Contoh Tumbuhan Dikotil dan Monokotil

Contoh Dikotil dan Monokotil

Tumbuhan memiliki banyak jenis yang bisa dikategorikan dalam berbagai kelas, salah satunya adalah pembagian yang berdasarkan jenis keping biji yang ada di dalamnya. Untuk pembagian yang satu ini, tumbuhan dibagi menjadi dua yaitu dikotil dan monokotil. Pertama adalah tumbuhan dikotil. Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan yang mempunyai biji dengan jenis keping dua, dan keping ini pun bisa dilihat dengan menggunakan mata telanjang.

Namun, tidak semua tumbuhan dikotil memiliki biji keping dua yang mudah terlihat, ada beberapa yang harus dibelah terlebih dahulu untuk mengetahui keping ganda yang ada di dalamnya. Sedangkan untuk tumbuhan monokotil sangat berbeda dengan tumbuhan dikotil, yaitu hanya memiliki keping tunggal untuk biji yang ada di dalamnya. Sehingga jenis tumbuhan ini merupakan kebalikan dari tumbuhan monokotil.

Di dalam kehidupan manusia pun ada banyak tumbuhan dikotil maupun monokotil yang bisa ditemukan dengan mudah dalam kehidupan sehari-hari. Contoh untuk tumbuhan dikotil yaitu tumbuhan yang memiliki suku jambu-jambuan atau yang dalam bahasa latin lebih akrab disebut myrtaceae. Sesuai dengan sukunya, contoh dari tumbuhan ini adalah seperti tumbuhan jambu air, jambu biji, maupun jambu monyet atau berbagai jambu lainnya.

selain suku jambu pun masih ada banyak suku tumbuhan yang memiliki jenis biji dikotil, seperti suku mangga, suku polong-polongan dan lain sebagainya. Sedangkan untuk contoh tumbuhan monokotil yaitu bisa dilihat dari berbagai suku pula, salah satunya adalah suku rumput-rumputan seperti halnya padi, gandum, maupun berbagai tumbuhan sejenis lain seperti jagung.

Tumbuhan Monokotil

Tumbuhan Monokotil

Selain suku rumput-rumputan, suku lain yang termasuk dalam kelas monokotil adalah suku tumbuhan anggrek yang terdiri atas berbagai macam jenis anggrek baik di Indonesia maupun di negara lain. Selain keping biji di dalamnya, tumbuhan dikotil dan monokotil memiliki ciri khas lain yang bisa dilihat dari tulang daunnya, jumlah kelopak yang terdapat pada bunganya, bahkan hingga bentuk akarnya pun masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri yang semakin memudahkan manusia untuk mempelajarinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *