non telah mengetahui dari beberapa sumber informasi bahwa perkebunan Pak Adit adalah perkebunan the yang sangat berkualitas. Kemudian Bu non menelefon Pak adit.

Non : Assalamualaikum
Adit : waalaikum salam, ini dengan perkebunan teh pucuksegar. Ada yang bias kami bantu?
Non : Kebetulan saya ingin berbicara dengan pemilik kebun teh pucuk segar.
Adit : Kebetulan saya sendiri, ada yang bias saya bantu?
Non : Saya Non rianti pemilik perusahaan the botol sosro.
Adit : Waaah ini Bu Non pemilik perusahaan the sosro itu ya?. Ada yang bisa saya bantu bu?
Non : Begini pak, saya ingin mengajak kerja sama  dengan Bapak. Saya dengar perkebunan the Bapak memiliki the yang berkualitas sangat baik.

Adit : kerjasama? Saya sangat senang hati diajak kerja sama dengan perusahaan besar ibu. Tetapi kerjasama seperti apa Bu?
Non : Iya, Jadi begini Pak perusahaan saya sangat membutuhkan teh yang sangat banyak untuk diproduksi bulan-bulan ini. Perusahaan saya sangat genting, karena langganan perkebunan the saya sebelumnya itu terdapat hama dan kerusakan diperkebunannya. Nah saya berniat mengajak kerjasama dengan Bapak. Apa bapak bersedia?
Adit : Oh begitu bu iya saya mengerti. Ya saya bersedia sekali Bu. Tetapi ngomong-ngomong Ibu membutuhkan berapa ton daun the?

Non : Untuk masalah itu nanti saya bicarakan dengan Bapak langsung. Sekalian menyurvei perkebunan the Bapak.
Adit : Oke kalau begitu, saya tunggu. Tapi kira-kira kapan Bu?
Non : Tiga mingguan lagi Pak.
Adit : waaah itu terlalu lama Bu, tidak bisa dipercepat?
Non : Saya sangat sibuk pak dan untuk membicarakan hal ini harus dimeetingkan dulu dengan semua pihak karyawan saya.
Adit : Tetapi untuk 3 minggu itu terlalu lama, saya tidak ingin hal-hal yang tidak diinginkan terjadi Bu.
Non : Kalau 2 minggu bagaimana? Bisakan?
Adit : Masih terlalu lama Bu, cari waktu yang pas saja. Mungkin 1 setengah minggu? Sekitar 10 harian bu.
Non : Oh yasudah nanti saya menyurvei ke perkebunan Bapak ya, tetapi jika saya tidak ada akan diwakilkan kepada Bu Kezia sbg wakil perusahaan.
Adit : iya Bu saya tunggu. Terimakasih sebelumnya sudah mengajak kerja sama.
Non : Iya sma-sama. Wassalamualaikum.
Adit : waalaikum salam.

10hari telah berlalu, wakil perusahaan yang bernama Kezia mendatangi perkebunan The yang berada di Kecamatan Cibugel, Sumedang tanpa pemilik perusahaan karena sedang ada halangan. Disana ada alam,deni dan agung sebagai  pemetik the yang sedang memetik jumputan the hijau segar.
Alam : wah itu ada siapa datang?
Deni : mana?
Agung : mana lam?
Alam : itu ibu keren kece itu!.
Agung : samperin aja kayak yang bingung mereka.
Deni : iya kita samperin yuk !
Agung : kamu aja den, saya malu.
Alam : iya kamu aja den.
Deni : hmm kalian, yasudah.

Deni menyapa  Bu kezia yang sedang melihat-lihat perkebunan the itu.
Deni : siang bu (berjabat tangan)
Kezia : siang pak,
Deni : Ada keperluan apa ya?
Kezia : pemilik perkebunan ini ada tidak?
Deni : Oooh Pak adit, memang ibu ada keperluan apa?
Kezia : saya wakil perusahaan dari the botol sosro saya mewakili Bu Non rianti yang tidak bisa menyurveinya langsung kesini.
Deni : Waduh Bu pak adit hari ini tidak ke kebun, dia sedang dirumahnya.
Kezia : kan bos saya telah bilang ditelefon bahwa hari ini akan dilakukan penyurveian.
Deni : Tetapi saya kurang tahu Bu, yang jelas hari ini Bapak tidak ke kebun.
Sedang berbincang2, Pak adit datang.
Adit : Selamat siang
Deni+Kezia : Siang. (sambil berjabat tangan)
Deni : nah ini bapak datang, saya permisi pak.
Adit : Iya. Eh ini Bu Non ya?
Kezia : Bukan pak saya kezia wakil perusahaan saya mewakili Bu Non karena beliau sedang ada urusan. Saya kesini ingin menyurvei tempat perkebunan yang tempo hari telah dibicarakan dengan Bapak ditelefon.
Adit : oh iya, tak apa Bu. Mari berkeliling melihat-lihat.
Kezia  : sudah Pak tadi sebelum Bapak kesini saya telah terlebih dahulu melihat-lihat the nya dan saya fikir ini the baik sekali kualitasnya Pak. Berapa harga pertonnya pak?
Adit : Kami menawarkan Rp.15.000.000,00 untuk setiap ton. Tetapi kami dapat member potongan harga sebanyak 5% perton jika Ibu memesan lebih dari 3 ton. Ngomong-ngomong berapa ton the yang perusahaan Ibu pesan?
Kezia : atas kesepakatan semua karyawan termasuk saya dan Bu Non, kami menginginkan Bapak mengirim sebanyak 10 ton pucuk teh untuk setiap 3 bulan sekali selama 1 tahun.
Adit : 10 ton? Baiklah Bu saya siap menyanggupinya kebetulan perkebunan teh saya ini memproduksi banyak pucuk the setiap harinya.
Kezia : Brarti jika saya memesan 10 ton maka potongan harga yang saya dapat tetap 5%?
Adit : Iya Bu, karena perkebunan the kami berkualitas sangat baik.
Kezia : Tetapi menurut saya potongan 5% untuk 10 ton itu sangat kecil. Apa bisa dinaikkan discount nya?
Adit : Bisa tetapi tidak terlalu tinggi. Ibu inginnya berapa?
Kezia : Bagaimana kalau 30% Pak? Ya itung-itung untuk pelanggan baru Pak.
Adit : aduh bu itu sangat tinggi, kami tidak bisa menyanggupinya. Turunkan sedikit Bu.
Kezia : Kira-kira anda sanggup berapa untuk memberikan potongan harga lebih dari 5%?
Adit : Mungkin 10% Bu. Karena kami mempertimbangkan beberapa hal. Seperti buruh angkut yang naik setelah kenaikan BBm, terus upah pemetik dan pengurus kebun yang tiap tahunnya selalu minta ditaikkan.
Kezia : Iya saya mengerti pak, tapi itu masih kecil Pak. Apa bisa naik sedikit?
Adit : itu sudah mentok Bu, apabila kami memeberikan potongan harga yang lebih dari itu bisa-bisa perkebunan the saya bangkrut.
Kezia : tetapi kalau 15% bagaimana Pak? Jadi kita sama-sama untung.
Adit : masih belum bisa Bu, paling kami bisa member potongan akhir sebanyak 12%. Itupun sudah menjadi jalan terakhir.
Kezia : Oh baiklah saya setuju Pak. Berarti pihak perusahaan kami harus membayar berapa Pak?
Adit :Ibu kan memesan tehpucuk sebanyak 10 ton dengan harga Rp.150.000.000,00 tetapi karena kesepakatan kami memberi potongan harga sebanyak 12% yaitu Rp.18.000.000,00 jadi Ibu harus membayar 132.000.000,00 untuk 10ton.
Kezia : Baiklah, tetapi saya harus mengkonfirmasi kepada bos saya. Sebentar saya telefon dulu.
Adit : Baik Bu.
Kezia menelefon Non Rianty yang sedang berada di kantor perusahaan.
Kezia : Halo selamat siang Bu.
Non : Iya ada apa ?
Kezia : Begini Bu saya telah menyurvei tempat perkebunan the yang ibu maksud. Dan saya dengan pemilik perkebunan telah menyepakati harga untuk 10 ton itu Rp.132.000.000,00 itupun telah disepakati dengan potongan harga 12% atau Rp.18.000.000,00 dari harga awal yang ditawarkan.
Non : Oh iya bagus kalau begitu. Tolong bilang kepada pemilik kebun, bahwa kita akan membayar 50% dari harga itu, selebihnya akan kita lunasi setelah barang sampai dipabrik.
