Hari Hutang Beredar – DPO – (Keuangan)


Apa Hari Hutang Beredar – DPO?

Hari Hutang Luar Biasa (DPO) adalah rasio keuangan yang menunjukkan waktu rata-rata (dalam hari) yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar tagihan dan fakturnya kepada kreditor perdagangannya, yang mungkin termasuk pemasok, vendor, atau pemodal. Rasio biasanya dihitung setiap triwulan atau tahunan, dan menunjukkan seberapa baik arus kas keluar perusahaan dikelola.

Perusahaan dengan nilai DPO yang lebih tinggi membutuhkan waktu lebih lama untuk membayar tagihannya, yang berarti dapat mempertahankan dana yang tersedia untuk jangka waktu yang lebih lama, sehingga perusahaan memiliki kesempatan untuk memanfaatkan dana tersebut dengan cara yang lebih baik untuk memaksimalkan manfaat. Namun, DPO yang tinggi juga bisa menjadi bendera merah yang menunjukkan ketidakmampuan membayar tagihan tepat waktu.

Poin Penting

  • Hari Hutang Luar Biasa (DPO) menghitung jumlah rata-rata hari yang dibutuhkan perusahaan untuk membayar tagihan dan kewajibannya.
  • Perusahaan yang memiliki DPO tinggi dapat menunda pembayaran dan menggunakan kas yang tersedia untuk investasi jangka pendek serta meningkatkan modal kerja dan arus kas bebas.
  • Namun, nilai DPO yang lebih tinggi, meskipun diinginkan, mungkin tidak selalu positif bagi bisnis karena mungkin menandakan kekurangan uang tunai dan ketidakmampuan untuk membayar.

Rumus Hutang Hari Beredar adalah

DPO=Sebuahccounts Payable

Related Posts

  1. Penawaran Umum Langsung (DPO)
  2. Diskon Payoff (DPO)
  3. Detrended Price Oscillator (DPO) dan Penggunaannya
  4. Memahami Siklus Konversi Uang Tunai
  5. Petugas Perlindungan Data – DPO
  6. Posisi modal kerja
  7. Panduan Prokrastinator untuk pembayaran tagihan
  8. Menganalisis arus kas dengan cara yang mudah
  9. Membandingkan arus kas gratis vs arus kas operasi
  10. Cara Mengevaluasi Neraca Perusahaan

Related Posts