Kezia : Siap Bu, nanti saya bicarakan kepada pemilik kebun.
Non : tidak salah saya mempercayakan hal ini kepada Ibu.  Terimakasih telah memberikan yang terbaik untuk perusahaan kita.
Kezia : memang seharusnya saya berkerja yang terbaik untuk perusahaan Bu.
Non : Yasudah saya kembali bekerja dulu ya, banyak client disini.
Kezia : ya, selamat siang Bu.
Non : Siang.
Kemudian kezia membicarakan amanat dari bosnya kepada pemilik kebun.
Kezia : Pak, saya telah mengkonfirmasi kepada bos saya, dan ia setuju dengan harga yang telah ditetapkan. Namun, bos saya bilang akan membayar 50% terlebih dahulu dari harga yang telah ditetapkan. Dan sisanya akan dibayar setelah barang sampai dipabrik. Bagaimana Pak?
Adit : Oh iya saya sangat setuju, itung-itung uang muka. saya akan mengirimkan barang secepat mungkin.
Kezia : Baiklah Pak, ini saya membayar 50% terlebih dahulu. Mohon diterima.
Adit : Iya Bu terimakasih, saya harap kerja sama kita berjalan lama dan memetik hasil yang sangat memuaskan.
Kezia : Iya pak saya berharap seperti itu juga. Kalau begitu saya tinggal dulu pak, saya akan kembali ke kantor perusahaan.
Adit : iya bu terimakasih
Kezia : sama sama (berjabat tangan)
Adit menghampiri karyawannya  yang sedang memetik pucuk the.
Adit : Bapak-bapak Alhamdulillah perkebunan kita dipercayai oleh perusahaan the botol sosro yang terkenal itu.
Agung : maksud Bapak? Kita the mendapat objekan?
Deni : euleuh Alhamdulillah atuh.
Alam : berarti upah kita akan naik.
Adit : Iya kita mendapat objekan yaitu dengan mengirim 10 ton setiap 3bulan sekali ke pabrik perusahaannya yang berada di Tangerang.
Deni : terus siapa yang akan disuruh mengirimnya Pak?
Adit : Kalian bertiga saja ya.
Agung : siap Pak nanti saya akan mengirimkan 10 ton itu ke pabrik yang bapak maksud.
Alam : asal Bapak jelas saja memebrikan alamatnya.
Deni : iya Pak kami bersedia.
Adit : Baik kalau begitu, nanti kalian akan menerima bayaran dari si Ibu bos nya.
Agung : Baik laksanakan Pak.
Adit : yasudah saya tinggal dulu ya. Kerja yang baik !
Alam : siap pak.
3 Bulan kemudian…… ke 3 karyawan itu megirimkan the yang telah dipesan 3 bulan yang lalu.
Agung : ini kali tempatnya ya?
Deni : iya mungkin, soalnya kan alamatnya jelas.
Alam : lagian ini kan kita sudah berada di pabrik pengeringan the.
Agung : yasudah kita coba datangi.
Deni : Assalamualaikum..
Kezia : waalaikum salam, eh ini karyawan the ya?
Agung : iya Bu kami diperintah bos kami untuk mengirim the yang telah dipesan.
Kezia : Baik tunggu sebentar saya akan memanggil bos saya.
Kezia membawa Non Rianty
Non : eeeh kalian karyawan the itu ya?
Alam : Iya Bu, ini kami telah membawa the sesuai permintaan Ibu.
Non : waah Alhamdulillah kalau begitu. Terimakasih ya. Ini uang pelunasan yang waktu itu telah dibayar 50% dulu.
Agung : Iya bu, terimakasih ya semoga bermanfaat.
Deni : Dan menghasilkan the yang sangat harum dan aroma yang lezat.
Non : Iya. Sekali lagi terimakasih.
Deni : Iya Bu, kalau begitu kami tinggal
Alam : Iya Bu saya pergi dulu.
Non : Iya sampai ketemu 3bulan lagi ya hehehe
Alam+agung+deni : Iya  bu selamat sore
Non : Selamat sore.
Setelah the Non memeriksa the itu dan melihat bahwa tehnya sesuai yang diharapkan.
Non : Halo selamat sore.
Adit : selamat sore
Non : Pak saya telah menerima pesanan saya yang telah dipesan 3bulan lalu. Dan hasilnya saya memuaskan.
Adit : syukur kalau begitu Bu.
Non : Tetapi saya bermaksud untuk memperpanjang kerjasamanya. Jadi Kita bekerja sama untuk selama nya.
Adit : waaah saya sangat senang hati Bu bisa dipercaya.
Non : Iya, jadi selama 3 bulan sekali ditunggu kiriman tehnya ya Pak.
Adit : Iya Bu terimakasih banyak.
Non : sama-sama selamat sore.
Adit : selamat sore.

Loading...

Artikel terkait lainnya

1 thought on “Contoh teks negosiasi

Comments are closed.